Share

FAKFAK — Tim kesehatan gabungan dari RSUD Fakfak, Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, dan Klinik Pratama Fatima Fakfak terus memberikan pelayanan kesehatan selama rangkaian Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua dan satu tahun episkopal Uskup Keuskupan Timika di Kabupaten Fakfak.

Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan sejak awal rangkaian kegiatan hingga puncak perayaan dan peringatan Hari Raya Pentakosta yang berlangsung di sejumlah titik kegiatan di Kabupaten Fakfak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar-seminar yang dilaksanakan di Graha Le cocq d’Armanville Selanjutnya, umat mengikuti prosesi pengantaran arca Bunda Maria dari Paroki Santo Yosep menuju Kampung Torea.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan napak tilas dari Kampung Sekru menuju Kampung Raduria hingga ke Pulau Bonyom, yang menjadi lokasi puncak syukuran 132 tahun masuknya Misi Katolik di Tanah Papua.

Ribuan umat Katolik dan masyarakat dari berbagai wilayah di Papua Barat maupun Tanah Papua tampak memadati Pulau Bonyom dalam puncak perayaan yang berlangsung penuh khidmat dan nuansa persaudaraan.

Usai puncak perayaan, rangkaian kegiatan kembali dilanjutkan pada Minggu (24/5/2026) melalui perayaan Hari Raya Pentakosta yang dipimpin Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, di Stasi Tritunggal Mahakudus Kampung Sakartemen, Paroki Santa Maria Merapi, Fakfak.

Di tengah padatnya aktivitas keagamaan tersebut, tim kesehatan gabungan tetap bersiaga memberikan pelayanan medis bagi umat dan masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, mengatakan keterlibatan tenaga kesehatan merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan di Kabupaten Fakfak.

Menurutnya, kehadiran tenaga medis sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, terutama karena melibatkan banyak umat dan masyarakat dari berbagai daerah.

“Ini merupakan dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Kabupaten Fakfak, sehingga pelayanan kesehatan harus tetap hadir untuk membantu masyarakat dan umat selama kegiatan berlangsung,” ujar Farid, Senin, 25 Mei 2026.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, panitia, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan perayaan besar Gereja Katolik di Tanah Papua tersebut.

About Author

Comments are closed.