Share

FAKFAK, majalahkribo.com – Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi PDI Perjuangan (Komisi II), Fachry Tura, melaksanakan Reses I Tahun 2026 bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Fakfak di kawasan Jalan Kapten P. Tendean, Fakfak, Selasa (24/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Fachry memanfaatkan masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat melalui dialog terbuka bersama pengurus partai dan warga.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituen.

“Reses adalah wujud komitmen kami untuk selalu hadir dan mendengar langsung suara rakyat. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami perjuangkan di tingkat provinsi,” ujarnya.

Sejumlah usulan strategis disampaikan masyarakat, di antaranya pembangunan dan perbaikan lampu jalan, dukungan pembangunan rumah ibadah, peningkatan sarana pendidikan seperti PAUD dan SD di distrik terpencil, program beasiswa bagi mahasiswa dan pelajar Fakfak, bantuan peralatan melaut bagi nelayan, hingga penguatan sektor UMKM.

Fachry menegaskan agar masyarakat menyampaikan persoalan nyata yang terjadi di tengah kehidupan sehari-hari.

“Saya tidak ingin masyarakat datang membawa profil perusahaan atau setumpuk dokumen seperti CV dan PT. Datanglah sebagai rakyat dengan persoalan nyata yang terjadi di kampung dan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dirumuskan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPR Papua Barat dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta penganggaran di tingkat provinsi.

Menurutnya, reses juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah, khususnya terkait pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kebijakan harus tumbuh dari bawah, dari apa yang masyarakat rasakan dan butuhkan,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Fachry menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi agar dapat ditindaklanjuti dalam program pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Saya tidak bisa berjanji, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tandasnya.

Comments are closed.