Fakfak, majalahkribo.com – Situasi di Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, sempat memanas ketika masyarakat adat menahan sebuah kapal seismik 3D yang tengah melakukan survei eksplorasi migas. Kapal TB Anugerah Bersama 17 (IMO: 9918523) diamankan warga sebagai bentuk protes dan simbol adat sasi.
Kepolisian Resor Fakfak menerjunkan enam mobil operasional dengan anggota setempat untuk memantau situasi dan menjaga ketertiban. Ketegangan muncul saat warga hendak memasang sasi di atas kapal. Interaksi sempat memanas, termasuk pertanyaan menohok kepada tokoh pemuda Arguni, Irianto Mumuan: “Ko sebagai apa?” Meski demikian, tidak ada laporan kekerasan selama aksi berlangsung.
Warga Arguni menegaskan hak mereka atas laut yang menjadi ruang hidup turun-temurun. Raja dan warga setempat meminta pemerintah daerah serta aparat untuk mengakui keberadaan Raja Hanafi Pauspaus dan memfasilitasi dialog dengan pihak terkait.
Sejak awal Februari 2026, warga menolak operasi kapal seismik 3D yang masuk ke wilayah mereka tanpa sosialisasi memadai. Irianto Mumuan menegaskan, “Pemerintah daerah tidak pernah melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder kampung. Laut ini tempat hidup masyarakat kami di Petuanan Arguni,” menandakan dukungan warga terhadap langkah Raja Hanafi Pauspaus.
Dalam aksi tersebut, masyarakat membawa janur kuning dan sirih-pinang ke kapal sebagai simbol adat sasi, meminta agar kapal menepi dan menghormati ruang hidup mereka. Semua aksi dilakukan secara damai dan telah disampaikan ke pihak kepolisian.
Petuanan Arguni termasuk dalam kawasan rencana operasi hulu migas yang akan dikelola BP Berau Ltd, berdekatan dengan Cekungan Bintuni yang kaya cadangan gas. Aktivitas eksplorasi menggunakan survei seismik 3D mendapat perhatian pemerintah pusat dan provinsi karena potensi ekonomi yang besar, namun bagi warga Arguni, laut adalah ruang hidup yang harus dihormati.
Berdasarkan informasi terbaru, dari lima kapal yang melakukan aktivitas seismik di perairan Arguni, hanya TB Anugerah Bersama 17 yang sempat ditahan warga. Kapal kini telah berada di pelabuhan utama Kabupaten Fakfak, Jumat (13/2/2026).
Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana, menekankan situasi di Distrik Arguni tetap kondusif. “Wilayah Arguni dan sekitarnya sangat kondusif. Mari kita menjaga Kabupaten Fakfak agar tetap aman, nyaman, dan tidak mudah terprovokasi,” ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak memilah informasi dan menggunakan media sosial secara hati-hati agar tidak terhasut. “Sekali lagi, mari kita menjaga Kabupaten Fakfak, rumah kita bersama, agar Arguni tetap aman dan tenteram,” tambah Hendriyana.
Editor: Ronald