Fakfak, majalahkribo.com — Keterbatasan fasilitas penunjang seni dan budaya provinsi Papua Barat kembali menjadi sorotan. Sejumlah pegiat seni dan musik di daerah menyatakan harapan agar pemerintah daerah menghadirkan ruang yang representatif sebagai wadah berekspresi bagi generasi muda.
Minimnya gedung kesenian dinilai menjadi kendala utama dalam pengembangan kreativitas, baik bagi musisi, seniman, maupun komunitas budaya. Saat ini, belum tersedia fasilitas khusus yang dapat menampung kegiatan pameran, diskusi, hingga pertunjukan seni secara berkelanjutan.
Sejumlah komunitas pun berharap pemerintah dapat mengaktifkan kembali gedung kesenian yang pernah ada, sekaligus membangun ruang baru yang lebih layak dan memadai.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPR Provinsi Papua Barat dari daerah pemilihan Fakfak periode 2024–2029, Fachry Tura, mengakui bahwa ketersediaan fasilitas seni di Papua Barat masih sangat terbatas.
“Terkait seni dan budaya, saat ini memang belum ada gedung kesenian yang representatif di sejumlah daerah Papua Barat,” ujar Fachry, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian di tingkat legislatif. Bahkan, dalam tanggapan fraksi pada akhir tahun sebelumnya, dirinya telah mengusulkan penguatan kelembagaan seni sebagai langkah awal.
“Dalam tanggapan fraksi di akhir tahun kemarin, saya mengusulkan agar kita menghidupkan kembali Dewan Kesenian Papua Barat. Jika ini terbentuk, maka akan dilanjutkan dengan pembentukan di tingkat kabupaten,” katanya.
Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut penting sebagai wadah bagi para seniman, baik lokal maupun dari luar daerah, untuk berkarya dan berkolaborasi secara lebih terstruktur.
Fachry menilai, perhatian terhadap sektor seni dan budaya merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari bagaimana ruang ekspresi bagi generasi muda difasilitasi.
“Menurut saya, salah satu indikator kota yang maju adalah bagaimana kota tersebut memperhatikan seni dan budaya, terutama generasi mudanya. Karena tonggak pembangunan itu ada pada anak muda,” ujarnya.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih serius dalam menyediakan infrastruktur pendukung bagi sektor seni dan budaya, termasuk gedung kesenian yang representatif dan dapat diakses oleh berbagai komunitas.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan aktivitas seni dan budaya di daerah – daerah di papua barat tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.