Fakfak, majalahkribo.com Upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Fakfak kembali menjadi perhatian dalam agenda pembangunan di Papua Barat. Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma menegaskan bahwa Fakfak memiliki potensi SDM yang unggul dan telah terbukti melalui sejarah kepemimpinan tokoh-tokoh asal daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Filep Wamafma kepada awak media usai melakukan reses di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Fakfak, Kamis (07/05/26).
Menurutnya, masyarakat Fakfak memiliki kemampuan intelektual yang baik serta telah banyak melahirkan tokoh penting dalam pemerintahan di Tanah Papua. Karena itu, ia meyakini SDM Fakfak mampu bersaing jika terus didukung dengan kebijakan yang tepat, terutama di sektor pendidikan dan pengembangan kapasitas.
“Orang Fakfak ini banyak yang pintar dan berkemampuan baik. Kita pernah punya Gubernur Papua yang berasal dari Fakfak, dan itu menunjukkan bahwa SDM Fakfak sangat mampu bersaing,” ujar Filep.
Ia menekankan bahwa tantangan saat ini bukan pada potensi masyarakat, melainkan pada bagaimana pemerintah mampu mengelola dan memperkuat SDM tersebut secara berkelanjutan melalui program pendidikan, pelatihan, dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran.
Selain itu, Filep juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk persoalan ketenagakerjaan maupun kebutuhan lain yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Filep juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, termasuk program beasiswa. Ia meminta pemerintah daerah menyiapkan data sekolah secara akurat agar dapat diusulkan dalam program bantuan pendidikan pada periode berikutnya.
Menurutnya, setiap bantuan pemerintah harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, baik di sektor kesehatan maupun pendidikan.
Ia juga menyoroti kondisi sekolah di sejumlah kampung yang memiliki jumlah siswa sedikit. Menurutnya, perlu dilakukan penataan sistem pendidikan, termasuk penggabungan sekolah dalam satu distrik serta penerapan sistem asrama agar proses belajar lebih efektif dan berkualitas.
“Kalau satu kampung satu sekolah tetapi muridnya sangat sedikit, maka proses pendidikan juga tidak berjalan maksimal,” tambahnya.
Dalam konteks sejarah, Filep menegaskan bahwa Fakfak telah melahirkan tokoh-tokoh penting yang pernah memimpin Papua, di antaranya Jacob Pattipi dan Izaac Hindom.
Jacob Pattipi lahir di Siboru, Fakfak, dan pernah menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya periode 1993–1998. Sebelum itu, ia juga memiliki pengalaman panjang di birokrasi, termasuk sebagai Bupati Merauke.
Sementara itu, Izaac Hindom juga merupakan putra Fakfak yang pernah menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya periode 1982–1988 setelah sebelumnya menjadi Wakil Gubernur.
Menurut Filep, keberadaan kedua tokoh tersebut menjadi bukti nyata bahwa Fakfak memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemimpin berkualitas. Hal ini sekaligus menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Fakfak bukan hanya punya sejarah, tetapi juga masa depan yang besar. SDM kita harus terus diperkuat agar bisa bersaing,” tutupnya.