Share

MAYBRAT, majalahkribo.com – Anggota DPD-RI Dapil Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK), memberikan orasi motivasi yang menggugah kesadaran masyarakat dalam aksi penanaman 2.000 pohon di halaman Gereja Katolik Santo Yoseph Ayawasi, Selasa (17/2/2026).

Dalam giat menyongsong HUT Ke-70 Paroki tersebut, ARK mengajak masyarakat Maybrat untuk meninggalkan budaya ketergantungan dan beralih pada kemandirian pangan.

Hadir bersama Bupati Maybrat Karel Murafer dan jajaran Forkopimda, ARK menekankan bahwa bantuan bibit pohon dari pemerintah jangan hanya dilihat sebagai tanaman biasa, melainkan sebagai modal utama membangun kedaulatan ekonomi dari pekarangan rumah.

“Kita harus mengubah pola pikir. Bapak dan Ibu jangan lagi selalu menunggu bantuan uang fisik atau sibuk menyusun proposal. Mari kita kembali ke jati diri kita sebagai orang Papua yang sederhana namun mandiri. Jika di kebun ada sayur, di kolam ada ikan, dan di halaman ada buah, itulah kebahagiaan sejati atau Gross Happiness kita,” tegas ARK di hadapan ratusan umat.

Senator yang dikenal vokal ini juga menyoroti pentingnya bibit produktif sebagai investasi gizi bagi “1.000 Hari Pertama Kehidupan” generasi masa depan Maybrat. Menurutnya, Generasi Emas 2045 hanya bisa dicapai jika anak-anak Maybrat mendapatkan asupan pangan yang sehat dan segar langsung dari hasil keringat orang tua mereka.

“Mama-mama, bibit mangga dan rambutan ini adalah investasi. Besok kalau anak cucu lahir, mereka harus makan buah segar dan telur dari kandang sendiri agar mereka tumbuh dua kali lebih hebat dari kami yang hari ini duduk di DPD atau jabatan Bupati. Jangan sampai kita ‘tepuk dada’ mengaku orang Papua hebat, tapi urusan minyak goreng dan telur saja kita masih bergantung pada kiriman luar,” tambahnya yang disambut riuh tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan tersebut, ARK yang baru saja kembali dari peninjauan lokasi bencana di Sumatera, turut memperingatkan warga akan bahaya penggundulan hutan. Ia mengimbau agar area perbukitan di Maybrat tidak ditebang secara serampangan guna menghindari bencana longsor yang telah ia saksikan sendiri di daerah lain.

“Saya saksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana rumah dan warga terkubur di Sumatera karena hutan rusak. Di Maybrat, mari kita jaga bukit-bukit kita. Kalau hutan dijaga, sekarang ada kompensasi ekonomi dari pemerintah pusat bagi daerah yang merawat lingkungannya. Jadi, jaga hutan itu mendatangkan berkat, bukan kemiskinan,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, ARK turut melakukan penanaman bibit unggul secara simbolis bersama para pejabat daerah. Ia bahkan menjanjikan akan terus mengawal pengadaan bibit-bibit berkualitas untuk didistribusikan ke wilayah Maybrat.

Sebelum mengakhiri sambutannya, tokoh yang akrab disapa ARK ini kembali menunjukkan komitmen nyatanya terhadap suksesnya perayaan HUT Ke-70 Paroki Santo Yoseph Ayawasi dengan menyumbangkan sejumlah dana guna mendukung berbagai agenda kegiatan yang telah disusun oleh panitia. Ia menegaskan bahwa dukungan dana tersebut akan segera dikirimkan melalui rekening panitia sebagai wujud partisipasi pribadinya dalam menyukseskan perayaan syukur tujuh dekade berdirinya paroki di tanah Ayawasi tersebut.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.