Share this Link

FAKFAK – Tradisi memasang pohon natal sebagai bentuk syukur dan sukacita dari grup Bethesda Fakfak yakni Ces, Salampesi, Bagen, Vina, dan Nepal.

Hari Natal bagi umat Kristiani merupakan bentuk ucapan syukur dan sukacita memperingati kelahiran Sang Juruselamat dan penebus dosa manusia.

“Pohon natal identik dengan pohon cemara, karena pohon cemara selalu hijau daunnya dan tidak rontok apabila musim salju, artinya merupakan simbol agar kehidupan kerohanian umatNya bertumbuh menjadi saksi dan menjadi berkat bagi orang lain,” ungkap Pendeta Klarce Bonsafia/Fakdawer, saat ditemui Wartawan Kamis malam (25/11/2021).

Masa sebelum hari Natal disebut masa Adventus artinya kedatangan, dalam masa Adven umat Kristiani menyiapkan diri untuk menyambut pesta Natal dan memperingati kelahiran dan kedatangan Yesus kedua kalinya.

Memasang dan menghias pohon Natal merupakan kegiatan yang menyenangkan dan usaha merupakan tradisi menyambut natal diawali dengan memasang Pohon Natal baik dirumah maupun di tempat ibadah.

Baca Juga Sore Kemarin, Umat Katolik Paroki Santo Yosep Fakfak Mendapatkan Bantuan Tahap 2 Dari Gubernur

Selanjutnya pendeta Klarce Bonsafia Fakdawer menuturkan, pernak pernik hiasan pohon natal pun memiliki makna yakni hiasan Bintang yang dipasang di puncak pohon natal memiliki semangat ketaatan dan kerendahan hati dihadapan Tuhan dan sesama, Malaikat melambangkan kedamaian, Lonceng untuk memberikan kabar dan mengajak semua orang bersukacita.

Comments are closed.