Share

Maybrat, majalahkribo.com – Peringatan Hari Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia ke-58 di Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Minggu (17/5/2026), mengangkat tema “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”.

Tema tersebut menyoroti pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, martabat, dan keaslian jati diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam homilinya, Ketua Komsos Keuskupan Manokwari-Sorong, Romo Fransiskus Katino, Pr, mengajak umat merefleksikan dampak perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih. Hal ini seperti yang diserukan Paus Leo XIV.

“Paus Leo XIV mengajak kita semua untuk berefleksi dengan tema menjaga suara dan wajah manusia,” ujar Romo Fransis Karino.

Ia menilai perkembangan media sosial, platform digital, dan AI telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Teknologi mempermudah hubungan antarmanusia, bahkan dengan keluarga yang berada jauh di luar negeri.

“Dulu kita membayangkan Amerika itu jauh sekali. Tetapi sekarang kalau ada keluarga di sana, kita bisa video call dan terasa dekat,” katanya.

Meski demikian, Romo Fransiskus mengingatkan agar manusia tidak kehilangan identitas dan kemampuan pribadinya akibat terlalu bergantung pada teknologi.

“Jangan hanya karena kecanggihan teknologi AI membuat kita lupa diri kita yang sesungguhnya dan kemampuan pribadi yang kita miliki,” tegasnya.

Pastor Katino juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan media digital untuk menyebarkan kebencian, propaganda, hingga penghancuran karakter.
“Dengan kecanggihan teknologi ini, kejahatan juga makin mengerikan. Maka kita dipanggil menjadi penebar kebenaran dan membawa damai,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai-nilai Kristiani di ruang digital.
“Terutama generasi muda dipanggil menggunakan teknologi untuk menghadirkan terang Kristus di tengah dunia digital, bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian,” katanya.

Romo Fransiskus menegaskan, komunikasi sejati bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan menghadirkan diri dan membangun perjumpaan.

“Teknologi harus membantu manusia semakin manusiawi, bukan justru menjauhkan manusia dari kasih dan kebaikan hati,” pungkasnya.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.