Share

FAKFAK, majalahkribo.com — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan pentingnya investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) sebagai motor penggerak pembangunan daerah di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda di Gedung KONI Fakfak, Selasa (24/3/2026).

Menurut Samaun, kapasitas fiskal daerah yang terbatas membuat pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD untuk membiayai pembangunan, sehingga keterlibatan investor menjadi kunci.

“Kami terus mendorong masuknya investasi. Pemerintah menghadirkan peluang, sementara masyarakat diharapkan menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah,” kata Samaun.

Di sektor migas, Fakfak dinilai memiliki potensi yang menjanjikan, meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Lapangan Ubadari, misalnya, hanya memiliki cadangan sekitar 1,3 Trillion Cubic Feet (TCF), jauh di bawah cadangan gas di Teluk Bintuni yang mencapai 17,8 TCF. Kondisi ini sempat membuat pengembangan proyek terkendala, terutama karena tingginya biaya pembangunan infrastruktur pipa menuju fasilitas LNG Tangguh.

Namun demikian, peluang baru muncul dari potensi cadangan gas di Blok Ghea 1 yang membentang dari Wartutin hingga Karas, serta Blok Ghea 2. Total cadangan di kedua blok tersebut diperkirakan mencapai 106,9 TCF, menjadikannya salah satu prospek strategis pengembangan migas di wilayah Papua Barat.

Pemerintah daerah saat ini juga mulai mendorong kajian pembangunan kilang di Fakfak guna mendukung hilirisasi sektor energi.

Secara nasional, investasi migas tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan penerimaan daerah, serta pembangunan infrastruktur penunjang.

Samaun berharap, optimalisasi potensi migas di Fakfak dapat menjadi titik balik pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

About Author

Comments are closed.