Maybrat, majalahkribo.com – Ketua DPD KNPI Kabupaten Maybrat, Steven Muraver, menegaskan komitmen pemuda untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan produk lokal kacang tanah agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Teknis Pengolahan Kacang Tanah Menjadi Selai Konsumsi yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Kabupaten Maybrat di Kampung Semu, Distrik Ayamaru Tengah, Kamis (7/5/2026).
Steven menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Kabupaten Maybrat karena telah melibatkan generasi muda dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Diakatakan Steven, kacang tanah merupakan produk unggulan masyarakat Maybrat yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, pemuda siap mengambil peran dalam pengembangan produk agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pemuda Maybrat siap berkolaborasi bersama pemerintah daerah untuk membawa produk kacang tanah Maybrat masuk ke pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Steven menilai pelatihan teknis perlu terus dilakukan agar masyarakat, khususnya kelompok tani dan pelaku usaha lokal, memiliki kemampuan pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk yang lebih modern dan kompetitif.
Menurutnya, masyarakat Maybrat tidak boleh hanya bergantung pada pekerjaan sebagai ASN atau sektor formal lainnya. Dunia wirausaha, kata dia, memiliki peluang besar jika sumber daya lokal dapat dikelola secara maksimal.
Ia juga mendorong adanya kerja sama antara pemerintah daerah dengan jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart agar produk-produk lokal Maybrat memiliki akses pasar yang jelas. Dengan demikian, hasil kebun masyarakat dapat dipasarkan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Selain itu, Steven menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk lokal. Ia menyebut generasi muda Maybrat memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem penjualan berbasis aplikasi sehingga produk lokal dapat dipasarkan secara daring ke berbagai daerah tanpa harus dijual langsung ke luar daerah.
“Sekarang era digital membuka peluang besar. Produk lokal Maybrat bisa dipasarkan secara online sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada penjualan secara langsung di pasar tradisional,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemuda, pemerintah daerah, dinas teknis, dan masyarakat dapat menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Maybrat.
Steven optimistis potensi sumber daya alam yang dimiliki Maybrat, seperti kacang tanah, perikanan, dan hasil pertanian lainnya, dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Pewarta: Charles Fatie