Share

Maybrat, majalahkribo.com – Umat Katolik Paroki Santo Yoseph Ayawasi menggelar Perayaan Ekaristi sekaligus memperingati Hari Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia ke-60 secara khidmat di Gereja Katolik Santo Yoseph Ayawasi pada Minggu, 17 Mei 2026.

Misa tersebut dipimpin Pastor Rekan yang juga Ketua Komsos Keuskupan Manokwari-Sorong, Romo Fransiskus Katino Pr. Sementara Pastor Paroki setempat, Felix Janggur OSA, memimpin misa umat di Stasi Santo Paulus Kumurkek dan Stasi Santa Monika Bori dengan tetap memperingati Hari Komsos Sedunia sesuai kalender liturgi Gereja Katolik sedunia.

Perayaan misa di pusat Paroki Santo Yoseph Ayawasi berlangsung penuh sukacita dan antusiasme umat. Para biarawan, biarawati, serta umat tampak mengikuti rangkaian liturgi dengan penuh hikmat.

Dalam homilinya, Romo Fransiskus Katino mengemukakan pesan Hari Komunikasi Sosial Sedunia oleh Paus Leo 14,  yang diantaranya menyoroti pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Tema yang diangkat tahun ini yakni “Menjaga Suara dan Wajah Manusia.”

Pastor mengatakan, perkembangan media digital dan teknologi komunikasi saat ini membawa banyak kemudahan bagi kehidupan manusia. Namun di sisi lain, teknologi juga menghadirkan tantangan besar bagi kehidupan sosial dan iman umat.

“Paus Leo XIV mengajak kita semua untuk berefleksi dengan tema menjaga suara dan wajah manusia. Gereja melihat perkembangan teknologi, media digital, dan kecerdasan buatan yang berkembang sangat pesat. Semua terkoneksi dan semakin canggih,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi membuat komunikasi menjadi lebih mudah, bahkan jarak antarbenua kini terasa dekat melalui video call dan media sosial.
“Dulu kita membayangkan Amerika itu sangat jauh. Tetapi sekarang, ketika ada keluarga di sana, kita bisa langsung melihat mereka lewat video call. Teknologi saat ini luar biasa canggih,” katanya.


Romo Fransiskus juga mengingatkan agar umat tidak kehilangan sentuhan manusiawi dalam menggunakan media digital. Ia menegaskan, komunikasi sejati harus tetap dibangun dari hati ke hati, sebagaimana dicontohkan oleh Yesus Kristus.
“Media digital itu luar biasa, tetapi kita tidak boleh meninggalkan komunikasi dari hati ke hati, dari wajah ke wajah. Dasar komunikasi adalah Kristus sendiri yang datang mendekat kepada manusia dan berbicara dari hati ke hati,” tuturnya.


Ia menjelaskan, komunikasi yang dibangun dengan kasih dan perjumpaan akan melahirkan communio atau persekutuan sejati di tengah kehidupan umat beriman.
Selain itu, Gereja juga mengingatkan bahaya penggunaan teknologi yang disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian, propaganda, hingga penghancuran karakter seseorang.

“Teknologi harus membantu manusia semakin manusiawi, bukan justru menjauhkan manusia dari kasih dan kebaikan hati. Jangan gunakan media komunikasi untuk ujaran kebencian, tetapi jadikan sebagai sarana saling mendamaikan dan saling mengasihi,” ungkapnya.

Secara khusus, Romo Fransiskus mengajak generasi muda Katolik untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pewartaan dan menghadirkan terang Kristus di tengah dunia modern. “Kita dipanggil menjadi penebar kebenaran dan komunikator harapan, bukan penyebar kebencian. Generasi muda harus menggunakan teknologi untuk menghadirkan terang Kristus di tengah dunia digital,” katanya.

Pastor Katino pun umat mengatkan umat tidak terlena dengan kecanggihan teknologi dan kecerdasan buatan hingga melupakan kemampuan pribadi serta nilai kemanusiaan yang sejati. “Gereja pun mendorong umat agar tetap menggunakan media komunikasi secara bijaksana demi membangun damai, kasih, dan persaudaraan di tengah masyarakat” pungkasnya.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.