Fakfak, majalahkribo.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP, memimpin tim terbatas Safari Ramadhan 2026 di Kabupaten Fakfak pada Sabtu (14/3). Kegiatan ini bertepatan dengan 24 Ramadhan 1447 Hijriyah, dan merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Provinsi Papua Barat yang menyasar kabupaten-kabupaten di wilayah ini.
Safari Ramadhan di Fakfak diikuti oleh sejumlah pejabat provinsi, termasuk Kepala Badan Pendapatan dan Pejabat Alih Fungsional Utama. Sekda Ali Baham menegaskan bahwa kehadiran tim ke Fakfak dilakukan mengingat keterbatasan waktu dan kesibukan Gubernur serta Wakil Gubernur Papua Barat yang sedang berada di kabupaten lain.
“Alhamdulillah, dari Jakarta kami bisa langsung ke Fakfak, sehingga tidak perlu bermalam di Menukuhari atau melewati jalur Bintuni yang lebih panjang. Ini menunjukkan komitmen kami untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan,” kata Ali Baham.
Kegiatan utama Safari Ramadhan berlangsung di Masjid Agung Bacolomabur Fakfak setelah sholat Maghrib. Acara ini dihadiri Bupati Fakfak, Ketua PHBI, Ketua MUI, serta sejumlah tokoh organisasi keislaman lainnya. Sekda menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Selain ibadah, kami juga meninjau ketersediaan bahan pokok dan produk lokal. Hal ini penting agar masyarakat merasa aman dalam menghadapi bulan suci hingga menjelang Idul Fitri,” ujar Sekda.
Selama kunjungan, Sekda dan tim juga bertemu dengan ibu-ibu pengusaha kue dan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagi dan sedekah, yang merupakan salah satu implementasi ibadah puasa.
“Ibu-ibu membawa kue dan kita beli sedikit-sedikit untuk dibagikan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga pahala dan amal ibadah. Satu bulan ibadah di masjid perlu diimbangi dengan aksi nyata berbagi di masyarakat,” ujar Ali Baham.
Tim Safari Ramadhan juga berdialog dengan pemilik toko besar di Bafang, termasuk Toko Jendawasi, yang memastikan ketersediaan stok pangan hingga satu tahun. Ali Baham menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar lokal.
Sekda menjelaskan, Papua Barat terbagi menjadi tiga kluster ekonomi. Kluster Fakfak mencakup Kota Fakfak beserta daerah belakangnya hingga wilayah Babo dan Teluk Harguni. “Kluster-kluster ini penting agar perputaran ekonomi berjalan lancar. Fakfak termasuk salah satunya, sehingga semua harus dijaga, terutama stok pangan dan harga kebutuhan pokok,” jelas Ali Baham.
Dalam kesempatan ini, Sekda juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memperbanyak amal di 10 hari terakhir Ramadhan. Disebut sebagai waktu “injury time”, momen ini memiliki keutamaan spiritual yang tinggi, termasuk kesempatan mendapatkan pahala besar dan pengampunan dosa.
“Kita semua berharap, selain meningkatkan ibadah, masyarakat juga memperbanyak sedekah sesuai kemampuan masing-masing. Sedekah menjadi wujud nyata implementasi ibadah puasa sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” ujar Ali Baham.
Safari Ramadhan Provinsi Papua Barat di Fakfak menunjukkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan masyarakat dalam memaksimalkan ibadah, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana ibadah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan beriringan.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Ketua MUI, Ketua PHBI, serta seluruh jajaran organisasi keislaman dan masyarakat Fakfak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal baik di bulan Ramadhan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutup Sekda.