Share

DEIYAI – Dalam rangka mewujudkan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Deiyai untuk membangun Deiyai dalam semua lini, salah satunya Adalah perhatian serius kepada warga yang selama ini tidak mendapatkan perhatian, Bupati Deiyai Melkianus Mote didampingi wakil bupati, kepala distrik Bouwobado dan sejumlah pejabat Deiyai lakulan peletekan batu pertama

“Berdasarkan Undang-Undang Pemekaran Kabupaten Deiyai, pada hari ini Jumat (31/10 saya sudah meletakan Batu Pertama untuk Pembangunan Gapura Tapal Batas, Kantor Distrik Persiapan Memoa dan Kantor Desa di Sungai Dauwo Desa Mudetadi Distrik Bouwobado,” Kata Bupati Melkianus Mote, di Kampung Mudetadi, distrik Bouwobado, Deiyai, Jumat (31/10) siang

Peletakkan batu untuk pemekaran distrik Persiapan Memoa dan tiga kampung tersebu dengan tujuan untuk memperpendek jangkauan pelayanan pemerintah kabupaten Deiyai bagi masyarakat di daerah perbatasan agar pembangunan di daerah ini dapat terlayani

Peletakan batu pertama tersebut, disambut baik dan meriah oleh 18 Fam/marga dari dua Suku Mee dan Moni yang diwakili oleh tokoh adat, kepala suku, tokoh perempuan, tokoh agama dan kepala distrik dan kampung dari distrik Bowobado sebagai distrik induk telah menyetujui untuk dilakukan pemekaran dan penegasan tapal batas.

Bupati Deiyai saat peletakan batu pertama

Masalah Tapal Batas, kata Melkianus Mote, merupakan tanggung jawab antara Bupati Deiyai dan Bupati Mimika. Maka itu, Mote meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh. Karena, ada oknum tertentu yang sedang meperkeruh situasi karena sedang mengejar jabatan Kepala Kampung dan Kepala Distrik baik dari Kabupaten Deiyai maupun Mimika.

“Kami akan meminta Kemendagri untuk menetapkan kembali Batas Wilayahnya sesuai dengan pemekaran kabupaten yang telah ditetapkan,” ujar Bupati Mote

Lanjut Mote, “Saya dan Bupati Mimika akan meninggalkan pondasi yang kuat untuk Papua Tengah khususnya tapal batas kabupaten Deiyai dan Mimika.”

Kedatangan rombongan Bupati Deiyai ini disambut sangat antusias dengan cara tarian adat dan waita sambil memikul Bupati, kepala distrik dan DPRK utusan Mee dan Moni oleh warga suku Mee dan suku Moni yang telah lama menunggu pemekaran distrik dan kampung baru di perbatasan kampung Mudetadi.

Kunjungan pemerintah Kabupaten Deiyai kepada masyarakat di perbatasan ini sebagai kepedulian pemerintah dalam pelayanan pembangunan kepada masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama rombongan melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan kantor distrik Memoa tiga kampung lainnya.

Bupati Mote juga mengatakan di daerah perbatasan antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika akan dibangun Gapura. “Kami akan bangun gapura di tapal batas antara kabupaten Deiyai dan kabupaten Mimika sesuai dengan tapal batas yang telah ditentukan oleh kementerian dalam negeri,” kata Bupati.

Bupati juga berencana ke depan akan berkantor di distrik Memoa dalam rangka mendorong percepatan Pembangunan di daerah perbatasan

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Bupati, Ketua DPRK dan Wakil ketua I, ketua II, dan utusan DPRK jalur Otsus, Dandim, Kapolres, Asisten I dan II, Kepala suku Deiyai, serta pimpinan organisasi perangkat Daerah (OPD) serta seluruh masyarakat kampung Mudetadi.

(PK/DEIYAI)

Comments are closed.