Share

Fakfak, majalahkribo.com – Masyarakat Kabupaten Fakfak dan sekitarnya mendapat kesempatan langka untuk melihat langsung Kapal Perang Republik Indonesia KRI Balongan-908 yang saat ini bersandar di Pelabuhan Umum Fakfak.

Kunjungan kapal perang milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) tersebut dibuka untuk umum pada Minggu, 15 Maret 2026, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIT.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengikuti berbagai aktivitas menarik yang telah disiapkan oleh kru kapal, di antaranya tour fasilitas kapal, demo alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta edukasi keprajuritan yang memberikan wawasan mengenai tugas dan kehidupan prajurit TNI Angkatan Laut.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan TNI AL kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai peran penting angkatan laut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Diperkirakan kegiatan tersebut akan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Fakfak, mengingat wilayah ini memiliki kedekatan dengan laut serta sebagian besar aktivitas transportasi masyarakat berkaitan dengan kapal.

Dengan dibukanya kunjungan ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat kapal perang TNI AL, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kebanggaan terhadap kekuatan pertahanan laut Indonesia.

Kunjungan KRI Balongan-908 ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga wilayah laut Indonesia.

Kapal perang yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Wida Adi Prasetya ini merupakan bagian dari Komando Armada III (Koarmada III) dan memperkuat Satuan Kapal Bantu (Satban) TNI AL dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta menjamin keamanan di wilayah perairan yurisdiksi nasional.

KRI Balongan-908 merupakan kapal jenis Bantu Cair Minyak (BCM) atau Oiler/Tanker Replenishment yang berfungsi memberikan dukungan logistik bagi kapal perang lainnya selama operasi di laut. Kapal produksi dalam negeri ini memiliki panjang 127 meter, lebar 16 meter, dan tinggi 30 meter, dengan kapasitas angkut mencapai 5.500 ton serta mampu melaju hingga 16 knot dan menampung sekitar 100 personel awak kapal.

Kapal ini memiliki peran penting dalam mendukung operasi laut karena mampu menyuplai bahan bakar, minyak pelumas, air tawar, serta berbagai kebutuhan logistik lainnya bagi kapal perang yang sedang bertugas, sehingga operasi militer di laut dapat berlangsung lebih lama tanpa harus kembali ke pangkalan.

Comments are closed.