Fakfak, majalahkribo.com – Di sela agenda resesnya di Kampung Arguni, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Badarudin Heremba, Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Otsus, mengunjungi masyarakat adat Arguni dan menerima langsung berbagai aspirasi terkait persoalan yang terjadi di wilayah petuanan Arguni.
Pertemuan yang berlangsung di Kampung Arguni tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat adat untuk menyampaikan keluhan serta harapan mereka. Dalam dialog tersebut, warga meminta agar Badarudin sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi dapat mengawal secara serius aspirasi masyarakat petuanan yang merasa terdampak oleh aktivitas perusahaan di wilayah mereka.
Menurut Badarudin, masyarakat tidak hanya ingin didengar, tetapi juga berharap DPR benar-benar hadir dan berdiri bersama mereka dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
“Dalam masa reses ini, masyarakat menyampaikan langsung kepada saya agar aspirasi mereka dikawal. Mereka ingin ada kejelasan dan penyelesaian yang adil atas persoalan yang terjadi di wilayah petuanan Arguni,” ujar Badarudin.
Ia juga menegaskan kepada pemerintah maupun pihak perusahaan agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, kondisi yang terjadi telah berdampak pada tenaga kerja serta operasional speedboat yang melayani antar-jemput karyawan yang dalam beberapa waktu terakhir terhenti.
Senada dengan itu, Raja Arguni meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak untuk memfasilitasi pertemuan resmi dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Pertemuan tersebut diharapkan menghadirkan unsur petuanan Arguni, masyarakat adat, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan agar dapat duduk bersama mencari solusi.
Raja Arguni menekankan bahwa dialog sebaiknya dilaksanakan langsung di Kampung Arguni, sehingga masyarakat dapat secara terbuka mendengar penjelasan serta komitmen dari pemerintah maupun pihak perusahaan.
Pertemuan bersama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi yang adil dan bermartabat, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat adat di wilayah petuanan Arguni.