Maybrat, majalahkribo.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Maybrat berlangsung meriah mewarnai pembagian pangan lokal kepada masyarakat di Alun-Alun Faitmayaf, Kumurkek, Senin (4/5/2026).
Usai upacara resmi, ratusan warga langsung menyerbu pembagian 1.000 paket pangan lokal berupa keladi dan bibitnya hingga habis dalam waktu kurang dari 30 menit.
Penyaluran paket pangan lokal yang disediakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menjadi salah satu momen paling ramai dalam rangkaian perayaan HUT ke-17 tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat saat mereka mengelilingi truk pengangkut keladi untuk mendapatkan bagian.Kegiatan launching penyaluran dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, didampingi Bupati Maybrat Karel Murafer, Wakil Bupati Fernando Solossa, Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya Ortis Sagrim, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat, Korneles Naa, mengatakan program ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Kegiatan penyediaan dan penyaluran 1.000 paket pangan lokal keladi khas Maybrat ini menandakan upaya pemerintah untuk mendorong penguatan dan pengembangan komoditas pangan lokal unggulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menghadapi keterbatasan ketersediaan pangan strategis nasional seperti beras, sekaligus mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga.
“Pemda berharap masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya pangan lokal secara masif, sehingga kebutuhan harian keluarga tidak selalu bergantung pada pangan dari luar daerah,” katanya.
Menurut Korneles, keladi memiliki nilai penting sebagai identitas sekaligus komoditas unggulan masyarakat Maybrat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Keladi ini menjadi ciri khas Maybrat. Setiap keluarga diharapkan memiliki lahan dan memproduksi keladi, baik untuk konsumsi maupun dijual,” tambahnya.
Ia juga mengakui masih ada tantangan dalam pemanfaatan lahan tidur oleh masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berupaya memberikan stimulus agar masyarakat kembali aktif berkebun.
“Kami ingin merangsang keluarga untuk melihat bahwa pemerintah hadir dan memberi perhatian pada pengembangan pangan lokal,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan produk turunan keladi melalui pelaku UMKM, seperti keripik dan olahan lainnya, guna meningkatkan nilai ekonomi.
“Jangan takut berkebun karena tidak ada pembeli. Bertani itu tidak rugi, minimal bisa memenuhi kebutuhan keluarga, selebihnya bisa dijual. Pemerintah akan berupaya membuka peluang pasar,” katanya.
Korneles menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini menjadi indikator positif bagi pengembangan pangan lokal ke depan.
“Kami melihat minat masyarakat cukup tinggi. Ini menjadi harapan besar bagi pemerintah untuk terus mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan,” tutupnya.
Penyaluran pangan lokal ini menjadi salah satu kegiatan paling menonjol dalam perayaan HUT ke-17 Maybrat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan kuat dalam ketahanan pangan.
Pewarta: Charles Fatie