Fakfak, majalahkribo.com– DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Munawwarah Fakfak, Rabu (18/3/2025).
Kegiatan ini diinisiasi oleh DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat dan diikuti jajaran DPC Partai Golkar Kabupaten Fakfak sebagai bagian dari upaya konsolidasi sekaligus penguatan struktur partai di daerah.

Sekretaris DPC Partai Golkar Kabupaten Fakfak, Suriadi, SH., MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Golkar bukan sekadar partai politik, tetapi kekuatan yang terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Papua Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai partai modern, Golkar tidak hanya berfokus pada kepentingan politik, tetapi juga berkomitmen untuk bekerja demi kesejahteraan rakyat.
“Keberhasilan Golkar bukan diukur dari kekuasaan, tetapi dari seberapa besar kita berbuat untuk masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus DPC Partai Golkar Kabupaten Fakfak, Ketua DPD Samaun Dahlan, yang juga menjabat sebagai Bupati Fakfak, bersama jajaran pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, di antaranya Sekretaris Ferry Auparay dan Bendahara Kelvin Winata.

Dalam sambutannya, Samaun Dahlan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa Safari Ramadan tahun ini dilaksanakan di tiga daerah, yakni Manokwari, Teluk Bintuni, dan Kabupaten Fakfak sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara partai dan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Ia juga menyoroti besarnya tanggung jawab yang diembannya sebagai kepala daerah sekaligus pimpinan partai. Posisi tersebut, kata dia, menjadi peluang strategis untuk mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Fakfak melalui penguatan koneksi dan dukungan di tingkat pusat.
Dalam kesempatan itu, Samaun Dahlan memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah, terutama di sektor kelistrikan melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Fakfak mendapatkan sekitar 13 titik dengan total anggaran kurang lebih Rp190 miliar, yang menyasar kampung dan pulau yang belum teraliri listrik,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa status PLN Fakfak yang sebelumnya ranting kini telah meningkat menjadi cabang, sehingga diharapkan pelayanan listrik kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
Selain itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan program pemasangan listrik gratis bagi warga yang belum memiliki sambungan listrik, khususnya di wilayah kampung dan pulau.
Di sektor infrastruktur, pembangunan bandara terus didorong dengan target pada tahun 2028 Fakfak sudah dapat didarati pesawat berbadan besar. Akses jalan menuju bandara sepanjang 4 kilometer juga tengah dalam proses pembangunan.
Samaun Dahlan menegaskan bahwa setelah persoalan listrik mulai teratasi, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Permasalahan utama di Fakfak saat ini adalah listrik dan air. Jika listrik sudah membaik, maka ke depan kita akan fokus penuh pada penyelesaian air bersih,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Samaun Dahlan juga menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang nilai toleransi “satu tungku tiga batu”, yang telah lama menjadi simbol persatuan masyarakat Fakfak.
Ia menegaskan bahwa Perda tersebut tidak sekadar menjadi aturan administratif, tetapi akan menjadi landasan kuat dalam memperkuat kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
“Nilai satu tungku tiga batu ini bukan hanya simbol, tetapi cara hidup masyarakat Fakfak. Kita ingin ini dijaga dan diperkuat melalui kebijakan yang nyata,” ujarnya.
Perda tersebut nantinya akan memuat keberpihakan terhadap kelompok yang membutuhkan, khususnya anak yatim piatu dan panti asuhan, serta dukungan terhadap pembangunan dan pemeliharaan rumah ibadah lintas agama.
Sebagai bagian dari implementasi program sosial, Bupati Fakfak mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi secara sukarela dengan menyisihkan Rp50 ribu per bulan.
“Ini bukan paksaan, tetapi ajakan. Kalau dilakukan bersama-sama, hasilnya akan sangat membantu banyak orang,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan yang dihimpun nantinya akan disalurkan secara adil dan proporsional kepada anak yatim piatu dan panti asuhan sesuai dengan masing-masing agama.
Bantuan untuk umat Islam akan disalurkan melalui lembaga di lingkungan Muslim, sementara untuk umat Katolik dan Kristen Protestan akan disalurkan melalui institusi resmi di masing-masing komunitas keagamaan.
“Penyalurannya akan disesuaikan, sehingga semua bisa merasakan manfaat secara adil dan merata,” jelasnya.
Samaun Dahlan juga menekankan bahwa keterlibatan ASN dalam program ini didasarkan pada prinsip keikhlasan, sekaligus sebagai upaya memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kegiatan Safari Ramadan ini ditutup dengan buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial Partai Golkar kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara partai, pemerintah, dan masyarakat semakin erat, serta nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di Fakfak terus terjaga dan semakin kuat.
*Ronaldo Josef Letsoin*