FAKFAK, majalahkribo.com – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, melaksanakan Safari Ramadhan di Distrik Arguni pada Sabtu, 29 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menjadi momentum mempererat hubungan emosional antara Pemerintah Kabupaten Fakfak dan masyarakat.
Bupati Samaun Dahlan mengatakan, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
“Safari Ramadhan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kami untuk hadir dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Ashar di Masjid Al Amin Kampung Arguni. Usai ibadah, Bupati Samaun Dahlan didampingi Dandim 1803/Fakfak Letkol Wahlin Rahman beserta rombongan menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah Raja Arguni-Taver, Hanafi Paus-Paus. Kunjungan tersebut bertepatan dengan rangkaian Safari Ramadhan 1447 H/2026 M. Sejumlah kepala OPD turut hadir dalam kunjungan dan silaturahmi tersebut.
Dalam arahannya menjelang buka puasa, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak membuka diri terhadap berbagai aspirasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan warga demi kemajuan daerah.
“Pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Kita ingin pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga,” tegasnya.
Menurutnya, Fakfak dikenal sebagai negeri yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, sehingga daerah ini disegani di luar wilayahnya. Karena itu, ia berkomitmen untuk segera memprioritaskan sejumlah agenda pembangunan di Distrik Arguni dan sekitarnya.
Safari Ramadhan di Arguni berlangsung meriah dengan diisi tausiyah, buka puasa bersama, serta dialog terbuka antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah daerah. Momentum ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai harapan dan kebutuhan pembangunan.
Sementara itu, dalam tausiyah jelang berbuka puasa, Ustadz Feby menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar, tetapi menjadi sarana evaluasi diri dan kontribusi nyata sebagai umat Islam.
“Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi menagih bagaimana kontribusi kita sebagai umat Islam selama bulan suci Ramadhan di hadapan Allah SWT,” pesannya.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama dan doa, menandai komitmen bersama untuk membangun Fakfak yang lebih maju dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kearifan lokal. **Iwan**
Editor: Ronaldo Josef Letsoin