Wartawan: R Josef | Editor: Ronaldo J Letsoin
NABIRE, Papua Tengah – Pesawat Smart Air rute Nabire–Kaimana dengan nomor registrasi PK-SNS mengalami insiden dan melakukan pendaratan darurat di Pantai Logpond, tepat di ujung Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIT.
Wakapolres Nabire, Kompol Piter Kendek, memastikan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Hal itu disampaikan saat Wakapolres turun langsung ke lokasi kejadian.“Perlu kami sampaikan bahwa tugas kami dari kepolisian adalah mengamankan TKP, dan sampai saat ini situasi sudah dalam keadaan terkendali,” ujar Kompol Piter Kendek.
Berdasarkan laporan awal yang diterima pihak kepolisian, seluruh penumpang pesawat dinyatakan selamat. Wakapolres menjelaskan, insiden tersebut berlangsung cepat sehingga respons penanganan dilakukan secara segera oleh seluruh unsur terkait.
Dalam pengamanan lokasi, Polri mengerahkan sekitar 58 personel, yang terdiri dari Polres Nabire, Polda Papua Tengah, Brimob, serta unsur Intelijen dan Reserse Kriminal.
“Kondisi di lapangan cukup padat, dengan kehadiran Basarnas, KNKT, serta kru dari Smart Air yang berada di TKP,” jelasnya.
Sementara itu, proses penanganan lanjutan difokuskan pada penarikan pesawat ke lokasi yang lebih aman menggunakan alat berat. Namun, proses tersebut masih menunggu kedatangan alat berat ke lokasi kejadian.
“Hingga saat ini tidak ada kendala berarti. Situasi aman, tertib, dan kondusif,” tambah Wakapolres.
Terkait korban, Wakapolres Nabire menyampaikan bahwa seluruh penumpang telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Sebelumnya, Kepala Bandara Douw Aturure Nabire, Benyamin Noach Apituley, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebutkan pesawat mengalami gangguan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Nabire menuju Kaimana.
“Pesawat mengalami gangguan sesaat setelah lepas landas, namun kami belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebabnya,” ujar Benyamin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman kronologi kejadian, sementara Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut dilibatkan untuk investigasi lebih lanjut.