Share

Fakfak, majalahkribo.com – Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, melaksanakan agenda reses di Kabupaten Fakfak, Kamis (7/5/2026), dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat adat dan tokoh agama di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta. Dalam pertemuan tersebut, isu penguatan misi Katolik di Tanah Papua menjadi salah satu perhatian utama, terutama menjelang peringatan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua pada 22–23 Mei 2026.

Anggota DPR Papua Barat, Hendrik Clifford Ndandarmana, mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat agar memberikan perhatian serius terhadap pengembangan wisata religi dan penguatan kerukunan antarumat beragama di Fakfak. Ia juga mengusulkan agar tanggal 22 Mei ditetapkan sebagai hari libur resmi di Papua Barat untuk memperingati masuknya agama Katolik di Tanah Papua.

“Ini sebenarnya tugas provinsi. Cukup ada keberanian untuk menetapkan,” ujar Clifford Ndandarmana saat menyampaikan aspirasi di hadapan Senator Papua Barat dan para tokoh adat.

Menurutnya, saat ini Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong telah menetapkan tanggal 22 Mei sebagai hari libur bagi sekolah-sekolah Katolik di Papua Barat. Namun, ia berharap pemerintah daerah dapat memperluas pengakuan tersebut menjadi hari libur resmi tingkat provinsi.

Selain itu, Hendrik menilai pengakuan terhadap sejarah masuknya agama dan tradisi keagamaan lokal di Papua penting dijaga sebagai bagian dari identitas budaya dan persaudaraan masyarakat Papua.

Ia juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mengawal aspirasi tersebut hingga tingkat provinsi pada tahun 2027 mendatang.

“Kami berharap ketika kembali ke Manokwari nanti, kita bisa bersama-sama mengawal perjuangan ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak, Apnel Hegemur, turut menyampaikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan menyambut 132 tahun misi Katolik di Tanah Papua.

Ia mengungkapkan, pada Jumat (8/5/2026) akan digelar kegiatan adat dan penggalangan dana bertajuk “Bonyom Maghi” atau “Bonyu Magi”, yang dalam budaya setempat dimaknai sebagai Bakti Iman untuk mendukung pembangunan situs religi di Pulau Bonyom, Fakfak.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir bersama besok pagi sebelum bersama-sama menuju para-para adat guna memberikan sumbangsih bagi perluasan Kerajaan Allah di Tanah Papua, khususnya di Tanah Bahamata,” ujar Apnel.

Apnel juga menyampaikan apresiasi kepada Senator Papua Barat beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung perjuangan masyarakat adat dan kegiatan sosial keagamaan di Fakfak.

Sementara itu, Filep Wamafma menegaskan bahwa sebagai Ketua Komite III DPD RI, dirinya membidangi urusan agama, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, pariwisata, pemuda dan olahraga, serta kesejahteraan sosial. Karena itu, aspirasi terkait penguatan misi Katolik, pendidikan keagamaan, hingga pengembangan wisata religi di Papua menjadi perhatian penting yang akan terus diperjuangkan.

Ia juga memastikan akan menghadiri rangkaian kegiatan “Bonyom Maghi” yang menjadi bagian dari persiapan menyambut 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua.

“Besok saya akan hadir,” ujar Filep di hadapan tokoh adat dan masyarakat yang mengikuti agenda reses di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Kabupaten Fakfak.

Kehadiran Senator Papua Barat itu dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara lembaga adat, gereja, dan masyarakat dalam menjaga nilai persaudaraan, toleransi, serta warisan sejarah misi Katolik di Tanah Papua.

About Author

Comments are closed.