Share

Fakfak, majalahkribo.com – Pemerintah Kabupaten Fakfak menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengerahkan jajaran ASN melaksanakan kerja bakti pembersihan di Pulau Bonyum dan daratan utama pada Sabtu, 16 Mei 2026 pagi. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Misi Katolik ke-132 di Tanah Papua yang akan berlangsung pada 19 hingga 24 Mei 2026.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan agenda besar yang membawa nama baik Kabupaten Fakfak sebagai tanah sejarah masuknya misi Katolik di Papua. Karena itu, seluruh ASN dan OPD diminta terlibat aktif guna memastikan seluruh lokasi kegiatan dalam kondisi bersih, aman, dan tertata.

Dalam instruksinya, Bupati meminta seluruh aparatur sipil negara dan OPD hadir tepat waktu untuk mengikuti kerja bakti di lokasi utama rangkaian kegiatan keagamaan tersebut. Namun, fakta di lapangan menunjukkan instruksi tersebut tidak sepenuhnya dijalankan.

Hingga pukul 09.00 WIT, jumlah peserta yang hadir di lokasi kerja bakti di kawasan Pulau Bonyum dan daratan utama hanya sekitar 50 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar diketahui merupakan anggota Pramuka, sementara ASN yang hadir diperkirakan hanya sekitar 12 orang yang terdiri dari beberapa kepala bagian dan sejumlah kepala OPD.

Berdasarkan pantauan media di lapangan, banyak kepala OPD tidak menghadiri kegiatan yang telah diinstruksikan langsung oleh Bupati Fakfak. Tingkat kedisiplinan sejumlah OPD pun dinilai masih rendah, padahal kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari persiapan menyambut tamu dan umat yang akan hadir pada perayaan HUT Misi Katolik ke-132 di Tanah Papua.

Sejumlah ASN baru terlihat hadir sekitar pukul 10.00 WIT untuk mengikuti kegiatan pembersihan. Ironisnya, banyak kepala OPD sama sekali tidak terlihat di lokasi kerja bakti.

Tak hanya itu, sejumlah kepala OPD yang sempat hadir di lokasi kerja bakti juga terlihat meninggalkan kegiatan lebih awal pada pagi hari, meski Bupati Fakfak masih berada di lokasi. Selain itu, setelah Bupati meninggalkan area kerja bakti untuk menghadiri agenda lainnya, banyak kepala OPD maupun ASN lainnya juga ikut meninggalkan lokasi kegiatan.

Dari hasil pantauan media, diperkirakan hanya sekitar 55 persen OPD atau instansi pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. ASN yang paling dominan terlibat justru berasal dari peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) yang aktif mengikuti kerja bakti di lokasi.

Salah satu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa sejumlah kepala OPD tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

“Memang ada beberapa kepala OPD yang tidak hadir, itu fakta,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar ASN yang hadir merupakan CPNS baru yang sedang mengikuti Latsar CPNS.

“Bupati sudah instruksikan untuk kerja bakti hari ini, tetapi banyak yang tidak datang. Apalagi ASN lama, sebagian merasa sudah hebat sehingga tidak hadir,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut masih banyak OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Fakfak yang tidak terlihat kehadiran pegawainya, baik staf, kepala bagian, maupun kepala dinas.

Hasil pantauan media ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kedisiplinan sebagian ASN terhadap instruksi pimpinan daerah, meskipun kegiatan tersebut merupakan agenda penting daerah dalam menyambut perayaan akbar keagamaan di Kabupaten Fakfak.

About Author

Comments are closed.