Share

Maybrat, majalahkribo.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tingkat kampung dalam rapat bersama para kepala kampung yang berlangsung di ruang kerjanya di Sekretariat Daerah Kantor Bupati Maybrat, Senin (30/3/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Kabag Pemerintahan Kampung Klemens Howay, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, serta para kepala kampung.

Sekda meminta para kepala kampung untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang dianggap rawan. Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kampung dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“Para kepala kampung harus memastikan wilayahnya tetap aman. Daerah-daerah yang rawan perlu mendapat perhatian serius agar masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang,” ujar Ferdinandus Taa.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan jika menemukan orang baru yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Menurutnya, kerja sama antarwarga menjadi kunci dalam menjaga ketertiban.

“Kalau ada orang dengan wajah baru yang mencurigakan, segera dilaporkan dan ditertibkan secara baik. Ini perlu kerja sama semua pihak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda turut menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan akan ada penambahan pasukan keamanan. Ia memastikan kehadiran aparat bertujuan menjaga ketertiban masyarakat, bukan untuk menimbulkan ketakutan.

“Pasukan yang datang bukan untuk menyakiti masyarakat, tetapi untuk menjaga kamtibmas. Jadi masyarakat diminta tetap tenang dan tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak keluar dari kampung demi menjaga situasi tetap kondusif.
Menjelang perayaan Hari Raya Paskah, Sekda mengajak seluruh masyarakat merayakannya dengan damai dan penuh kebersamaan.

“Paskah harus dirayakan dengan baik dan damai. Kepala kampung diharapkan bisa mengarahkan masyarakat untuk menjaga ketertiban,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuat laporan palsu terkait pelayanan pemerintahan di kampung tanpa bukti yang jelas.

“Setiap laporan harus berdasarkan fakta. Jangan sampai ada laporan yang dibuat tanpa dasar karena bisa menimbulkan kesalahpahaman,” tutupnya.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.