Penulis: R’naldo

  • Berjualan Dijalan Raya, Pedagang Tidak Akan Pindah Hingga Bupati Fakfak Tiba

    Berjualan Dijalan Raya, Pedagang Tidak Akan Pindah Hingga Bupati Fakfak Tiba

    Jurnalis Warga

    Fakfak -Sejumlah Pedagang di Pasar Seberang berjualan di jalan raya Jumat, (22/07/22) sekitar Pukul 02.30 WIT.

    Para pedagan yang berjualan di jalan raya itu, membuat warga Fakfak kaget, bahkan bertanya – tanya apa penyebab para pedagang bisa berjualan di jalan raya.

    Kepada Papua Grup Media, salah satu warga Fakfak yang tak ingin namanya di sebut dalam media mengatakan, dari penelusuran Dia (narasumber media ini), para pedagan yang berjualan di jalan raya merupakan para Pedagang yang mempunyai tempat berjualan di los pasar bagian bawah.

    “Itu mereka yang berjualan dibawah, lalu naik berjualan dijalan raya”, kata narasumber.

    Lanjut “Mereka kecewa karena tidak ada keadilan. Mereka di suruh jualan ke bawah, sedangkan yang lain masih menetap di atas. Dan terkadang mereka yang berjualan bawah, barang jualan tidak laku, karena rata – rata para pembeli tidak mau ke bawah, dan hanya membeli di atas.

    Lanjutnya informan media ini, “mereka (pedagang) tidak akan bergeser dari jalan raya hingga Bupati datang” lanjut dia.

  • Diduga Mal Praktek di RSUD Fakfak, Keluarga Korban Mendatangi Mapolda Papua Barat

    Diduga Mal Praktek di RSUD Fakfak, Keluarga Korban Mendatangi Mapolda Papua Barat

    Manokwari, 21 Juli 2022. Aksi demo yang dilakukan pihak keluarga atas nama anak Arisky Jordan Wouw  di depan Polda Papua Barat meminta Kapolda mengevaluasi kinerja Polres Fakfak.

    Aksi ini terkait tidak ada tindak lanjut dari Polres Fakfak dalam penanganan laporan pihak keluarga atas dugaan Mal Praktek Di RSUD Fakfak yang menyebakan meninggalnya anak Jordan Wouw beberapa waktu lalu.

    “menyikapi perkembangan kasus dugaan mall praktek yang dilakukan oleh RSUD Fakfak yang mengakibatkan hilangnya nyawa cucu, adik, anak kami Arisky Jordan Wouw, untuk itu kami dari pihak keluarga datang ke Polda Papua Barat untuk mencari keadilan”, tegas Maryena Wouw yang dihubungi via Wa.

    Keluarga menempuh cara seperti ini agar apa yang menjadi bentuk kekecewaan keluarga karena menunggu lama lanjutan laporannya.

    Mencari keadilan yang dijamin konstitusi Negara kita dalam sila kelima ‘Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’, untuk itu sebagai warga negara yang saat ini merasa tidak mendapatkan keadilan yang di amanatkan dalam UUD dan konstitusi meminta kepad Kapolda Papua Barat untuk menindak lanjuti laporan kasus ini yang kuat melanggar hak hidup manusia.

    Terdapat beberapa keberatan dan tuntutan pihak keluarga yang dibawa dan diserahkan ke pihak Polda Papua Barat yang diterima langsung oleh Kepala Reskrim UM.

    “Kami segera bentuk tim dan akan meninjau langsung ke fakfak terkait masalah yang dilapor”, ucap Kepala Reskrim.

    Selanjutnya ujar Yulius Wouw menyampaikan bahwa Kami Pihak Keluarga menyampaikan pengaduan kepada Kapolda Papua Barat untuk segera mengevaluasi kinerja Polres Fakfak karena kami datang ini mencari keadilan dan hukum itu harus ditegakkan.

    Tidak menindak lanjuti laporan yang dilakukan Polres Fakfak diduga bisa menjadi pemicu atas hilangnya kepercayaan masyarakat atas citra Lembaga kepolisian.

    J.F/Redaksi

  • Surat terbuka Pastor Izak Bame Kepada Pimpinan TPN-OPM & Pimpinan TNI-POLRI

    Surat terbuka Pastor Izak Bame Kepada Pimpinan TPN-OPM & Pimpinan TNI-POLRI

    Sorong – Ketua kerasulam Awam Keuskupan Manokwari – Sorong, Pastor Izak Bame Pr, meminta kepada;

    1. Pimpinan TPN-OPM di Seluruh Tanah Papua dan Luar Negeri.
    2. Presiden Republik Indonesia di Jakarta.
    3. Panglima TNI di Jakarta
    4. Kapolri di Jakarta.
    5. Mentri Dalam Negeri di Jakarta.
    6. Ketua Komisi IX DPR RI di Jakarta.

    Dengan hormat,

    Mencermati peristiwa pembantaian atau pembunuhan terhadap 9 orang sipil di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, pada hari Sabtu, 16 Juli 2022, maka:

    “Saya Pastor Izaak Bame, Pastor Gereja Katolik Keuskupan Manokwari -Sorong Papua Barat menyampaikan pendapat terkait dengan peristiwa pembantaian 9 orang sipil yang tidak bersalah sebagai berikut:

    Pertama  Saya atas nama seluruh rakyat asli papua yang punya kerinduaan merdeka

    dari penjajah Indonesia menyampaikan “TURUT BERDUKA CITA YANG MENDALAM ATAS KEMATIAN 9 ORANG  yang tidak bersalah ini.Doa saya menyertai mereka kiranya Tuhan Yesus menyambut mereka ditempat yang telah Ia sediakan. Doa saya juga untuk keluarga -sanak saudara para korban kekerasan  yang menerima berita tentang KEMATIAN keluarga mereka dihibur, dikuatkan oleh Tuhan Yesus sebagaimana Tuhan Yesus menghibur Martha dan Maria ketika saudara terkasih mereka dua Lazarus meninggal. Kedua: Kepada Pimpinan TPN-OPM yang ada diseluruh tanah Papua dan Luar Negeri ” Saya mohon lakukan EVALUASI yang mendalam atas cara dan tindakan yang terjadi di Papua ini terutama cara KEKERASAN yang dialamatkan kepada MASYARAKAT SIPIL.

    Saya dengan HATI NURANI yang mendalam mau sampaikan kepada pimpinan TPN-OPM diseluruh tanah Papua dan Luar Negeri  bahwa perjuangan kita untuk keluar dari PENJAJAHAN INDONESIA itu bukan dengan cara KEKERASAN apa lagi membunuh warga SIPIL.

    Perjuangan dizaman modern ini tidak bisa lagi dengan KEKERASAN karena setiap anak manusia yang hidup saat ini  pasti menolak KEKERASAN dan pada saat yang sama banyak anak manusia diseluruh dunia akan berkata “TINDAKAN KEKERASAN BUKAN CARA UNTUK MEMPERJUANGKAN SUATU DAERAH MERDEKA DARI BANGSA YANG SEDANG MENJAJAH.

    Untuk itu saya meminta kepada PIMPINAN TPN-OPM di seluruh tanah Papua dan di Luar Negeri mari BANGUN KOMITMEN bahwa KITA BERJUANG DENGAN CARA DAMAI yaitu DIALOG dan DIPLOMASI. Jangan kita cepat menanggapi cara kerja PEMERINTAH INDONESIA dengan EMOSIONAL dengan KEKERASAN apa lagi membunuh WARGA SIPIL.Saya yakin warga SIPIL dari NUSANTARA yang hidup diatas tanah Papua mereka bukan penyebab dan penghalang PERJUANGAN RAKYAT PAPUA menuju KEMERDEKAAN, mereka datang ada dan hidup bersama KITA RAKYAT PAPUA karena punya KEYAKINAN Bahwa RAKYAT PAPUA itu MANUSIA sama seperti mereka. Untuk  itu sekali lagi saya mohon kepada Pimpinan TPN-OPM supaya adakan EVALUASI MENYELURUH terkait PERJUANGAN TPN-OPM selama ini sebab bagi saya perjuangan denggan  cara KEKERASAN apa lagi terhadap warga SIPIL yang  tidak bersalah bukanlah TUJUAN DARI PERJUANGAN KITA.

    Ketiga: Kepada Presiden, Panglima TNI,KAPOLRI, Mentri Dalam Negeri, Ketua KOMISI IX DPR RI SIAP BERTANGGUNG JAWAB atas peristiwa PEMBUNUHAN terhadap 9 orang yang tidak bersalah ini. Karena apa yang dilakukan oleh PIMPINAN TPN-OPM di Kabupaten NDUGA  Propinsi Papua sebagai tanggapan atas sejumlah KEPUTUSAN YANG TIDAK  ADIL TERHADAP HIDUP RAKYAT ASLI PAPUA. Seluruh PIMPINAN TPN-OPM secara tegas dan terbuka MENOLAK PERPANJANGAN UNDANG-UNDANG OTSUS yang didalamnya ada PEMEKARAN.

    Para ELIT POLITIK JAKARTA jangan ANDA KORBANKAN MASYARAKAT SIPIL.  Lewat kesempatan ini juga saya mohon kepada PRESIDEN agar jangan dulu tanda tangan UNDANG-UNDANG PEMEKARAN YANG SUDAH DISAHKAN OLEH DPR RI 30 Juni 2022.

    Tindakan pembataian atau Pembunuhan terhadap 9 orang tidak bersalah ini sebagai akibat dari SIKAP PEMERINTAH INDONESIA yang tidak mau mendengarkan PENDAPAT RAKYAT ASLI PAPUA secara menyeluruh.

    Saya secara tegas menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia yang tercinta supaya BUKA HATI untuk dengar PENDAPAT  dari RAKYAT ASLI PAPUA, bukan dengar dari KAMARUDIN WONABUN,YAN MANDEMAS,YORIS RAWIYAI, BIN, Mentri Dalam Negeri, Para Bupati-Wali Kota, karena SESUNGGUHNYA TIDAK PERNAH MELAKUKAN PENYARINGAN PENDAPAT SECARA TERBUKA DAN TANGGUNG JAWAB TERKAIT perpanjangan Undang-undangan OTONOMI KHUSUS yang didalamnya ada PEMEKARAN.

    Kepada seluruh KELURGA KORBAN baik yang 9 orang pada tgl 16 Juli 2022 mau pun yang sebelum-sebelumnya JANGAN MARAH KEPADA KAMI RAKYAT ASLI PAPUA TAPI MARAHLAH KEPADA PRESIDEN, TNI-POLRI-DPR RI-BIN karena KEBIJAKAN MEREKA MENYEBABKAN KORBAN.Kepada seluruh RAKYAT INDONESIA saya mohon supaya anda baik secara pribadi dan  lembaga MEMPELAJARI secara  SAKSAMA terkait STATUS TANAH PAPUA berasarkan ” HUKUM INTERNASIONAL” agar Rakyat Indonesia bisa mengerti latar belakang RAKYAY ASLI PAPUA terus BERONTAK MELAWAN PEMERINTAH INDONESIA.

    Keempat: Kepada pihak internasional terutama Negara-Negara Pendonor DANA saya atas nama seluruh Rakyat Asli Papua meminta agar JANGAN MEMBERI DANA BANTUAN Kepada PEMERINTAH INDONESIA karena PEMERINTAH INDONESIA tidak menggunakan DANA BANTUAN TERSRBUT SESUAI TUJUANNYA,bantuan Dana ini juga merupakan SALAH SATU AKAR MASALAH ANTARA RAKYAT ASLI PAPUA dengan PEMERINTAH INDONESIA saat ini.

    Demikian surat saya dengan harapan seluruh lapisan Masyarakat PAPUA non PAPUA yang membaca tulisan ini dengan HATI agar memahami maksud tulisan ini. Klasalaman Kota Sorong Papua Barat,18 Juli 2022, Izaak Bame.

    BACA JUGA: Pastor Izak Bame: Negara Sedang Ketakutan

  • Sibuk Deklarasi DOB Provinsi Bomberai Dibalik Janji #Fakfak Tersenyum Belum Terjawab

    Sibuk Deklarasi DOB Provinsi Bomberai Dibalik Janji #Fakfak Tersenyum Belum Terjawab

    Fakfak – Janji Politik Bupati Fakfak, Untung Tamsil,S.Sos,M.Si dan Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom,S.E, MM untuk mewujudkan kabupaten Fakfak yang tersenyum dianggap belum terjawab alias gagal.

    Bahkan, Bupati Fakfak Untung Tamsil diminta untuk lebih fokus membahas tentang permasalahan – permasalahan yang terjadi di Kabupaten Fakfak serta memcari solusi untuk dapat mewujudkan janji Politiknya.

    “Ingat janji Fakfak Tersenyum belum terjawab. Jadi Fokus untuk menjawab itu janji yang keluar dari Mu Itu Pak Bupati Fakfak”, kata Ronald Letsoin (Rabu, 06/07/22) malam.

    Pemuda kelahiran Fakfak dengan hobinya menulis ini menambahkan, jika Bupati Fakfak lupa tentang janjinya itu. Bahkan Ronald berkata lagi, bahwa janji UT sapaan akrab Bupati Fakfak itu diketahui oleh semua orang.

    “Ingat Bapa Bupati Fakfak, semua janji bapa itu diketahui oleh semua orang. Jejak Digital tidak bisa disembuyinkan”, tambah Ronald

    Bahkan ia melanjutkan, jika janji Fakfak Tersenyum belum terjawab, jangan lagi sibuk urus DOB “Fokus ke Fakfak. Apakah sudah tersenyum? Stop sudah janji – janji jika janji itu tidak bisa Anda Jawab”, Mintanya.





  • CUCI MOTOR TANPA SENTUH

    CUCI MOTOR TANPA SENTUH

    merupakan tempat cuci motor yang berada di kabupaten fakfak tepatnya di kompleks kawasan. cucian motor ini, menggunakan inovasi terbaru dalam mencuci motor, sehingga waktu pencucian motor terasa lebih cepat. jadi untuk kalian semua yang ingin mencuci motor dan tidak ingin menunngu lama maka “cuci motor tanpa sentuh adalah solusinya. “Bersih, cepat serta tenpa sentuh pastinya”

  • Pastor Izak Bame: Negara Sedang Ketakutan

    Pastor Izak Bame: Negara Sedang Ketakutan

    Fakfak, majalahkribo.com  Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manokwari Sorong, Pastor Izak Bame Pr, mengatakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di tanah Papua menunjukan bahwa Negara Indonesia sedang ketakutan.

    Hal tersebut dikatakan Pastor Izak Bame Pr, saat menghadiri acara 128 tahun sejarah Agama katolik masuk di tanah Papua yang dilaksanakan di kabupaten Fakfak.

    “Bicara Hak Asasi Manusia (HAM) itu tidak hanya Gereja Katolik yang bicara, tapi itu menjadi tanggungjawab seluruh umat manusia.

    Martabat setiap pribadi manusia itu harus ditempatkan di atas segalanya. Kami orang Katolik terutama Pastor di Papua berapa kali bersuara, membuat seruan dan lain-lain.

    Sebagai manusia yang beriman terkait dengan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua saat ini, akan terus terjadi. Pengiriman pasukan militer dengan jumlah besar, saya sendiri semakin yakin bahwa ketakutan negara kita sangat berlebihan”, kata Pastor Izak 22 Mei Lalu.

    Dilanjutkan Pastor Izak Bame, Negara seharusnya bijak dan permasalahan yang sedang terjadi di Papua tidak dapat diselesaikan dengan menambahkan pasukan Militer ke Papua.

    “Masalah – masalah ini yang harus diselesaikan bukan menambah tentara.

    Ketika ada kejadian atau masalah di Papua, semua pasukan bersenjata dikirim dan digerakan ke situ, lalu menangkap rakyat sembarangan.

    Namun ketika dicek, ternyata tidak terbukti dan terakhir Negara katakan lagi mereka salah tangkap. Pertanyaan saya kalo negara salah artinya keamanan kita negara profesional?”.

    Lanjutnya Pastor Izak, “Ini fakta dan sudah terjadi baru -baru ini di Maybrat”, beber Pastor.

  • Wanita Katolik di Dogiyai Mengadakan Pameran

    Wanita Katolik di Dogiyai Mengadakan Pameran

    Dogiyai, majalahkribo.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo melaksanakan kegiatan pameran bertempat di halaman kantor distrik kamuu Utara Kabupaten Dogiyai.

    Kegiataan pameran Wanita Katolik di Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo, Keuskupan Timika dimulai sejak hari Rabu, 18 Mei 2022 dan dilaksanakan selama 3 hari.

    Baca Juga: Diawali Dengan Misa, WKRI DPC Santo Paulus Resmi Dilantik

    Hal tersebut dikatakan Nela Mote selaku kordinator kegiatan Wanita Katolik “k
    Kami adakan kegiatan Pameran selama 3 Hari. Kegiataan yang dilaksanakan pameran yaitu; bazar, jual-jualan berbagai motif perhiasan rumah, ayaman noken, baju, topi, cawak, dll”, Kata mote dalam kepada majalahkribo.com.

    Dilanjutkan, kegiatan pameran ini merupakan hasil karya dan usaha dari Wanita Katolik di 6 Stasi yang berada Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo, Dogiyai.

    “Kegiatan seperti ini setiap tahun adakan 2 kali, ada juga Simpan Pinjam, Pameran dan kegiatan kearifan lokal budaya seperti Tarian Adat Meepago, cerdas cermat, baca kitab suci dan perlombaan”, ucapnya.

    Baca Juga: Wanita Katholik Adakan Lomba Cerdas Cermat

    Ia melanjutkan lagi, tujuan kegiatan ini menargetkan kepada generasi muda, agar dapat berkembang melalui Gereja, adat dan pemerintah.

     

  • Bawaslu Dogiyai Gelar Bimtek Laporan Hasil Pengawasan Pemilu

    Bawaslu Dogiyai Gelar Bimtek Laporan Hasil Pengawasan Pemilu

    Dogiyai, majalahkribo.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Dogiyai mengadakan bimbingan teknik, pengisian formulir model A laporan hasil Pengawasan Pemilu pada Selasa,17 Mei 2022 bertempat di ruang kerja Kantor Bawaslu Kabupaten Dogiyai.

    Kegiatan tersebut, dibuka secara resmi oleh Ketua Komisioner Bawaslu Dogiyai, Mecky Tebay dan Kordiv SDM, serta juga didampingi Sekretarias Bawaslu Bogiyai, Matihas Goo, dan juga Staf Bawaslu kabupaten Dogiyai.

    Baca Juga: Kunjungan Kerja Supervisi Ketua Bawaslu Provinsi Papua di Kabupaten Dogiyai

    Ketua Bawaslu dalam sambutannya mengatakan, tugas bawaslu sangat berat, oleh karena itu bimtek sangat perluh dilakukan.

    “Kerja-kerja Kita Bawaslu itu sangat berat, sehingga tanggungjawab kita baik itu komisioner maupun Staf lebih siap dari mulai sekarang”, terang Tebay.

    Pada kesempatan itu juga, dirinya juga berharap kepada peserta bimtek agar mengikuti pelatihan dengan baik, serta serius dalam berlatih.

    Baca Juga: Para Pemimpin Meepago Takut

    “Bahan yang kita siapkan untuk kedepan. Jadi komisioner beserta Staf Bawaslu wajib isi sesuai formulir Tentang laporan hasil pengawasan Pemilu 2024 nantinya”, harap Keiya.

    Untuk pelatihan bimbingan teknis pengisian Formulir model A Laporan Hasil pengawasan Pemilu di pandu oleh komisioner, Renny Keiya selaku Kordiv PHL/Hubal.

    Pewarta: Yesaya Go

  • SMK N 1 Fakfak Dipalang, Mana Janji Pemerintah?

    SMK N 1 Fakfak Dipalang, Mana Janji Pemerintah?

    Fakfak, majalahkribo.com – SMK Negri 1 Fakfak yang berlokasi di Kampung Perwasak, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kembali dipalang oleh pemilik hak wilayat pada Jumat, 13 Mei 2022, sekitar Pukul 10.00 WIT.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah guru, siswa dan warga sekitar, kejadian pemalangan SMK N 1 Fakfak sudah sering terjadi. Bahkan, dengan kejadian pemalangan sekolah tersebut, parah guru dan siswa telah mengkosongkan sekolah.

    Baca Juga: Bupati Untung Tamsil Diminta Agar Tepati Janji Politiknya di Dunia Pendidikan

    Seorang guru mata pelajaran agama, Yeni nama guru itu, Ia mengatakan untuk saat ini peralatan belajar mengajar di SMK N 1 telah di pindahkan. Dilanjutkan, dirinya sangat berharap agar persoalan yang sedang terjadi sekolahnya segera diselesaikan oleh pemerintah.

    “Pemerintah pernah janji untuk selesaikan tapi tidak ada tindakan. Jadi begini hasilnya, anak -anak yang jadi korban.
    Kasihan mereka”, terangnya.

    Baca Juga: Ingat Kembali Janji Untung Tamsil Untuk Renovasi Stadion 16 November

    Untuk diketahui, permasalahan tanah di SMK Negri 1 sudah sering terjadi. Bahkan ditahun 2021, parah siswa telah melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Fakfak dan aspirasi mereka telah diserakan kepada Ketua DPRD Fakfak, Siti Rahma Hegemur dan anggota DPRD Fakfak Marcel Rahamitu.

  • 1,250 Milyard Gaji Guru Kontrak di Nabire Belum Terbayarkan

    1,250 Milyard Gaji Guru Kontrak di Nabire Belum Terbayarkan

    Nabire, majalahkribo.com – Disebabkan tak terbayarkan gaji selama lima bulan, sejumlah guru kontrak dikabupaten Nabire mengeluh dan berharap gaji mereka segera dibayarkan.

    Hal itu dikatakan salah satu guru kontak dikabupaten Nabire dengan inisial BI. Ia mengatakan, total guru kontrak yang belum menerima gaji selama lima ulan sebanyak 100 guru.

    Baca Juga: Demo Di Nabire Berhasil Dibubarkan Aparat

    “100 guru kontrak yang belum menerima gaji”, katanya Jumat, (13/05/22) malam. Ia melanjutkan bahwa total gaji yang harus diterima untuk satu guru dalam waktu lima bulan, nominalnya sebesar 12.500.000 (Dua belas juta lima ratus).

    “Satu bulan gaji kita sebesar 2.500.000 (Dua juta lima ratus). Ini sudah lima bulan belum dibayarkan”, katanya.

    Dilanjutkan, perjuangan mereka untuk meminta pembayaran gaji, sudah didengar oleh Sekda Nabire, namun hingga saat ini, belum ada kepastian.

    “Bulan lalu sudah ketemu sekda, namun belum ada kepastian”, katanya.

    Diketahui, sebanyak 100 guru kontrak yang belum menerima gaji selama lima bulan, murupakan guru 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) yang bertugas dikabupaten Nabire.