Share

Maybrat, majalahkribo.com – Usai mengikuti perayaan Hari Raya Paskah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, meninjau langsung progres pembangunan Gedung Gereja GKI Sion Kumurkek, Minggu (5/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut Ketua Panitia Pembangunan Agustinus Saa, Koordinator Pembangunan Yanpiter Luis Saa, serta Pengawas Proyek Alvian Lepudeko di lokasi pembangunan.

Peninjauan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur keagamaan, khususnya rumah ibadah sebagai pusat kehidupan spiritual masyarakat.

Dalam keterangannya di lokasi, Sekda Ferdinandus Taa mengapresiasi perkembangan pembangunan yang dinilai cukup signifikan dalam waktu singkat.

“Puji Tuhan, baru satu minggu perkembangan pergerakannya sudah terlihat mantap. Ini menunjukkan ada keseriusan dan kerja nyata dari panitia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan dukungan anggaran secara bertahap untuk pembangunan gereja tersebut. Pada tahun 2026, dana sebesar Rp1 miliar yang bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) telah dicairkan dan disalurkan langsung ke rekening panitia pembangunan.

“Tahun ini kita sudah cairkan 1 miliar untuk pembangunan gereja ini. Sebelumnya juga sudah ada dukungan anggaran di tahun 2025. Jadi sekarang kita dorong supaya pengerjaannya benar-benar berjalan maksimal,” jelasnya.

Sekda juga menegaskan adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah bersama Bupati dan Wakil Bupati untuk menuntaskan pembangunan gereja tersebut sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir.

“Kami punya komitmen bersama Pak Bupati dan Pak Wakil, gereja ini harus selesai sebelum masa jabatan berakhir. Bahkan Pak Bupati harus meresmikan langsung dan menandatangani prasasti sebelum mengakhiri masa jabatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan Gereja GKI Sion Kumurkek memiliki nilai historis karena telah dirintis sejak lama, bahkan sejak periode kepemimpinan sebelumnya.

“Tempat ini sudah dipersiapkan sejak tahun 2015–2017. Jadi ini bukan proyek baru, tetapi sudah lama direncanakan. Karena itu kita semua harus punya tanggung jawab untuk menyelesaikannya,” katanya.

Sebagai gereja terbesar di wilayah Aifat Raya dan berlokasi di ibu kota kabupaten, bangunan ini dirancang menjadi ikon daerah. Gereja tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 jemaat, lengkap dengan balkon serta fasilitas penunjang lainnya.

“Ini gereja terbesar di Aifat Raya dan berada di ibu kota. Kita harus bangun dengan baik, karena ini akan menjadi ikon daerah. Selain itu, halaman gereja juga akan diperluas dan menjadi aset gereja untuk pelayanan umat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Maybrat dan Papua Barat Daya.

“Kami menyampaikan Selamat Paskah bagi seluruh masyarakat yang merayakan. Tuhan memberkati kita semua. Dengan satu hati dan satu komitmen, kita percaya Tuhan akan menjaga kita,” tutupnya.

Pewarta: Charles Fatie

About Author

Comments are closed.