Maybrat, majalahkribo.com – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melaksanakan kegiatan Fasilitasi Hilirisasi Investasi Strategis Kabupaten/Kota di Kumurkek, Rabu (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Maybrat yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Setda Kabupaten Maybrat, Sergius Turot, serta dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pelaku usaha, investor, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan para peserta kegiatan lainnya.

Dalam sambutannya, Sergius Turot menyampaikan, kegiatan fasilitasi hilirisasi investasi strategis merupakan langkah penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pengelolaan potensi unggulan Kabupaten Maybrat secara berkelanjutan.
Menurutnya, Kabupaten Maybrat memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga perlu didorong melalui pendekatan hilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.
“Hilirisasi investasi strategis bukan hanya menghadirkan investor, tetapi memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan proses pengolahan, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, mendorong tumbuhnya usaha lokal, serta meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sergius.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Maybrat mendukung penuh kebijakan nasional dalam peningkatan investasi dan kemudahan perizinan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Selain itu, pelaksanaan investasi daerah juga berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sergius menjelaskan sejumlah sektor unggulan daerah yang berpotensi dikembangkan melalui hilirisasi investasi, antara lain sektor pertanian, perkebunan, hasil hutan dan hasil hutan bukan kayu, penguatan UMKM dan industri kreatif lokal, serta sektor pariwisata berbasis budaya dan alam.
Ia menilai, pengembangan sektor-sektor tersebut melalui pendekatan hilirisasi akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi kampung, serta peningkatan daya saing daerah.

Pemerintah Kabupaten Maybrat juga menegaskan komitmennya untuk mendorong investasi yang berkualitas, berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghormati hak masyarakat adat dan kearifan lokal.
“Kita ingin memastikan investasi yang masuk merupakan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Maybrat,” katanya.
Melalui kegiatan fasilitasi ini, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap terbangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat hilirisasi investasi strategis di daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah konkret, termasuk penyiapan data potensi investasi, pemetaan peluang usaha, penyederhanaan layanan perizinan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Maybrat.
Pewarta: Charles Fatie