Share

Timika, majalahkribo.com — Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, Keuskupan Timika, Amandus Rahadat, Pr, menyampaikan klarifikasi resmi kepada umat terkait dinamika yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menyusul viralnya isu dugaan intimidasi oleh aparat militer di lingkungan pastoran.

Dalam pengumuman yang disampaikan pada Minggu (3/5/2026), Pastor Amandus menegaskan bahwa informasi yang beredar luas di media sosial tidak sepenuhnya benar.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran pihak militer pada pertemuan pertama bukan atas undangan gereja, melainkan atas inisiatif mereka sendiri yang sebelumnya meminta izin untuk datang.

“Tidak benar kalau dikatakan tentara datang untuk mengintimidasi atau menginterogasi pastor. Mereka datang dan dalam pertemuan itu justru mengakui kesalahan,” tegasnya.

Menurut Pastor Amandus, dalam pertemuan lanjutan pada Selasa, pihak militer menghadirkan langsung lima prajurit yang terlibat. Mereka secara terbuka mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak gereja.

“Ini hal yang jarang terjadi. Mereka datang, mengaku salah, dan minta maaf secara langsung,” ujarnya.

Pihak gereja, lanjutnya, menerima permintaan maaf tersebut sebagai bagian dari nilai iman Katolik yang menjunjung tinggi pengampunan.

“Gereja selalu menyediakan maaf, dengan catatan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.

Pastor Amandus juga menanggapi ajakan dari sejumlah kelompok yang ingin menggelar aksi demonstrasi. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai.

“Masalah sudah selesai. Tidak perlu dipanaskan lagi,” katanya.

Ia menekankan bahwa sikap gereja didasarkan pada ajaran Yesus Kristus tentang pengampunan, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.

Selain itu, Pastor Amandus juga meluruskan narasi terkait dirinya yang disebut-sebut mempersilakan aparat masuk ke area pastoran. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kecurigaan terhadap aktivitas gereja.

“Saya persilakan mereka melihat supaya jelas bahwa di pastoran tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Pastor Amandus mengimbau umat agar tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak utuh serta tidak memperkeruh situasi.

“Persoalan sudah selesai. Mari kita jaga kedamaian,” pungkasnya.

About Author

Comments are closed.