Fakfak, majalahkribo.com — Suasana malam takbiran Idul Fitri di Kabupaten Fakfak semakin meriah dengan kehadiran dan aksi spontan Bahlil Lahadalia, yang pulang kampung merayakan hari raya bersama masyarakat setempat, Jumat malam (20/3/2026).
Usai pawai takbiran di kawasan RTH Ma’ruf Amin, Bahlil bersama rombongan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan didampingi Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyempatkan diri mengunjungi Taman Satu Tungku Tiga Batu, dekat lahan pawai. Di sana ia berbincang hangat dengan pelaku UMKM yang menjajakan jagung rebus dan pinang sirih, penganan khas Papua.
Perhatian Menteri ESDM tertuju pada seorang penjual jagung rebus. Tanpa ragu, ia memborong seluruh jagung yang dijual dan membagikannya kepada masyarakat yang hadir, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dalam candaannya, ia mengatakan jagung berwarna kuning itu terlalu menggoda untuk dilewatkan, yang disambut tawa meriah warga.
Tak hanya jagung, Bahlil juga membeli pinang dan mencicipinya di tempat. Dengan logat khas Papua, ia menyatakan: “Saya makan pinang ini, tra pusing.”
Interaksi sederhana itu semakin mencairkan suasana malam takbiran dan memperlihatkan kedekatan pejabat dengan warga kampung halamannya.
Di tengah perayaan, Bahlil menyampaikan bahwa pulang kampung dan merayakan Idul Fitri bersama masyarakat memiliki makna emosional tersendiri baginya sebagai putra daerah yang kini dipercaya memimpin salah satu kementerian strategis di pemerintahan.
Sebagai Menteri ESDM, Bahlil juga menegaskan kembali pentingnya peran investasi dalam pembangunan daerah, terutama di tanah papua yang memiliki potensi sumber daya besar namun masih membutuhkan infrastruktur dan lapangan kerja. Menurutnya, ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja tidak cukup untuk mendorong kemajuan ekonomi lokal.
“Pembangunan yang maju tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Investasi, terutama di sektor energi dan migas, membuka peluang Dana Bagi Hasil dan lapangan kerja,” ujar Bahlil.
Namun, pesan penting yang ia tekankan adalah bahwa pembangunan dan investasi harus menghormati hak-hak masyarakat adat serta kearifan lokal, dengan prinsip kolaborasi antara investor dan komunitas lokal.
“Hak adat dan masyarakat harus diperhatikan. Minimal ada ‘ketok pintu’, permisi secara baik-baik. Kalau ada pengusaha yang kurang ajar, kasih tahu saya,” ujarnya.
Bahlil lahir pada 7 Agustus 1976 di Banda, Maluku, dan besar serta menempuh pendidikan menengah di Fakfak sebelum melanjutkan kuliah di Institut Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura. Ia kemudian terjun ke dunia bisnis dan politik, pernah menjadi pengusaha serta Ketua Umum beberapa organisasi ekonomi sebelum dipercaya sebagai Menteri Investasi (2021–2024), dan kini menjabat sebagai Menteri ESDM sejak 19 Agustus 2024 di kabinet Presiden Joko Widodo hingga Prabowo Subianto saat ini.
Bahlil juga dikenal aktif dalam berbagai kunjungan kerja untuk mempercepat pemerataan akses energi dan infrastruktur di wilayah tertinggal, termasuk Provinsi Papua. Di antaranya ia pernah menegaskan komitmen pembangunan listrik desa agar seluruh wilayah di Indonesia mendapatkan akses energi yang andal dan berkelanjutan.
Malam takbiran di Fakfak itu menjadi simbol bagaimana tradisi budaya dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan, serta menunjukkan sisi humanis seorang pejabat di tengah rakyat kampung halamannya.