Fakfak, majalahkribo.com – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat sekaligus Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, memanfaatkan momentum Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Almunawara, Fakfak, Rabu (18/3/2026), untuk memaparkan sejumlah program strategis pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Samaun menegaskan peran ganda dirinya sebagai kepala daerah sekaligus pimpinan partai, yang memberi peluang strategis untuk mempercepat pembangunan di wilayahnya melalui koneksi hingga tingkat pemerintah pusat.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pengembangan jaringan listrik, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana menjadi prioritas program ini pada tahun 2026, dengan bantuan dan pengembangan jaringan listrik tenaga surya dijadwalkan segera direalisasikan.
“Melalui koneksi yang kami miliki di Partai Golkar, kami dapat mempercepat realisasi program ini agar masyarakat di Fakfak dan Kaimana dapat merasakan manfaat listrik tenaga surya yang lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Samaun Dahlan.
Program PLTS ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan listrik, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Samaun Dahlan memaparkan rincian program prioritas pemerintah daerah di sektor kelistrikan. Fakfak akan mendapatkan 13 titik PLTS dengan total anggaran sekitar Rp190 miliar, menyasar kampung dan pulau yang belum teraliri listrik. Sementara Kabupaten Kaimana dijadwalkan menerima lebih banyak, dengan total anggaran lebih dari Rp400 miliar.
Selain itu, pengembangan PLTS juga difokuskan pada pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Untuk Fakfak, sebanyak 26 putra asli daerah telah disiapkan melalui pelatihan teknis khusus untuk mengelola, mengoperasikan, dan memelihara PLTS secara mandiri.
Samaun menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
“Semua ini tercapai karena dukungan penuh dari pemerintah pusat dan jaringan Partai Golkar, sehingga masyarakat di Fakfak dan Kaimana dapat menikmati listrik tenaga surya yang berkelanjutan,” tutur Samaun Dahlan.
Program PLTS ini menjadi solusi strategis untuk melistriki wilayah pesisir dan pedalaman secara mandiri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan tenaga kerja daerah.
Samaun Dahlan juga menekankan bahwa kenaikan status PLN Fakfak beberapa waktu lalu merupakan bukti kepedulian Bahlil Lahadalia terhadap masyarakat Papua, khususnya Kabupaten Fakfak. PLN Fakfak resmi naik status dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) menjadi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) setingkat cabang pada 16 November 2025.
Perubahan status ini bertujuan memperkuat kemandirian pengelolaan listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung kebutuhan investasi energi di wilayah Fakfak dan sekitarnya.
“Peningkatan status ini bagian dari visi menghadirkan listrik 24 jam ke seluruh distrik dan kampung di Fakfak. Dengan langkah strategis ini, masyarakat Fakfak diharapkan dapat menikmati layanan listrik yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Samaun Dahlan.
Selain itu, sejumlah rumah warga sudah teraliri listrik pada tahun 2026 melalui Program Penyambungan Baru Listrik (PBL) yang dicanangkan Kementerian ESDM. Pemerintah daerah juga akan menanggung seluruh biaya pemasangan listrik baru ke rumah warga yang belum terpasang aliran listrik.
“Tahun ini kami gratiskan seluruh biaya penyambungan listrik baru ke rumah warga. Targetnya seluruh lampu di Fakfak menyala 1×24 jam pada tahun 2026″, tambahnya.