Tag: Sejarah Agama Katolik Papua

  • 3 Pj Gubernur di Tanah Papua Akan Hadir di Fakfak Mengikuti Acara Masuknya Agama Katolik di Papua

    3 Pj Gubernur di Tanah Papua Akan Hadir di Fakfak Mengikuti Acara Masuknya Agama Katolik di Papua

    Fakfak – Kedatangang Misionaris Serikat Jesus (SJ), Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, di Kampung Sekru, Fakfak, Papua Barat Pada tanggal 22 Mei 1894 menjadi tanda dimana Gereja Katolik mulai hadir pertama kali di Tanah Papua.

    Umat Katolik di Tanah Papua akan merayakan 129 Tahun Agama Katolik masuk di Tanah Papua dengan puncak acara akan dilaksanakan di Kabupaten Fakfak.

    Ketua Panitia Lokal di Fakfak, Clemens Adopak, saat dikonfirmasi mengatakan untuk memperingati masuknya agama Katolik di Papua yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2023, kesiapannya telah mencapai 80%.

    “Untuk tempat acaranya akan dilangsungkan di Pulau Bone. kesiapan di Pulau Bone telah mencapai 80%. Sementara itu kami juga telah melakukan penyebaran undangan kepada tamu-tamu undangan terlebih khusus 5 Uskup yang ada di regional Papua dan juga ordo-ordo yang pernah melayani di tanah Papua”, Ujar Clemens Rabu, 26 April 2023.

    Selain itu, ditambahkan dia, para pejabat di Tanah Papua dipastikan akan hadir di Kabupaten Fakfak.

    “Sudah dipastikan ada 3 Pj Gubernur di Tanah Papua akan hari di Kabupaten  Fakfak”, Tambah Dia. Lanjutnya, kurang lebih ada 10 kepala daerah yang terdiri Bupati dan Wakil Bupati di Tanah Papua yang akan hadir di Fakfak juga.

    Sementara itu, saat tanya terkait dengan dukungan pemerintah daerah dalam menyambut dan menyukseskan perayaan masuknya agama Katolik di tanah Papua, Ketua Panitia menerangkan bahwa saat ini telah ada dukungan dari pemerintah Kabupaten Fakfak maupun pemerintah Provinsi Papua Barat.

  • Gereja Katolik di Papua Harus Mendorong Sejarah Agama Katolik di Papua Masuk Dalam Kurikulum Lokal Tingkat SMA

    Gereja Katolik di Papua Harus Mendorong Sejarah Agama Katolik di Papua Masuk Dalam Kurikulum Lokal Tingkat SMA

    Majalahkribo.com – Lima keuskupan yang ada di tanah Papua diminta agar mendorong sejarah agama Katolik agar dapat digunakan dalam kurikulum lokal mata pelajaran agama Katolik tingkat SMA.

    Hal tersebut dikatakan Ronaldo Letsoin Salah satu kontributor media online dalam keterangan tertulisnya pada media sosial Facebook. Ia mengungkapkan, untuk saat ini saja umat Katolik di tanah Papua tidak mengetahui tentang sejarah agama Katolik di tanah ini.

    “Sejarah agama Katolik di Papua Banyak orang yang sudah tidak tau lagi. Yang saya takutkan Orang Muda Katolik di 5 keuskupan ini, satu sampai 2 tahun mendatang tidak mengetahui jelas tentang sejarah agama”, katanya Senin, 21 Maret 2022 sore dari Fakfak, Papua Barat.

    Dilanjutkan pemuda 22 tahun ini yang saat ini berprofesi sebagai jurnalis media online ini, Pengurus Yayasan Pendidikan & Persekolahan Katolik (YPPK) harus berbicara dan berpikir tentang hal ini.

    “Jangan diam saja, karena saat ini yang saya ketahui untuk setingkat SMA di Papua yang belajar sejarah agama Katolik masuk di bumi cendrawasih ini hanya SMA N 1 PLus KPG Nabire”, lanjutnya

    “Masa YPPK kala dengan sekolah Negri? KPG Nabire itu materi sejarahnya cukup lengkap walapun hanya singkat. Pengurus YPPK harus mencontohi KPG bila perluh ambil materi dari KPG Nabire”. Lanjut dia.