Share

Maybrat, majalahkribo.com — Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung TK/PAUD YPPK Santo Carlo Acutis di Kumurkek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (29/3/2026). Momentum ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan anak usia dini bagi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat Ferdinandus Taa, anggota DPRD Maybrat Leonardus Kore, Kepala Dinas Pendidikan Hendrik Frasawi, para imam, biarawan-biarawati, serta ratusan umat Stasi Santo Paulus Kumurkek.

Dalam sambutannya, Uskup Hilarion Datus Lega mengenang perjalanan panjang hadirnya pendidikan Katolik di wilayah tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada Pastor Fransiskus Katino, Pr, bersama para perintis yang telah membuka jalan bagi berdirinya lembaga pendidikan bagi anak-anak di Kumurkek.

“Perjuangan ini bukan hal baru. Sudah lama diupayakan hingga akhirnya kegiatan belajar bisa berjalan sekitar satu tahun terakhir dengan jumlah awal 24 anak. Hari ini kita melangkah lebih jauh untuk pengembangan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun masa depan generasi muda Papua.

Uskup juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, khususnya Bupati Karel Murafer, atas dukungan yang diberikan terhadap pembangunan sekolah tersebut.

Sementara itu, sambutan tertulis Bupati Maybrat yang dibacakan Sekda Ferdinandus Taa menegaskan bahwa pembangunan PAUD tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

“Pendidikan anak usia dini menjadi kunci dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi penerus. Pemerintah daerah menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan,” demikian isi sambutan Bupati.

Ia juga menyoroti bahwa pembangunan ini sejalan dengan kebijakan nasional serta amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Kabupaten Maybrat, lanjutnya, akan terus memperluas akses pendidikan, khususnya di wilayah terpencil, melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta kerja sama dengan berbagai pihak termasuk gereja dan yayasan pendidikan.

Apresiasi juga diberikan kepada Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) dan Gereja Katolik yang dinilai konsisten menghadirkan layanan pendidikan hingga ke daerah terpencil.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maybrat memberikan bantuan awal sebesar Rp50 juta untuk mendukung pembangunan gedung sekolah. Pemerintah daerah juga menyatakan akan menindaklanjuti proposal pembangunan yang telah diajukan sebelumnya sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan pendidikan Katolik di Maybrat.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pemberkatan lokasi pembangunan oleh Uskup sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung sekolah dua lantai yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.