Share

FAKFAK, majalakribo.com — Raja Petuanan Arguni, Hanafi Pauspaus, mengaku tidak mengetahui tujuan aktivitas kapal seismik yang beroperasi di wilayah perairan Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada sosialisasi resmi kepada pemilik wilayah adat maupun masyarakat setempat.

Kapal seismik tersebut diduga melakukan aktivitas eksplorasi dan sempat meminta nelayan lokal menjauh dari lokasi melaut pada Sabtu siang, 7 Februari 2026. Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial.

“Saya juga tidak tahu. Katanya sudah ada pertemuan di Kokas, tapi seharusnya perusahaan tahu aturan. Kenapa yang punya wilayah belum tanda tangan, tetapi sudah masuk melakukan aktivitas,” kata Hanafi kepada wartawan, Minggu, 8 Februari 2026.

Hanafi mengatakan, dirinya tidak hadir dalam pertemuan di Kokas karena menurutnya pihak perusahaan semestinya datang langsung menemui Raja Petuanan Arguni sebagai pemilik hak ulayat wilayah tersebut.

“Bagi Petuanan Arguni, mereka harus datang langsung menemui kami. Banyak juga masyarakat yang tidak mendukung, sehingga dari awal mereka harus cari kami dan informasikan dengan baik,” ujarnya.

Ia mengakui, masyarakat di kampung juga tidak mengetahui maksud dan tujuan keberadaan kapal seismik tersebut. Karena itu, Hanafi berencana mengunjungi kampung-kampung dalam waktu dekat untuk menggelar rapat bersama masyarakat.

“Memang benar masyarakat di kampung juga tidak tahu menahu soal kapal ini. Nanti kami akan turun ke kampung dan lakukan pertemuan,” katanya.

Sebelumnya, nelayan lokal di Perairan Arguni Fakfak dilaporkan berhadapan langsung dengan kapal seismik berukuran besar saat sedang melaut. Dalam rekaman video amatir, salah satu awak kapal menggunakan pengeras suara untuk meminta nelayan menjauhi lokasi dengan alasan berbahaya karena adanya aktivitas penarikan kabel yang berisiko arus listrik.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun otoritas terkait mengenai aktivitas kapal seismik di wilayah Petuanan Arguni.

About Author

Comments are closed.