Fakfak, majalahkribo.com — Bupati Fakfak Samaun Dahlan resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan dan Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), narasumber, tim pendamping penerapan aplikasi SRIKANDI, serta peserta bimbingan teknis dari berbagai instansi pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Samaun Dahlan menegaskan bahwa transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pemerintah dituntut bekerja lebih cepat, tepat, transparan, dan akuntabel di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
“Aplikasi SRIKANDI hadir sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang bertujuan mewujudkan pengelolaan arsip dinamis secara elektronik, efektif, efisien, aman, dan terintegrasi antarinstansi pemerintah,” kata Samaun.
Ia menjelaskan, aplikasi SRIKANDI merupakan aplikasi umum bidang kearsipan yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung pengelolaan arsip dan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Sistem tersebut memungkinkan proses persuratan dan administrasi dilakukan secara daring, terintegrasi, dan tanpa kertas (paperless).
Menurutnya, penerapan aplikasi itu akan mempermudah proses tata kelola persuratan, mulai dari pembuatan, pengiriman, penerimaan hingga penandatanganan naskah dinas secara elektronik. Selain itu, aplikasi tersebut juga mendukung pengelolaan arsip yang lebih tertib, cepat, dan aman.
Dalam kesempatan itu, Samaun juga menyinggung pentingnya budaya pengarsipan yang baik dalam pelayanan publik. Ia bahkan mengaitkannya dengan rencana penataan tempat pemakaman umum di Fakfak yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah.
“Kami sudah menyiapkan lahan sekitar lima hektare untuk pemakaman umum baru, dengan pembagian tiga hektare untuk Muslim dan dua hektare untuk non-Muslim. Ke depan kawasan ini akan ditata secara modern dan dilengkapi sistem pendataan yang rapi,” ujarnya.
Ia menginginkan setiap makam nantinya memiliki data yang jelas, mulai dari nama, lokasi blok pemakaman, hingga identitas singkat almarhum maupun almarhumah. Menurutnya, sistem pendataan tersebut penting agar masyarakat tidak kesulitan saat mencari lokasi makam keluarga mereka.
Bupati Fakfak juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi aplikasi SRIKANDI bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan maupun Dinas Komunikasi dan Informatika semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan OPD dan aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan disiplin dalam pengelolaan arsip elektronik, membangun budaya kerja digital yang adaptif, serta memanfaatkan aplikasi SRIKANDI secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Selain itu, Samaun meminta seluruh OPD segera menerapkan aplikasi SRIKANDI versi terbaru secara penuh agar pelayanan administrasi pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Dengan aplikasi ini, disposisi surat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Saya meminta seluruh kepala OPD serius menindaklanjuti penerapan aplikasi SRIKANDI di masing-masing instansi,” katanya.
Di akhir sambutannya, Samaun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari narasumber, panitia pelaksana, hingga seluruh peserta yang hadir.
Ia berharap implementasi aplikasi SRIKANDI di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel.