Penulis: R’naldo

  • Kunjungan Kerja Supervisi Ketua Bawaslu Provinsi Papua di Kabupaten Dogiyai

    Kunjungan Kerja Supervisi Ketua Bawaslu Provinsi Papua di Kabupaten Dogiyai

    Dogiyai, majalahkribo.comKunjungan kerja Supervisi Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Metusalak Infandi, S.H bersama kedua Staf di Kabupaten Dogiyai pada hari Rabu 11 Mei 2022. Kedatangan mereka disambut baik oleh ketiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Dogiyai serta sekertaris dan Staff.

    Kehadiran Supervisi Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Metusalak Infandi, S.H di Kabupaten Dogiyai merupakan agenda meninjau kesiapan Bawaslu Kabupaten Dogiyai dalam menghadapi Pilkada Serentak Tahun 2024, dalam mengawasi tahapan pemilihan Pilkada Tahun 2024.

    Dalam kesempatan itu juga, dikatakan Infandi, peranan  humas sangat penting dalam pelaksaanan pemilu ataupun  tahapan saat berjalan, maka Bawaslu kabupaten harus mengadakan Bimtek jurnalistik, penggunaan alat rekam atau kamera dan provinsi siap mendukung sebagai narasumber.

    “Komunikasi sangatlah penting dalam jajaran komisioner maupun, staff serta komunikasi dengan bawaslu provinsi:, Ungkap Infandi.

    Selain itu, Dalam sambutannya, Ketua komisioner Bawaslu Kabupaten Dogiyai, Mecky Tebay jelaskan, angggota dan seluruh staf Bawaslu Kabupaten Dogiyai terus melaksanakan tugas-tugasnya untuk mencegah ,mengawasi dan meningdaklanjut pelanggaran pemilu maupun Pemilukada serentak 2024.

    “Bawaslu kabupaten Dogiyai terus melakukan berbagai upaya-upaya demi lancarnya pesta demokrasi pada 2024 dengan aman dan damai.

    Ketua, anggota dan seluruh staf Bawaslu kabupaten sudah  komitmen untuk mampu menjalankan seluruh tahapan pemilu dan Pemilukada serentak 2024 dengan mengedepankan pencegahan agar pemilu dan Pemilukada serentak tahun 2024 bisa berjalan aman terkendali”, Tutup Tebay.

    Laporan: Yesaya Goo

  • Rakyat Papua di Dogiyai Demo: Cabut Otsus, Tolak DOB, Tolak Militer dan Meminta Merdeka

    Rakyat Papua di Dogiyai Demo: Cabut Otsus, Tolak DOB, Tolak Militer dan Meminta Merdeka

    Dogiyai, majalahkribo.com – Ribuan rakyat Papua di kabupaten Dogiyai  yang tergabung dalam solidaritas Rakyat Papua (SRP), melakukan demontrasi damai tentang Penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB),  dan juga penolakan keberadaan pasukan militer Indonesia di tanah Papua. Tak hanya itu, aksi yang dilaksanakan pada Selasa, (10 /05/2022) serta  bertempat dihalaman kantor bupati Dogiyai , masa demontrasi juga meminta dan tuntut referendum bagi bangsa Papua barat.

    Pemerintah Indonesia di Jakarta dianggap hanya memaksakan kehendak untuk kepentingan ekonomi dan politik kekuasaan di Papua. Hal tersebut membuat penolakan Otonomi khusus jilid II dan DOB oleh rakyat Papua melalui 122 organisasi yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) kembali di gelar.

    Dalam orasi rakyat Papua di Dogiyai, menyebutkan bahwa “Pengesahan Otonomi Khusus oleh Jakarta secara sepihak tanpa melibatkan rakyat Papua dengan tujuan untuk menghapus semua kewenangan pemerintah Provinsi dan MRP melalui undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2001, yang mana UU No.21 tahun 2001 menjadi menghambat realisasi undang-undang cipta kerja atau Omnibus Law No. 11 Tahun 2020 terlabih khusus untuk Investasi dan Eksploitasi sumber daya alam di West Papua.

    Di tengah hiruk pikik penolakan kebijakan kolonialisme oleh rakyat Papua hingga jatuhnya korban jiwa, kolonialisme indonesia masih terus menunjukkan sikap tidak tahu malu dan keras kepala tanpa mendengar atau mempertimbagankan tuntutan pokok rakyat Papua tentang “Cabut Otonomi Khusus Jilid 2, Tolak Daerah Otonomi Baru dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua” melalui Petisi Rakyat Papua (PRP).

    Untuk menyikapi keras kepala yang terus di tunjukan oleh klas penguasa di jakarta, Petisi Rakyat Papua (PRP) yang merupakan manifestasi sikap rakyat Papua menolak Otsus dan produknya pemekaran di Tanah Papua mendorong referendum West Papua sebagai solusi demokratis dalam konflik hak penentukan nasibnya sendiri bagi rakyat dan bangsa Papua barat.

    Rakyat Papua di dogiyai guna menolak segala bentuk produk hukum kebijakan kolonialisme–Indonesia yang hakikatnya untuk mempertahankan penjajahan di bumi West Papua.

    Menindaklanjuti Agenda nasional west Papua oleh petisi rakyat Papua (PRP) tentang seruan aksi Nasional pada Selasa, 10 Mei 2022 dengan tuntutan aksi Nasional cabut UU Otonomi khusus OTSUS jilid II, tolak  daerah otonomi baru DOB dan segera gelar Referendum di west Papua.

    Maka, rakyat Papua di Dogiyai  turun jalan melakukan aksi demontrasi menuju Kantor Bupati Kabupaten Kogiyai untuk mengecek perjalanan PANSUS yang di bentuk tanggal 29 April 2022 di kantor DPRD kabupaten Dogiyai lalu” demikian isi orasi Rakyat Papua di Dogiyai.

    Laporan wartawan majalahkribo.com dari Dogiyai mengatakan bahwa aksi serentak 10 Mei di Papua yang dilaksanakan dikantor Bupati Dogiyai dengan tertib, aman dan terkendali oleh solidaritas rakyat Papua di dogiyai.

    Laporan: Yesaya Goo

  • Diawali Dengan Misa, WKRI DPC Santo Paulus Resmi Dilantik

    Diawali Dengan Misa, WKRI DPC Santo Paulus Resmi Dilantik

    Fakfak, majalahkribo.com Misa perdana dan pelantikan badan pengurus WKRI DPC Paroki Santo Paulus Wagom Fakfak dipimpin Pastor Henrykus Elrico Ansow, Pr pada Senin, 09/05/2022 pukul 18.00 WIT di Aula Santo Benediktus Wagom.

    Badan Pengurus WKRI DPC Santo Paulus Wagom Fakfak masa bakti 2022-2025 dilantik Ketua WKRI DPC Santo Paulus Wagom Fakfak, Ibu Damaris Papa. Pelantikan terebut diawali dengan Pembacaan SK Pelantikan No.SKEP/01/DPC-ST.P/WGM/FF/2022 oleh Ibu Katarina Kedhi selaku Wakil Ketua.

    Dalam janji pelantikan, Ibu Damaris Papa mengingatkan kepada para Sahabat hati (sapaan para ibu di WKRI) yang dilantik, bahwa Janji yang diucapkan mengandung tangung Jawab terhadap WKRI, Gereja, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tanggung Jawab terhadap kesejahteraan Rakyat.

    “Perlu juga disadari bahwa Janji ini bukan sekedar diucapkan namun disaksikan oleh ibu yang dilantik, semua yang hadir dan perlu disadari juga bahwa Janji ini disaksikan oleh Tuhan yang Maha Esa dan Maha Mengetahui”, pesan Damaris Papa.

    Baca Juga: Wanita Katholik Adakan Lomba Cerdas Cermat

    Selanjutnya, diakhir dalam homilinya, Romo Henrykus Elrico Ansow, Pr selaku pastor Penasehat WKRI mengharapkan bahwa tugas penggembalaan dimulai dari Yesus diamanahkan pada para rasul dengan kuasa dan kehendak Allah. Untuk itu para rasul menyerahkan apa yang kita terima sekarang kepada pengurus WKRI DPC Santo Paulus Wagom Fakfak yakni Warisan Iman. Warisan iman yang sama yang diturunkan pada keturunan kita.

    “Nasehat dan perintah Iman secara Katolik dan masyarakat yakni semangat-semangat karya sosial yang terkhususkan dalam program WKRI. Keberadaan kita secara proposional dan Pelayanan dalam WKRI baiknya belajar dari Kristus Sang Gembala.

    Sang Gembala adalah Pintu bagi domba-dombaNya. Kalau WKRI memiliki domba -domba, biarlah keberadaan diri kita bagi domba-domba untuk pintu menemukan Allah, menemukan Kehidupan yang datang dari Allah.

    Yang lewat pagar, kiranya diamankan. Semua masuk keluar lewat pintu, berarti memang sangat mulia tugas WKRI. Kehadiran kita jauh lebih penting bagi banyak orang secara khusus kehidupan menggereja. Jika lewat pintu maka baik adanya dan orang boleh melihat dunia luar yang indah dan kaya tetapi dia tau untuk kembali ke sumbernya.

    Mari pupuklah kesadaran kita, bahwa pintu ini adalah batas dunia rumah dan dunia luar. Semoga kehadiran WKRI adalah mewujudkan kehadiran misi Kristus.

    Pewarta: Marthina Fifin Da Lopez
    Editor : Aldo

  • Bupati Untung Tamsil Diminta Agar Tepati Janji Politiknya di Dunia Pendidikan

    Bupati Untung Tamsil Diminta Agar Tepati Janji Politiknya di Dunia Pendidikan

     

    Fakfak, majalahkribo.com –Permasalahan anggaran yang terkait dengan bantuan Hibah mahasiswa asal kabupaten Fakfak di setiap kota studi juga tidak lepas dari keterlambatan pemerintah daerah dalam mengesahkan APBD 2022.

    Seperti yang di ketahui, bahwa beberapa bulan terakhir sejak aktifnya Untung Tamsil,S.Sos selaku bupati terpilih kabupaten Fakfak 2021 – 2024, Publik malah di hadapkan dengan banyak pertanyaan terkait kinerja beliau yang di rasa terlambat dan belum menunjukan hasilnya.

    Baca Juga: Memastikan Kondisi Mahasiswa Fakfak Aman dan Sehat, Bupati Fakfak ke Jayapura

    Menanggapi kondisi tersebut beberapa tokoh akhirnya angkat bicara. Salah satunya datang dari Intelektual Muda Fakfak Imron Barawery ,S.Pd saat di hubungi Via WhatsApp.

    Menurut sekertaris DPC BMI (Bintang Muda Indonesia) Kabupaten Fakfak tersebut, Pemerintah Daerah harus lebih serius mengatasi masalah Sarana dan prasarana aset Pemda. Salah satunya tempat tinggal/Asrama Mahasiswa Fakfak di setiap kota studi. Yang mana hingga saat ini menjadi persolan yang belum bisa di selesaikan dengan baik dari setiap pergantian Kepala Daerah.

     

    Persoalan yang sering di alami mahasiswa terdiri dari Sengketa Tanah, Berakhirnya Masa kontrak dan sewa gedung, serta beberapa kota studi hingga saat ini belum memiliki Asrama sama sekali, baik Kontrak maupun Permanen.

    Baca Juga: Ingat Kembali Janji Untung Tamsil Untuk Renovasi Stadion 16 November
    “Bupati Fakfak saat ini seharusnya lebih Fokus untuk mewujudkan Visi-Misi Fakfak tersenyum, Lebih khusus pada bidang Pendidikan. Mereka yang sedang menempuh Studi di berbagai daerah kota Studi adalah aset kabupaten Fakfak, dalam hal ini Sumber Daya Manusianya yang ke depan siap di pakai di negeri Baham Ini. Jadi bupati harus memenuhi janji politiknya dalam bidang pendidikan. Bagaimana suatu daerah mau maju jika SDM nya tidak di perhatikan dengan baik” Ungkap Mantan Ketua Ikan Mahasiswa Fakfak Sorong Raya tersebut.

    Ia juga mengkritisi kebijakan Biro Kesra terkait pengajuan Proposal Gedung Asrama bagi setiap kota studi yang sudah berjalan selama ini dengan status Kontrak, yang mana membuat beberapa kota studi tersebut mengalami keterlambatan pembayaran hingga berbuntut pengusiran.

    Sementara itu LPJ yang selama ini sebagai bahan acuan sudah jelas menerangkan estimasi biaya. Namun jika proposal harus di lampirkan, apakah PEMDA Fakfak mampu menjawab sesuai besar anggaran yang di ajukan di dalam Proposal jika mengalami pembengkakan, seperti biaya tak terduga dan lain sebagainya?. Tentu itu menjadi pertanyaan, apabila di lihat dari APBD Fakfak yang tidak mengalami peningkatan di Tahun 2022 ini.

    Saat di singgung soal Bantuan Rp 250 juta untuk pembangunan Asrama Agorti, menurutnya itu hak kewenangan Bupati, Namun jangan sampai Lupa dengan kebutuhan di dalam Rumah.

    “Kalo Soal Asrama Agorti Itu Adalah Hak kewenangan Bupati, Tetapi jangan sampai lupa dengan Hak Anak kandung yang lagi kelaparan di luar sana” Tutup Beliau.

  • Perayaan Ekaristi dan  Rekoleksi SMP PGRI  kabupaten Fakfak

    Perayaan Ekaristi dan Rekoleksi SMP PGRI kabupaten Fakfak

    Fakfak, majalahkribo.com – SMP PGRI Kabupaten Fakfak menyelenggarakan Rekoleksi bagi 74 peserta  didik Katolik dan para guru katolik  pada Sabtu, (02/04/2022).  Rekoleksi itu mengusung Tema ‘Semakin Mengasihi, Peduli dan Bersaksi’ dan Sub Tema ‘Dengan Semangat Mengasihi, Peduli dan Bersaksi mewujudkan kecintaan kepada Allah pada sesama Manusia’.

    Ibu Suriana,S.Ag selaku guru agama Katolik menyatakan, rekoleksi ini telah diprogramkan dikarenakan kurangnya pembelajaran tatap muka di masa pandemi maka perlu adanya penyegaran Iman bagi siswa dan guru terkait pengalaman baik maupun pengalaman buruk.

    “Kegiatan ini didukung pihak sekolah dan hadir juga Bapak Agustinus Hetharua, SE Selaku Kepala Sekolah SMP PGRI Kabupaten Fakfak memberikan dukungan”, unjar Suriani.

    Pastor Paroki Santo Paulus Fakfak, Pastor Henrykus Elrico Ansow, Pr  memberikan materi Rekoleksi dengan diawali permenungan kenangan bayangan orangtua para peserta Rekoleksi untuk mengungkap rasa terima kasih atas pengalaman indah hidup  bersama Ayah dan Ibu.

    Tabir kelam dimasa lalu dibawa semua dihadapan Tuhan sebagai seorang anak bukan untuk dendam. Para peserta menerima pengalaman pahit ini sebagai hadiah bahwa mereka  boleh menerima orang lain dan memaafkan karena mereka sahabat Yesus yang akan terus bangkit membaharui diri dimasa depan dan bersama Tuhan membangun kekuatan dari Pengampunan.

    Usai permenungan dilanjutkan menulis surat cinta singkat untuk ayah dan Ibu sebagai ungkapan hati.

    Mengakhiri Rekoleksi dirayakan Misa.

    Dalam Pesan Homilinya, P. Henrykus Elrico Ansow, Pr mengajak para peserta untuk menjadikan Yesus sebagai “Sobat/Sabahat karena cuma Yesus yang setia dalam suka dan duka Hidup kita”.

    Febi Jesika Hindom siswa kelas 9 menyatakan dirinya sangat senang bisa mengikuti Rekoleksi ini bersama Pastor, teman-teman katolik dan guru-guru.

    “Saya jadi tau renungan-renungan dan ajaran gereja. Kiranya kedepan kegiatan ini tetap bisa dilaksanakan lagi”, katanya Febby.

    (Komsos Paroki St.Paulus Fakfak-Marthina Fifin Da Lopez)

  • Gererakan Fakfak Pintar,  Kadis Pendidikan Bersama Komunitas LAKA kunjungi Kampung  Sakartemin

    Gererakan Fakfak Pintar, Kadis Pendidikan Bersama Komunitas LAKA kunjungi Kampung Sakartemin

    Fakfak, majalahkribo.com – Semenjak berdirinya komunitas LAKA Fakfak dengan tagline ‘Gerakan Fakfak Pintar‘, komunitas ini telah mencoba untuk melakukan perubahan terhadap pendidikan di Kabupaten Fakfak, terlebih khususnya mengatasi masalah calistung dipelosok kampung dengan mendirikan rumah belajar di berbagai kampung setiap Distrik, sekitar 10 rumah belajar sudah di dirikan dan sekitar lebih dari 10 rumah belajar masih berproses untuk berdiri disetiap kampung.

    Kepala dinas pendidikan kabupaten Fakfak, Hermanto Hobrouw, S.Pd, M.Pd mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini. Tak hanya itu Kadis pendidikan juga ikut bersama – sama dengan komunitas ini turun langsung melihat proses pembelajaran yang sedang terjadi di kampung sakartemin.

    Kedatangan kadis Hermanto Hobrouw dikampung sakartemin juga membuat 40 anak merasakan senang bahkan ada dari mereka juga yang terkejut.

    “Selaku kepala dinas pendidikan kabupaten Fakfak merasa bangga melihat kegiatan proses belajar mengajar dilakukan di komunitas LAKA di Sakartemin.

    Melihat anak-anak ku generasi penerus Mbaham dengan semangat datang untuk belajar, sesungguhnya merasa beban moril masih ada sekitar 300 anak Mbaham mengalami buta aksara terkait masalah calistung.

    Mewakili pemerintah daerah kabupaten Fakfak memberikan apresiasi setinggi – tingginya terhadap LAKA Fakfak dengan tulus tanpa ada bantuan pemerintah daerah sepeserpun tetapi mampu eksis dengan gerak Fakfak pintar melakukan perubahan terhadap adik – adik dikampung, apalagi mendengar langsung ada siswa SMP kelas 7 belum bisa membaca bahkan tidak terlalu mengenal huruf, tetapi Alhamdulillah, puji Tuhan anak berproses di Laka punya semangat akhirnya bisa membaca ini pencapaian luar biasa.

    Saya bukan saja selaku kepala dinas pendidikan Fakfak tetapi selaku orang tua menjadi tanggung jawab saya secara moril akan memberikan bantuan berupa papan tulis ( whait bord) dan beberapa media belajar, dan laka walaupun usia belum begitu lama berdiri tetapi mampu mewujudkan visi misi dinas pendidikan terkait mengatasi masalah calistung bagi adik-adik nemeh mani di pelosok kampung” demikian pernyataan orang nomor satu dilingkungan dinas pendidikan kabupaten Fakfak Bapak Hermanto Hobrouw, S.Pd, M.Pd.

    Imron Barawery, S.Pd. yang merupakan pendiri sekaligus menjadi ketua komunitas LAKA ” Saya merasa suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami dengan kehadiran Bapak Hermanto Hobrouw selaku kepala dinas pendidikan di laka kampung Sakartemin, mewakili masyarakat tenaga pengajar kami ucapkan terimakasih banyak, Laka hadir adalah bentuk kesadaran kami selaku intelektual nemeh mani untuk harus terlibat aktif mendukung pemerintah dalam mengatasi buta aksara tetapi ada hal lebih penting adalah mencerdaskan generasi emas nemeh mani agar jangan mereka tertinggal dengan saudara mereka didaerah lain dan jangan sampai mereka menjadi budak di negeri sendiri, karena tidak mampu bersaing dengan yang lain saya dengan rekan-rekan basudara tetap komitmen untuk wujudkan gerakan Fakfak pintar, kami adalah prajurit yang dibentuk dimedan perang kami akan perang melawan kebodohan”, pernyataan ketua pendiri Laka Fakfak.

    Menurut Aristoteles, agar orang bisa hidup baik maka ia harus mendapatkan pendidikan. Pendidikan bukanlah soal akal semata-mata, melainkan soal memberi bimbingan kepada perasaan- perasaan yang lebih tinggi, yaitu akal, guna mengatur nafsu-nafsu.

    Penulis: Tim Laka Fakfak

  • Warganet Kaget Dengan Harga Nasi Padang di Fakfak

    Warganet Kaget Dengan Harga Nasi Padang di Fakfak

    Fakfak, majalahkribo.com — Nasi Padang menjadi santapan yang banyak disukai oleh banyak orang karena rasanya yang kaya rempah dan porsi banyaknya. Nasi Padang juga kerap kali dibanderol dengan harga yang tak membuat kantung menjerit.

    Seorang wanita mengungkapkan harga nasi Padang yang dijual di Fakfak, Papua Barat. Hal ini ia bagikan melalui akun TikTok @dapur_nn.

    Dalam unggahan itu seperti dikutib dari suara.com, wanita ini mengungkapkan dirinya baru saja membeli nasi Padang untuk dibawa pulang ke rumah. Ia membeli nasi setengah porsi dengan sayur komplit serta sambal.

    Sedangkan untuk lauknya, ia membeli rendang daging dan perkedel. Nasi Padang itu kemudian dibungkus dengan kertas cokelat yang disteples.

    Wanita ini mengungkapkan ia membeli di tempat milik orang Padang asli. Total sebungkus nasi Padang itu adalah Rp48 ribu.

    Harga tersebut cukup mengejutkan bila dibandingkan di rumah makan Padang biasa yang ada di Pulau Jawa. Saat dibuka, rupanya sayur daun singkong yang diberikan juga tak terlalu banyak.

    Daun singkong yang sedikit bisa dimengerti karena harga sayuran di sana terbilang cukup mahal. Meski demikian, wanita ini menyukai nasi Padang yang ia beli.

    Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.

    “Kalau di Jakarta harga segituan biasanya di restoran Padang yang emang udah terkenal,” komentar seorang warganet.

    Warganet lain ikut berkomentar. “Biasanya aku beli paling mahal cuma Rp20 ribu astaga,” ujar warganet ini.

    “Duh, mahal banget ternyata hampir 2 kali lipat sendiri harga nasi Padangnya,” tulis warganet lainnya di kolom komentar.

    Sementara itu, hingga Sabtu (26/3/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 200 ribu kali di TikTok.

    Lihat Video Tiktok Nasi Padang Fakfak, Papua Barat

  • Umat Kristen Ikut Partisipasi Dalam Pembangunan Masjdi di Fakfak

    Umat Kristen Ikut Partisipasi Dalam Pembangunan Masjdi di Fakfak

    Fakfak, majalahkribo.com — Sikap toleransi diusung tinggi-tinggi warga Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Warga Muslim dan Kristen bersatu padu menggotong empat tiang pancang replika Kakbah sejauh 5 km dalam proses pembangunan Masjid Al Mahdi, Rabu (23/3/2022).

    Sebelum empat tiang pancang replika Kakbah di Masjid Al Mahdi dipasang, warga dari berbagai golongan dan usia berjalan kaki sejauh 5 km sambil menggelar berbagai tradisi dan bersholawat.

    Tiang Kakbah Masjid Al Mahdi yang berbentuk kubus dengan panjang 12 meter dan lebar 40 cm itu dibungkus dengan kain putih dan dipikul ribuan orang.

    “Hari ini proses mengantar memancangkan tiang Kakbah di Masjid Al Mahdi. Proses ini dilakukan sejak tadi malam sampai subuh tadi pagi,” kata Ketua panitia pembangunan Masjid Al Mahdi, Arifin Takamokan.

    Dia mengatakan, pembangunan Masjid Al Mahdi menelan dana Rp4 miliar. Sedangkan pemancangan tiang Kakbah menggunakan dana swadaya masyarakat dan sumbangan dari para donator.

    “Kabupaten Fakfak ini merupakan kabupaten yang sangat kental bicara soal toleransi antarumat beragama. Kemudian adat yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang diwariskan para leluhur kita wajib untuk tetap menjaganya,” katanya.

    Tokoh agama Katolik, Fredy Warpopor mengatakan, agama bagi orang Fakfak adalah wodoh yang artinya agama keluarga.

    “Dalam keluarga besar kami, agama menjadi suatu kesatuan yang diibaratkan seperti satu rumpun tebu yang merupakan suatu ikatan yang tak terpisahkan,” katanya.

    Dia menambahkan, beragam itu ibarat satu keluarga yang satu sama lain harus tetap menghormati dan menjunjung tinggi.

    “Yang di sebut agama keluarga seperti apa yang dilihat hari ini. Kami semua terlibat hari ini saudara-saudara kami yang muslim saya katolik semua terlibat ambil bagain sesai dengan perannya masing-masing,” ujarnya.

    Editor

  • Respon Gereja Katolik Terkait Kejadian di Kampung US

    Respon Gereja Katolik Terkait Kejadian di Kampung US

    Fakfak, majalahkribo.com – Dihubungi secara terpisah terkait respon gereja, pegiat muda gereja katolik Mario Fransisco Talubun menyatakan sejak awal gereja katolik sangat menaruh perhatian pada krisis masyarakat di Us yang baru viral akhir-akhir ini. Romo Rico, Pastor Paroki Santo Paulus telah mengunjungi kampung Us, tanpa lelah membangun komunikasi dengan kelompok yang ada dalam hutan maupun yang saat itu masih berada dalam kampung.

    Hal itu sudah terlihat dalam beberapa kesempatan yang dilakukan sejak awal bulan ini kata Mario Fransisco Talubun. Ia melanjutkan, Jadi sepenuhnya keliru apabila ada kesan bahwa gereja katolik tidak memeberikan perhatian dan bertindak.

    “kemarin tanggal 22 malam kami bersama Bapa Uskup dan jajaran hierarki yang ada di kabupaten Fakfak telah duduk bersama untuk melihat masalah ini. Ada Romo Alex ketua TPW, Romo Rico pastor paroki Santo Paulus, Romk Yosep Lamak, Pastor Pra Paroki Santo Gerardus Mayella.

    Hadir pula tokoh masyarakat, adat dan gereja bapak Fredy Warpopor, dan saya sendiri mewakili entitas muda gereja katolik. kami bertemu untuk melaporkan perkembangan situasi di Kampung Us, mengevaluasi langkah-langkah yang telah kami upayakan kemarin, serta berdiskusi mengenai langkah apa yang harus kami lakukan kedepan.

    Jadi sekali lagi keliru kalau ada ada kesan gereja acuh terhadap permasalahan ini. Umat kami paling banyak jadi korban”, kata Mario dengan nada yang cukup tegas (Jumat, 25 Maret 2022).

    Mario yang juga adalah Pengurus Pemuda Katolik (PK), Dia melanjutkan, Uskup Manokwari – Sorong dalam kesempatan itu menyampaikan keprihatinan, kesedihan dan sangat menyayangkan adanya terror dan perpecahan yang membuat warga sampai mengosongkan kampong Us.

    “Beliau berterima kasih kepada tokoh gereja, adat, masyarakat, pemerintah, pihak keamanan dan siapa saja yang sejak awal telah mengupayakan penyelesaian masalah ini

    Mengenai terminology ‘sesat’ yang ramai dibicarakan di medsos saat ini bapa uskup memberi arahan yang bagi saya sangat bijaksana. Beliau menghimbau untuk sangat berhati-hati sebab dalam gereja katolik terminology ‘sesat’ mempunyai implikasi dan konsekuensi yang tidak sepele. Lagipula menurut beliau proses ini masih berjalan, actor intelektualnya pun belum diamankan dan tentu belum bisa dimintai keterangan serta pertanggung jawaban. Disisi lain bapa uskup terus mendorong adanya dialog yang bermartabat sebagai pisau untuk membedah permasalahan ini”, lanjut Mario.

    Dilanjutkan juga oleh Mario, Dalam pertemuan itu ada beberapa kesimpulan yang kami ambil sebagai sikap gereja katolik dengan bunyi sebagai berikut:

    1. gereja katolik sejak awal terus memantau dan siap bekerja sama untuk penyelesaian masalah ini.

    2. pertama-tama mendorong upaya dialog yang bermartabat sehingga tidak menciptakan jurang yang semakin menjauhkan kita dari kebersamaan.

    3. berterima kasih kepada semua pihak yang telah sejak awal hingga saat ini masih terus membantu serta mengupayakan pendekatan-pendekatan yang lebih humanis.

    4. mendorong masyarakat pada umumnya dan umat gereja katolik khususnya untuk segera menggalang bakti social untuk membantu saudara-saudara di kampong Us yang terdampak.

    5. mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah dan pihak keamaan untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu karena situasi sudah cukup meresahkan.

    Menurut Mario lagi, krisis di kampong Us ini harus segera diselesaikan.

    “Masalah ini menyerang sendi-sendi kebersamaan kita di Fakfak, 1 tungku 3 batu yang inklusif. Bukan Cuma agama, masalah ini juga melibatkan nilai-nilai adat serta sarat isu politik/pemerintahan/keamanan. Ini salah satu contoh krisis multidemensi, jadi ayo kita sama-sama bergandengan tangan menyelesaikan sembari belajar dari masalah ini. Ini alarm hati nurani untuk kita semua, bukan untuk saya punya romo Rico dari paroki St. Paulus saja yang pulang balik masuk hutan urus masalah ini saja. Percayalah ini akan selesai dengan baik dan kita semua secara bersama-sama akan kembali menjadi lebih kuat dari sebelumnya”. Tutup Mario.

     

  • Ingat Kembali Janji Untung Tamsil Untuk Renovasi Stadion 16 November

    Ingat Kembali Janji Untung Tamsil Untuk Renovasi Stadion 16 November

    Rumput Telah Tumbuh di Tribun Ekonomi
    Rumput Telah Tumbuh di Tribun Ekonomi

    Fakfak, majalahkribo.com Janji Bupati Fakfak Untung Tamsil S.sos, M.Si untuk merenovasi stadion 16 hanya sebatas janji dan kini belum terjawab sama sekali.

    Seminggu sebelum di lantik oleh Gunerbur Papua Barat di Manokwari, UT sapaan akrab Bupati termuda di Provinsi Papua Barat itu, mendatangi Stadion 16 November untuk bertemu dengan warga diseputaran stadion dan mendengarkan keluhan warga.

    Dihadapan warga yang hadir, UT yang saat ini menjabat sebagai Bupati Fakfak ini berjanji akan merenovasi stadion 16 November Fakfak.

    Baca Juga: Untung Tamsil Membuka Kejurda Tenis Meja 

    Dia (Bupati Fakfak) juga mengatakan, nantinya stadion 16 November yang akan di renovasi itu, akan disertai juga tempat – tempat jualan bagi masyarakat di seputaran stadion.

    Selain itu, Untung Tamsi juga menjelaskan bahwa stadion 16 November akan di perlebar dan perpanjang lapangan sepakbola. Hal itu dikarenakan saat ini lapangan kebangsaan masyrakat Fakfak ini masih kurang untuk memenuhi standar PSSI.

    Baca Juga: Pasca Terjadi Cuaca Extrim, Bupati Fakfak Mengadakan Kunjungan di Sejumlah Tempat

    Tak hanya itu, mantan ketua KNPI Kabupaten Fakfak ini juga berjanji akan mengaktifkan kembali olahraga sepak bola di kabupaten Fakfak yang saat ini telah mati.

    Kondisi Stadion 16 November Saat Ini

    Crew media ini merupakan salah satu saksi yang mendengarkan serta merekam janji Bupati Fakfak saat berkunjung di Stadion 16 November.

    Dalam laporannya kepada kantor Redaksi Majalahkribo.com kondisi stadion saat di tidak terawat dengan baik, bahkan kata crew media ini dari Fakfak, kondisi stadion sudah seperti hutan.

    “Tak ada perawatan kawan (redaksi), yang babat juga bukan dari pemerintah atau pengelola stadion itu pengguna yang swadaya. Tribun ekonomi rumput sudah tumbuh dan tembok – tembok stadion kotor tercoret -coret”, kata Naldo crew majalahkribo.com langsung dari Fakfak Jumat, (25/03/22) malam.

    Ia menambahkan, Bupati Fakfak pernah berjanji untuk merenovasi stadion namun sampai saat ini belum ada sama sekali “Kaka UT itu sempat janji tetapi mungkin dia lupa”, tambahnya.** (Ros/R.L/Redaksi)