Share

Fakfak, majalahkribo.com – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ajang mempererat persaudaraan lintas iman di Kabupaten Fakfak. Pastor Paroki Santo Yosep Fakfak Alex Fabianus bersama Ketua Dewan Paroki Josep Goenawan dan jajaran pengurus melakukan silaturahmi dengan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat di Gedung Winder Tuare, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Fakfak, Sabtu (21/3/2026), dengan nuansa penuh kekeluargaan yang mencerminkan kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

Silaturahmi yang dilakukan Pastor Katolik saat Idul Fitri ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari upaya menjaga dan memperkuat filosofi lokal “Satu Tungku Tiga Batu”. Filosofi ini menjadi simbol keseimbangan dan persaudaraan antara tiga agama besar di Fakfak, yakni Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, yang telah hidup berdampingan sejak zaman leluhur.

Pastor Alex Fabianus dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada umat Muslim, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga nilai persaudaraan dan toleransi yang telah diwariskan para pendahulu masyarakat Fakfak.

Sementara itu, Ketua Dewan Paroki Josep Goenawan menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen gereja dalam merawat hubungan lintas iman. “Silaturahmi ini menjadi bentuk kebersamaan yang harus terus dijaga, terutama dalam menjaga keharmonisan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran tokoh agama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menilai, komunikasi dan kebersamaan antarumat beragama menjadi kunci utama terciptanya kedamaian di tengah keberagaman.

Tradisi silaturahmi lintas iman di Fakfak juga memiliki makna yang lebih luas, di antaranya mempererat persaudaraan antarumat beragama, melestarikan budaya toleransi yang telah mengakar, serta menjadi contoh nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun.

Selain itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat, di mana para tokoh agama dan pemerintah terus membangun komunikasi demi menciptakan suasana yang aman dan damai.

Dengan semangat “Satu Tungku Tiga Batu”, masyarakat Fakfak kembali menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya slogan, melainkan tradisi hidup yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

About Author

Comments are closed.