Share

Maybrat, majalahkribo.com – Keluarga besar Solossa dan Bless menggelar ibadah pelepasan sekaligus pemakaman almarhumah Mama Nelce Solossa pada Rabu (22/04/2026), di Kampung Sauf, Distrik Ayamaru Selatan. Ibadah berlangsung dalam suasana hening, penuh doa dan penghormatan terakhir bagi almarhumah.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Jemaat GKI Betel Sauf, Urbanus Ulim. Dalam suasana duka yang mendalam, keluarga, jemaat, serta para pelayat bersama-sama mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Almarhumah Mama Nelce Solossa merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan semasa hidupnya tidak menikah. Ia meninggal dunia pada Selasa (21/04/2026) di RSUD John Piet Wanane, Kabupaten Sorong, setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya.

Diketahui, Almarhumah merupakan tante kandung dari Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa. Kehadiran keluarga besar dan kerabat dari berbagai daerah menambah suasana haru dalam prosesi tersebut.

Turut hadir dalam ibadah pemakaman sejumlah pimpinan OPD, para hamba Tuhan, termasuk serta Asisten III Bidang Administrasi Setda Maybrat, Sergius Turot yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat menyampaikan pesan dan kesan duka.

Sergius menyampaikan pesan duka yang lebih mendalam sekaligus refleksi iman bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Maybrat yang tengah menjalankan tugas dinas di luar daerah.

Menurutnya, kehidupan manusia sepenuhnya berada dalam rencana dan ketetapan Tuhan. Dan setiap manusia memiliki waktu yang telah ditentukan—waktu untuk lahir, menjalani kehidupan, hingga akhirnya kembali kepada Sang Pencipta.

“Kepergian Mama Nelce Solossa pada hari ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang indah. Tuhan yang memberi kehidupan, dan Tuhan pula yang berhak mengambilnya kembali pada waktu yang telah Ia tetapkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar untuk melihat peristiwa duka ini sebagai panggilan iman untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, serta mempererat tali persaudaraan dalam keluarga besar Maybrat.

Lebih lanjut, Sergius mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang sederhana namun penuh pengabdian. Semasa hidupnya, almarhumah dikenal aktif melayani di gereja, serta memiliki kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Kita semua telah mendengar riwayat hidup almarhumah. Dari situ kita tahu bahwa beliau adalah sosok yang setia dalam pelayanan, baik di tengah jemaat, keluarga, maupun masyarakat. Pengabdian seperti inilah yang menjadi teladan bagi kita semua,” tambahnya.

Ia juga bilang, meskipun almarhumah tidak menikah, hal tersebut merupakan bagian dari panggilan hidup yang dijalani dengan penuh kesetiaan. Menurutnya, almarhumah tetap menjalankan peran penting dalam keluarga dengan memberikan perhatian, kasih sayang, serta dukungan kepada sesama anggota keluarga.

“Walaupun tidak memiliki suami dan anak, almarhumah memiliki ruang yang luas untuk melayani dan memperhatikan keluarga. Itulah panggilan hidup yang ia jalani dengan setia, dan tentu menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Sergius menyampaikan duka cita mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Maybrat, sekaligus mengapresiasi kehadiran seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril kepada keluarga yang berduka pada kesempatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maybrat, kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam. Terima kasih kepada seluruh keluarga, jemaat, dan masyarakat yang hadir memberikan doa serta penguatan. Dalam situasi seperti ini, yang dapat kita berikan hanyalah doa yang tulus, agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” tutupnya.

Rangkaian ibadah juga diisi dengan persembahan lagu-lagu rohani dari jemaat, baik secara solo maupun kelompok. Setelah ibadah inti, dilanjutkan dengan pemberian bunga dan penghormatan terakhir oleh perwakilan gereja, pemerintah daerah, serta keluarga.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.