Fakfak, majalahkribo.com – Pemerintah Distrik Furwagi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik, Sabtu, 14 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan mendasar masyarakat menjadi sorotan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, transportasi laut, serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Distrik Furwagi, Juneidy I. Pattisahusiwa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah Furwagi masih sangat terbatas. Ia menyoroti Puskesmas Purwagi di Kampung Tawar yang hingga kini belum dioperasikan, sementara beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sudah dibangun justru tidak memiliki tenaga medis.
Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan masyarakat ketika ada yang sakit, karena harus dirujuk ke puskesmas lain dengan jarak yang cukup jauh dan hanya bisa ditempuh melalui jalur laut.
“Bangunan sudah ada, tapi petugas tidak ada. Kalau masyarakat sakit, pagi, siang bahkan tengah malam harus dibawa ke puskesmas lain. Kami berharap tenaga medis bisa segera ditempatkan di sini, jangan tunggu semua fasilitas lengkap baru berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh ditunda karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Selain kesehatan, Kepala Distrik juga menyoroti keterbatasan tenaga guru dan rumah dinas di sejumlah sekolah, termasuk di SMP Satap Tawar. Kekurangan guru bidang studi membuat beberapa guru harus mengajar di luar keahliannya.
“Kami berharap pemerintah bisa menambah tenaga guru dan membangun rumah guru supaya mereka bisa bertahan mengajar di distrik,” ujarnya.
Dalam Musrenbang tersebut, persoalan ketersediaan BBM juga menjadi perhatian serius. Hampir seluruh kampung di Distrik Furwagi hanya bisa diakses melalui jalur laut, sehingga masyarakat sangat bergantung pada bahan bakar.
Ia meminta pemerintah daerah segera membangun SPBU nelayan di Distrik Furwagi, mengingat jumlah perahu nelayan di wilayah tersebut sudah didata oleh dinas terkait.
“Kalau ada orang sakit tapi BBM tidak ada, bagaimana mau bawa ke puskesmas. Semua kampung di sini lewat laut, jadi BBM harus tersedia. Kami berharap SPBU nelayan bisa segera dibangun,” katanya.
Selain itu, ia juga mengusulkan pembangunan cold storage guna mendukung aktivitas nelayan, karena Distrik Furwagi dinilai sangat potensial sebagai wilayah pesisir dan perikanan.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Distrik Furwagi juga meminta agar pemerintah daerah segera membangun SMA di wilayah tersebut. Selama ini, siswa harus melanjutkan sekolah ke kota sehingga banyak yang tidak melanjutkan pendidikan.
“Kami berharap SMA bisa dibangun di Furwagi. Kalau tidak SMA, SMK juga tidak masalah, yang penting anak-anak bisa lanjut sekolah tanpa harus jauh dari orang tua,” ujarnya.
Musrenbang Distrik Furwagi dihadiri para kepala kampung se-Distrik Furwagi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Raja Furwagi, serta sejumlah raja dari wilayah pesisir. Salah satunya adalah Abdul Gani Ishak Bauw yang turut hadir dan memberikan dukungan terhadap usulan pembangunan untuk masyarakat Furwagi.
Kepala Distrik berharap seluruh usulan yang disampaikan dalam Musrenbang dapat menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Kontributor: Yosep Hegemur
Editor: Ronaldo Josef Letsoin