Penulis: R’naldo

  • Pemprov Papua Mendapatkan Kuota Program ADIK & ADEM Sebanyak 850 Orang

    Pemprov Papua Mendapatkan Kuota Program ADIK & ADEM Sebanyak 850 Orang

    Jayapura, majalahkribo.com Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua merilis kuota program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) 2022 sebesar 850 orang.

    Terbagi atas program ADIK 500 orang dan ADEM 350 orang. 

    Plt Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, Protasius Lobya berharap kesempatan tersebut Dapat dimanfaatkan dengan baik. 

    “Sebab sebagian besar anak Papua yang lolos dari program AdIK, cukup banyak sudah bekerja di kementerian atau BUMN,” terang dia seperti dilansir majalahkribo.com dari situ resmi Pemprov papua minggu, 13 Maret 2022

    Baca Juga: Kepala Distrik Sugapa Mulai Aktifkan Kembali Kantor Distrik

    Sementara untuk proses seleksi, lanjut dia, pemilihannya akan dilakukan berdasarkan kemampuan anak murid. “Artinya tidak mungkin seleksi yang tidak bisa diikuti anak murid kita, lalu dibuat seolah-olah jadi bisa, (lulus).

    “Apalagi rata-rata mereka mau tesnya kedokteran, sehingga yang lulus harus berkompeten berdasarkan kemampuan mereka,” tegas ia.

    Ia tambahkan, program perekrutan terbesar nantinya akan dilakukan di kabupaten, namun rata-rata di wilayah yang belum bisa terpenuhi koutanya tahun ini. 

    “Yang pasti soal program ADEM dan ADIK ini adalah program nasional yang memberikan kesempatan yang sangat luar biasa bagi orang asli Papua untuk mendapatkan pelayanan pendidikan lanjutan sekolah dan perguruan tinggi yang berkualitas”.

    “Untung itu, mari kita manfaatkan dengan baik  khususnya di kabupaten yang kuotanya sulit terpenuhi,” pungkas ia. ***

  • Isu Pemalakan Yang Memakan Korban di Angkasa Jayapura Dipastikan Hoax

    Isu Pemalakan Yang Memakan Korban di Angkasa Jayapura Dipastikan Hoax

    Jayapura,majalahkribo.com– Informasi kasus kekerasan disertai pemerkosaan terhadap dua orang remaja dikawasan Angakasa distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura tidak benar (hoax).

    Hal itu ditegaskan Kapolsek Jayapura Utara AKP Jahja Rumra, SH.,MH saat ditemui di Mapolresta Jayapura Kota, Senin (7/7) siang.

    Kata Kapolsek, waktu dan tempat kejadian terkait laporan yang beredar di whatsapp group sudah tidak singkron.

    “Kejadian hari Minggu 6 Maret 2022, pukul 08.00 WIT, itu sudah tidak masuk akal, mana ada café yang buka di waktu yang tertera dilaporan tersebut,” ujar Kapolsek.

    Ia pun dengan tegas memastikan tidak ada kejadian tersebut di wilayah hukum Polsek Jayapura Utara.

    “Kami sudah pastikan tidak ada kejadian itu, pagi, siang dan malam, kami patroli bahkan pospol angkasa yang tercantum tidak menerima adanya laporan tersebut,” terangnya.

    Sementara terkait dengan foto yang beredar, Kapolsek memastikan itu korban kekerasan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.

    “Itu korban curas di Wamena yang terjadi pada tanggal Sabtu (5/3) lalu,” tegasnya.

    Mantan Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota ini pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu yang beredar akhir-akhir ini.

    “Kami minta tidak perlu khawatir, kami dari kepolisian tetap siap memberikan pelayanan yang prima untuk kenyamanan masyarakat Kota Jayapura, khususnya di wilayah hukum Polsek Jayapura Utara,” tandasnya. (*)

    Penulis : Andi

  • Puasa dan Pantang Dalam Masa Prapaskah

    Puasa dan Pantang Dalam Masa Prapaskah

    Dalam Gereja Katolik Roma, Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah dalam liturgi tahunan gerejawi. Hari tersebut ditentukan jatuh pada hari Rabu, 40 hari sebelum hari Paskah tanpa menghitung hari-hari Minggu, atau 44 hari (termasuk hari Minggu) sebelum hari Jumat Agung.

    Masa ini dilambangkan dengan goresan abu pada dahi umat Katolik. Mengutip situs resmi Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), abu jadi tanda kerapuhan manusia yang mudah jatuh dalam kelemahan dosa sekaligus tanda pertobatan.

    Merujuk pada kitab suci, abu juga jadi tanda pertobatan di Kota Niniwe. Laman Katolisitas mencatat, pada Kitab Kejadian (Kej.2:7), umat Katolik diingatkan bahwa manusia diciptakan dari debu tanah dan suatu ketika akan tiada lalu kembali menjadi debu.

    Abu yang digunakan sendiri terbuat dari hasil pembakaran daun palma yang sudah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya. Dikisahkan, Yesus disambut bak raja di Kota Yerusalem. Orang-orang bersorak dan bernyanyi sembari melambaikan daun palma. Dalam tradisi umat Katolik, daun palma mengandung makna kemenangan.

    Saat perayaan Rabu Abu, sembari menorehkan abu di dahi, Pastor atau Romo akan berucap ‘Bertobat lah dan percayalah pada Injil’ atau ‘Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu’.

    Abu yang dioleskan di dahi bukan dilakukan tanpa makna. Mengutip berbagai sumber, abu di dahi membantu umat untuk mengenali kembali area spiritual. Dahi dan kepala adalah tempat pikiran dan akal budi bekerja.

    Terhitung sejak Rabu Abu, umat Katolik akan melangsungkan masa pertobatan selama 40 hari tanpa menghitung hari Minggu. Masa ini akan genap pada Sabtu sebelum perayaan Minggu Palma.

    Angka 40 mengingatkan umat Katolik akan perjalanan bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun dan puasa Yesus selama 40 hari.

    Setiap hari Rabu Abu dan Jumat Agung, orang Katolik diwajibkan untuk pantang dan puasa. Melalui pantang dan puasa, kita menjauhkan diri dari dosa, bertobat dan kembali percaya pada Injil.

    Pantang berarti tidak makan daging atau pantang makanan lain yang disukai termasuk juga bisa melakukan pantang merokok. Pantang dilakukan selama hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat selama masa prapaskah terutama bagi mereka yang berumur 14 tahun ke atas. Daging yang dimaksudkan adalah segala jenis daging mamalia dan unggas.

    Selanjutnya puasa berarti makan sekali kenyang dalam sehari. Itu artinya jika kita memilih untuk makan kenyang saat siang hari berarti kita makan sedikit saat malam. Tentunya sarapan, kita bisa memilih untuk minum teh atau air putih saja.

    Gereja juga mengajarkan bahwa semua hari Jumat adalah hari penebusan dosa, dan pantangan adalah bentuk penebusan dosa yang paling tepat. Untuk lebih jelas mengenai pantang dan puasa, berikut 4 aturan gereja mengenai hal itu.

    Kanon 1250 – “Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.”

    Kanon 1251 – “Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.”

    Kanon 1252 – “Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.”

    Kanon 1253 – “Konferensi para Uskup dapat menentukan dengan lebih rinci pelaksanaan puasa dan pantang; dan juga dapat menggantikan seluruhnya atau sebagian wajib puasa dan pantang itu dengan bentukbentuk tobat lain, terutama dengan karya amal-kasih serta latihan-latihan rohani.”

    Ingat, Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa bukan apa yang masuk ke dalam perut itu menajiskan kita, tetapi yang keluar dari hati kita itulah yang menajiskan. Kita harus tanamkan tiga hal utama yang menjadi pesan Injil Matius 6:1-6, 16-18, yakni; Puasa, Amal dan Doa.

    Janganlah kita berpuasa, berbuat amal dan berdoa dengan munafik. Kita sebaiknya melakukan itu semua dengan jujur. Tuhan tahu isi hati kita.

    Semoga doa, pantang dan puasa membuat kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan lebih mengasihi sesama. 

  • RSUD Fakfak Dapat Bantuan Alat Ventilator Dari Anggota DPR RI

    RSUD Fakfak Dapat Bantuan Alat Ventilator Dari Anggota DPR RI

    Fakfak, majalahkribo.com Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia menyumbang satu unit ventilator untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

    Bantuan ventilator tersebut merupakan hasil kerja sama Rico Sia dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Ventilator diserahkan dua Tenaga Ahli (TA) Rico Sia, Semarga Kebibe dan Emi Sonia Fransiska. Bantuan itu diterima langsung Direktur RSUD Fakfak dr Karyani Kastella, di Fakfak, Papua Barat, Sabtu (26/2).

    Dalam keterangannya Rico mengatakan, RSUD harus mempunyai perlengkapan medis yang memadai, apalagi RSUD yang jauh dari ibukota yang di sana relatif lebih mudah mendapatkan fasilitas kesehatan.

    Baca Juga Teriak Seluruh Staf Dinkes : Kami Minta Kepala Dinas Kesehatan Segerah Diganti

    “Ini di Fakfak, Papua Barat, yang relatif agak sulit untuk mendapatkan peralatan kesehatan modern. Maka ketika saya memiliki kesempatan untuk bisa memberi bantuan alat kesehatan, RSUD Fakfak menjadi tujuan saya dalam membantu,” ungkap Rico Sia.

    Legislator NasDem dari Dapil Papua Barat itupun berharap, ventilator tersebut bisa membantu RSUD Fakfak dalam menjalankan fungsinya dengan lebih baik.

    Karyani Kastella mengaku bahagia sekaligus terharu dengan bantuan yang diberikan Rico Sia.

    “Sebagai pimpinan rumah sakit, saya sangat berterima kasih kepada Bapak Rico Sia, juga Partai NasDem yang sudah menyumbangkan ventilator ini. Bapak Rico mengerti apa yang kami di RSUD butuhkan,” ujarnya dengan mata berkaca kaca.

    Ia mengatakan, selama pandemi Covid-19, RSUD Fakfak belum pernah mendapatkan bantuan ventilator.

    “Bantuan ini adalah hal yang sangat besar bagi kami. Semoga dengan bantuan ini, akan menjadi inspirasi untuk semua, turut memikirkan kesulitan tenaga medis dalam menghadapi, mengatasi para pasien baik itu pasien covid maupun pasien umum lainnya.

    Terima kasih bapak Rico Sia. Semoga bapak selalu sehat agar dapat mendengar dan memperjuangkan suara kami para medis di Papua Barat,” pungkasnya.(Sonia/Dis/*)

  • Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Fakfak melakukan kegiatan pelepasan PKL

    Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Fakfak melakukan kegiatan pelepasan PKL

    Fakfak, majalahkribo.com — Jurusan Teknik Listrik melakukan pelepasan mahasiswa PKL angkatan 201. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur 1, Ketua Jurusan, para dosen, serta para mahasiswa jurusan Teknik Listrik. Untuk tahun ini, jumlah mahasiswa sbanyak 22 orang Jumat, (25/02/22).

    Dalam sambutannya, Bapak Muhammad Yunus, selaku Wakil Direktur 1, menyampaikan bahwa PKL merupakan program wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa politeknik. Hal ini dikarenakan melalui kegiatan PKL, mahasiswa dapat mengembangkan diri baik dari segi hard skill maupun soft skill. Keduanya merupakan bekal yang wajib dimiliki oleh mahasiswa, karena kedua skill itu yang mampu menopang mahasiswa menjadi lulusan yang siap kerja.

    Baca Juga: PDDIKTI Awards, Politeknik Negeri Fakfak Sabet Penghargaan

    Selain itu, Bu Naomi Lembang, selaku ketua jurusan Agroindustri, menambahkan bahwa PKL merupakan suatu kegiatan yg sangat penting. Dalam program ini, mahasiswa diperkenalkan gambaran dunia kerja secara umum dan dunia industri pada khususnya.

     

    Kegiatan ini juga merupakan peluang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini mahasiswa peroleh selama melakukan aktivitas perkuliahan di kampus. Beliau juga berpesan kepada para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan etos kerja yang tinggi selama mengikuti proses magang (PKL).

  • Pasca Terjadi Cuaca Extrim, Bupati Fakfak Mengadakan Kunjungan di Sejumlah Tempat

    Pasca Terjadi Cuaca Extrim, Bupati Fakfak Mengadakan Kunjungan di Sejumlah Tempat

    Fakfak, majalahkribo.com –Bupati Fakfak, Untung Tamsil, S.Sos, M.Si meninjau langsung kondisi dan keadaan pasca cuaca extrim yang terjadi Dikabupaten Fakfak khususnya di Dua Distrik yaitu Distrik Furwagi Kampung Rumbati, Tawar, Salakiti, Sangkiti dan Distrik Teluk Patipi Kampung Patipi Pulau dan Patipi Pasir, Sabtu (26/02/2022).

    Cuaca Extrim tersebut mengakibatkan Jembatan di Kampung Rumbati dan Tawar Ambruk serta beberapa rumah warga dikampung Rumbati, Tawar, Salakiti, Sangkiti terkena dampak tersebut.

    Selain itu juga, pada Distrik Teluk Patipi yakni Kampung Patipi Pulau dan Patipi Pasir terkena Bencana Alam Cuaca Extrim yang mengakibatkan beberapa dapur rumah warga ambruk serta jembatan di Kampung Patipi Pasir juga ambruk.

    Dalam Kunjungan tersebut di Distrik Furwagi dan Teluk Patipi, Bupati Fakfak, Untung Tamsil didampingi oleh Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana, Dandim 1803 Fakfak, Letkol Inf Gatot Teguh Waluyo, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Fakfak, Arobi Hindom, Beberapa Kepala OPD Teknis diantaranya, Plt. Kepala Dinas PUPR2KP, Teguh Sugiharto, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Saleh Hindom, Kepala Dinas Sosial, Abdul Karim, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Hermanto Hubrow, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abutalib Paus Paus, Komandan Satuan Polisi Pamong Praja, Arif Rumagesan dan Perwakilan 2 Orang BPBD Fakfak.

    Pada Arahannya, Bupati Fakfak, Untung Tamsil, menyampaikan, hari ini saya bersama dengan rombongan melihat secara langsung kondisi dan keadaan pasca cuaca extrim yang terjadi di wilayah Fakfak, setelah mendapat laporan dan informasi, saya memerintahkan segera Tim Tanggap Darurat untuk turun di wilayah yang terkena dampak dari Cuaca Extrim.

    “Hari ini kami datang untuk melihat apa yang sudah dilaporkan oleh Kepala Distrik maka dari itu kami akan menindaklanjutinya dan memprioritaskan beberapa fasilitas sarana prasarana yang harus dikerjakan segera dan akan dimasukan dalam Penetapan Anggaran APBD Tahun 2022,”Ujar Bupati Fakfak.

    “Saya juga minta OPD teknis dalam hal ini PUPR2KP dan BPBD segera mengambil langkah agar segera kita usulkan kepada Kementerian terkait untuk membantu kita dan harus cepat supaya dapat direspon,”Tegas Bupati Untung Tamsil yang biasa disapa UT.

    Lanjutnya, kami juga akan membentuk Tim Tanggap Darurat yang melibatkan beberapa lintas sampai keperungusan tingkat Distrik dan Tim itu akan mempersiapkan segalanya sehingga ada bencana dapat cepat bergerak.

    Bupati Untung Tamsil juga mengajak Masyarakat Distrik Furwagi dan Distrik Teluk Patipi untuk menjaga lingkungan sekitar baik laut maupun Gunung.

    “Kejadian begini harus kita antisipasi, laut di jaga, jangan ada penembangan pohon, tetap jaga kebersamaan, jaga alam dan lingkungan kita, semoga kejadian seperti ini kedepan kita sudah bisa antisipasi bersama,”Pintanya.

    “Saya juga minta di gunung belakang Kampung Rumbati jangan lagi melakukan aktivitas pica batu akan tetapi harus di jaga sehingga kalau ada dampak abrasi yang terjadi tidak bisa terkena langsung di kampung,”Tegasnya.

    Selanjutnya, Bupati Untung Tamsil menyerahkan Bantuan Sembako berupa Beras, Telur, Susu Kaleng, Gula, Kopi, Minyak Goreng dan lainnya kepada Masyarakat yang terkena Dampak Bencana Alam Pasca Cuaca Extrim di Kampung Rumbati, Tawar, Salakiti dan Sangkiti Distrik Furwagi

    Bupati Fakfak, Untung Tamsil juga berencana segera meninjau langsung Lokasi terkena Dampak Pasca Cuaca Extrim pada beberapa Distrik lainnya di Wilayah Kabupaten Fakfak.(HMS)

  • Tergelincir Saat Mendarat di Bandara, Pesawat Sempat Menabrak Pemukiman penduduk

    Tergelincir Saat Mendarat di Bandara, Pesawat Sempat Menabrak Pemukiman penduduk

    Meepago, Majalahkribo.com – Pesawat perintis jenis Pilatus milik maskapai Smart Carkawala Aviation tergelincir di kabupaten paniai Papua, saat membawah Empat penumpang

    “Telah terjadi kecelakaan tergelincirnya pesawat jenis Pilatus SMART PK-SNB dengan Kapten Pilot David Alonso dan Kapten Febrian Sahetapi,” kata Kapolres Paniai Kompol Abdus Syukur Felani saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (26/2/2022).

     Tergelincir Saat Mendarat di Bandara / rilis

    Abdus menjelaskan peristiwa pesawat tergelincir ini terjadi di Lapangan Terbang Perintis Kampung Bayabiru, Distrik Bayabiru. Kecelakaan terjadi pada pukul 10.10 WIT tadi.

    “Sekitar pukul 10.10 WIT, di Lapter Perintis Kampung Bayabiru, Distrik Bayabiru,” ucap dia.

    Pesawat tersebut baru saja menempuh perjalanan dari Nabire. “Dari Bandara Nabire dengan membawa empat orang penumpang (Niko, Bongga, Derika, dan Arjuni) dan barang bawaan,” tutur dia.

    Abdus menjelaskan pesawat tergelincir saat hendak mendarat. Pesawat hilang kendali hingga menabrak permukiman warga.

    “Ketika sedang landing, tiba-tiba pesawat tergelincir dan ban kanan pesawat masuk parit, dan sempat baling-baling pesawat depan menabrak pemukiman penduduk yang berada di sekitar lapter,” terang Abdus.

    #Detik.com

  • Para Bupati Sepakat Kabupaten Nabire Jadi Ibukota Provinsi Papua Tengah

    Para Bupati Sepakat Kabupaten Nabire Jadi Ibukota Provinsi Papua Tengah

    Nabire – Para Bupati se-wilayah adat Meepago mendukung Kabupaten Nabire jadi ibukota Provinsi Papua Tengah yang sementara dibahas DPR RI.

    Bupati Paniai, Meki Nawipa, mengatakan pemekaran Provinsi Papua tengah itu sudah lama berdasarkan UU nomor 45 tahun 1999 tentang pemekaran Papua yaitu Provins Papua, Papua Tengah dan Papua Barat dengan ibukotanya Jayapura, Nabire dan Manokwari.

    “Hari ini ibukota Provinsi Papua Barat dan Papua sudah sah di Jayapura dan Manokwari, sementara Provinsi Papua harus di Nabire sesuai Undang – Undang nomor 45 tahun 1999,” kata Bupati Meki Nawipa kepada wartawan di Kota Jayapura, Selasa (15/2/2022).

    Menurut Meki, para Bupati se-wilayah Meepago sepakat jika dimekarkan Provinsi Papua Tengah maka ibukota di Kabupaten Nabire, karena Nabire merupakan Kabupaten induk dari Paniai, Dogiyai, Deyai, Intan Jaya, Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.

    “Kami berharap Kabupaten – Kabupaten yang dimerkarkan dari Kabupaten induk Nabire semua masuk Provinsi Papua tengah,” ujar Meki Nawipa.

    Dijelaskan, Kabupaten Puncak Jaya pemekaran dari Paniai yang waktu itu ibukota di Nabire, sementara Timika Kabupaten pemekara dari Kabupaten Fak-fak.

    “Jadi semua Kabupaten yang dimekarkan dari paniai lama waktu itu ibukota di Nabire harus masuk di Provinsi Papua tengah,” tegasnya.

    Dijelaskan, proses kajian akademik dari UGM sudah, sekarang tinggal proses di DPR RI. “Kita tidak tahu kapan proses penetapan itu turun, kita tunggu tanggal main saja. Kita berpikir sekarang bagimana Provinsi Papua tengah dengan ibukota Nabire akan mensejahterakan rakyat Papua,” jelasnya.

    “Kalau Timika itu kota industri jadi tidak bisa dijadikan ibukota pemerintahan, kalau timika mau gabung di Papua tengah maka ibukota di Nabire. Tapi kalau mau sendiri, silahkan gabung dengan wilayah bomberai, ini komitmen kita para Bupati di wilayah Meepago,” tegas Meki.

    Dikatakan, dalam waktu dekat Bupati Nabire akan menaikkan papan nama kantor Gubernur Papua tengah di Nabire, lahan sudah disiapkan dan Bupati nabire segera mengundang komisi II DPR RI juga para Bupati wilayah meepago bertemu di Nabire.

    Meki menegaskan, jika DPR RI dan Pemerintah Pusat tetap inginkan Timika jadi ibukota Papua Tengah maka Kabupaten se-wilayah Meepago gabung kembali dengan Provinsi Papua di Jayapura.

    “Jadi, kita tidak kompromi dengan Timika, tetap UU nomor 45 tahun 1999 berlaku tentang pemekaran Papua Tengah itu ibukota di Nabire,” tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Nabire, Mesak Magai, mengatakan ketika Papua masih dengan nama Irian Jaya terdapat 9 kabupaten yang meliputi, Sorong, Fak-fak, Manokwari, Paniai di Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, Biak dan Yapen Waropen.

    Nabire merupakan kabupaten tertua se-Meepago. Selain itu kabupaten Nabire juga merupakan kota sentral di kawasan Papua Tengah.

    “Saya harap kita lihat kembali sejarah pemekaran Papua dibagi menjadi tiga provinsi, yakni Papua, Papua Tengah dan Papua Barat, dimana ibulota Provinsi Papua Tengah di Nabire.”ujarnya.

    Terkait kesiapan infrastruktur, kata Magai, kabupaten Nabire terletak di pesisir yang secara akses jauh lebih terjangkau yang sudah memiliki Pelabuhan Tol Laut sehingga akses barang, dan akses penumpang lebih terjangkau.

    Dikatakan, saat ini dinas perhubungan sementara membangun Bandara untuk pendaratan pesawat berukuran besar. “Saya pikir untuk kesiapan infrasruktur sudah cukup memadai. Dan Papan nama untuk lokasi pembangunan sudah terpasang,” jelasnya.

    Dalam waktu dekat akan mengundang bupati se-wilayah Meepago, untuk melakukan pertemuan di Nabire bersama dirjen Otda dari Kemendagri, Komisi II DPR RI.

    Pemekaran daerah otonomi baru merupakan kebijakan pemerintah pusat yang suka atau tidak suka, harus diikuti.

    “Kita berkomitmen bahwa biarpun masyarakat menolak dan sebagainya tetapi jelas kebijakan pemerintah pusat akan berjalan. Tanggungjawab kita adalah mempersiapkan masyarakat melalui sosialisasi.” ujarnya.

    Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Yuni Wonda, mengatakan tetap mendukung semua kesepakatan bersama para Bupati se-wilayah Meepago sesuai dengan historis Pemerintah dimana Kabupaten Puncak Jaya merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Paniai yang ibukota di Nabire pada waktu itu.

    “Jadi, prinsipnya kami menyetujui dan dukung untuk Provinsi Papua Tengah ibukota di Nabire,” kata Bupati Yuni Wonda.

    Sumber: https://koreri.com/2022/02/15/nabire-jadi-ibukota-provinsi-papua-tengah-sesuai-uu-45-tahun-1999/

  • Pimpinan Gereja Katolik Ajak Umat di Fakfak Untuk Ikut Vaksin

    Pimpinan Gereja Katolik Ajak Umat di Fakfak Untuk Ikut Vaksin

    Fakfak, majalahkribo.com – Uskup Manokwari – Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr mengajak umat Katolik di kabupaten Fakfak yang belum di vaksin, agar segera di vaksin.
    Hal itu di ungkapkan Uskup saat melakukan pelantikan dewan Pengurus Baru di Paroki Santa Bernadet Mamur pada hari Jumat, 21 Januari 2021 (Kemarin).
    “Umat yang belum di Vaksin, Ayo ikut vaksin”, ajak Uskup KMS.
    Monseigneur Hilarion Datus Lega, Pr pada kesempatan itu juga berpesan kepada umat agar jangan percaya informasi – informasi yang tidak jelas, dengan menyebutkan vaksinasi bisa membawah kematian.
    Kata Uskup, Kematian itu bukan di tentukan dari vaksin “Kematian itu ada di tangan Tuhan, bukan ada saat vaksin”, kata Uskup.
    Lanjut Uskup “Saya (Bapa Uskup) sudah vaksin dua kali dan tidak kenapa – kenapa”, lanjutnya.
    Penulis: Komsos Paroki Santo Yosep

  • Di Launching Rumah Semai Petani Milenial, Bupati Fakfak Ucapkan Terima Kasih kepada Pastor

    https://www.instagram.com/p/CZA1kRePYBl/?utm_source=ig_web_copy_link

    Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak serta Papua Muda Inspiratif (PMI) secara resmi melaunching Rumah Semai dan Pembibitan Tanaman Hortikultura bagi Kelompok Taruna Tani (Milenial) Tunas Mandiri, Kamis (21/1), di Kelurahan Fakfak Utara, tepat di belakang Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Fakfak.

    Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Fakfak terhadap program Petani Milenial dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

    Rumah Semai dan Pembibitan Tanaman Hortikultura Taruna Tani (Milenial) Mandiri merupakan kelompok binaan Pemkab Fakfak dan Papua Muda Inspiratif. Pada launching tersebut, kelompok ini melibatkan pemuda Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak. Tercatat sebanyak 25 orang pemuda telah bergabung dan berasal dari Kampung Lusiperi, Kelurahan Fakfak Utara, Kelurahan Fakfak Selatan, serta Kampung Wrikapa.

    Sejalan dengan filosofi Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu”, kelompok tani binaan ini juga merangkul pemuda lintas agama, baik Muslim, Katolik, maupun Protestan, sebagai wujud toleransi dan kebersamaan dalam membangun sektor pertanian.

    Saat ini, terdapat 15 titik Rumah Semai dan Pembibitan Tanaman Hortikultura yang telah dibina oleh Pemkab Fakfak bersama Papua Muda Inspiratif. Dua di antaranya khusus untuk program Petani Milenial, yakni di belakang Gereja Santo Yosep Fakfak dan di Jalan Drs. Kadarman Fakfak, samping Susteran OSF. Ke depan, titik-titik tersebut akan terus dikembangkan.

    Foto: Pastor, Bupati, Staf Presiden Saat Melauncing Rumah Pembibitan Gereja Santo Yosep
    Foto: Pastor, Bupati, Staf Presiden Saat Melauncing Rumah Pembibitan Gereja Santo Yosep

    Koordinator Papua Muda Inspiratif Fakfak, Abdul Wahab Iha, menjelaskan bahwa program Petani Milenial merupakan salah satu program unggulan PMI yang tidak hanya mendorong keterlibatan anak muda di sektor pertanian, tetapi juga memanfaatkan kemajuan teknologi.

    “Basis-basis produktif terus diinisiasi dan dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal yang memiliki keunggulan, baik untuk ketahanan pangan maupun sektor lainnya dengan segmentasi pasar yang jelas,” jelasnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar, yang terlibat aktif dalam program Petani Milenial. Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Fakfak dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam menjalankan program tersebut.

    “Fakfak merupakan kota pertama yang saya kunjungi pada awal perjalanan dinas tahun 2022. Hubungan saya dengan Bapak Bupati Untung Tamsil sangat baik. Saya mengapresiasi visi Fakfak Tersenyum dan siap bersinergi mendukung program-program Kabupaten Fakfak, khususnya percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2020,” ungkap Billy Mambrasar.

    Ia juga berpesan agar Papua Muda Inspiratif terus menjalankan program yang melibatkan anak muda dan teknologi, sejalan dengan fokus Presiden Jokowi dalam menyongsong bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045.

    Sementara itu, Bupati Fakfak Untung Tamsil menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan minat wirausaha milenial di sektor pertanian.

    “Sejalan dengan visi Fakfak Tersenyum, kami berkomitmen mendorong lahirnya usahawan milenial di bidang pertanian yang bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat. Kami juga terus bersinergi dengan program Presiden Jokowi,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Muhammad Sholeh. Ia menyatakan kesiapan dinasnya untuk terus berinovasi dan memotivasi generasi milenial melalui pengembangan budidaya, pascapanen, dan pemasaran hasil pertanian.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati Fakfak juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pastor John Tala, Pr atas pelayanan selama ini di Tanah Mbaham Matta. Ucapan tersebut disampaikan saat launching Rumah Semai dan Pembibitan Tanaman Hortikultura binaan Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Fakfak.

    “Pastor mau pindah, terima kasih Bapa Pastor atas pelayanan selama ini,” ucap Bupati.

    Diketahui, Pastor John Tala, Pr akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Pastor Paroki Santo Yosep Fakfak pada 23 Januari 2022. Serah terima jabatan Pastor Paroki akan dilakukan oleh Uskup Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr.