Fakfak, majalahkribo.com – Perwakilan remaja Masjid Al-Munawarah Papua menyampaikan aspirasi terkait kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi masuknya investasi, khususnya di sektor minyak dan gas (migas), saat kegiatan Safari Ramadan bersama pengurus Partai Golkar Provinsi Papua Barat.
Dalam penyampaiannya, penanggung jawab remaja Masjid Al-Munawarah sekaligus Panitia Mahir Ramadan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan menjadikan masjid tersebut sebagai lokasi Safari Ramadan. Ia kemudian menyampaikan kegelisahan anak muda Fakfak terkait kesiapan menghadapi dunia kerja.
Menurutnya, masih banyak pemuda yang belum memiliki keterampilan (skill) dan sertifikasi yang dibutuhkan industri. Padahal, perusahaan saat ini tidak hanya melihat latar belakang pendidikan formal, tetapi lebih mengutamakan kemampuan dan sertifikasi kompetensi.
“Kami ingin menanyakan sekaligus meminta arahan, sumber daya seperti apa yang harus kami siapkan. Karena realitanya, banyak pemuda Fakfak yang masih minim skill. Kalau tidak punya kemampuan dan sertifikasi, maka kesempatan kerja akan tertunda,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi pelatihan serta kemudahan memperoleh sertifikasi seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), agar pemuda lokal mampu bersaing saat perusahaan mulai beroperasi.
Lebih lanjut, ia mencontohkan bahwa banyak pemuda Fakfak sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar, seperti mengoperasikan alat berat. Namun, karena tidak memiliki sertifikat resmi, peluang tersebut justru diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.
Selain menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan, pihak remaja masjid juga mengusulkan dukungan fasilitas berupa satu unit komputer untuk kebutuhan administrasi, serta perlengkapan lomba dalam kegiatan Mahir Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah mendorong percepatan pengembangan sektor migas, khususnya di Blok Ubadari. Ia menargetkan, setelah Lebaran, proses yang sempat terhambat dapat segera dilanjutkan.
Menurut Bupati, peluang kerja di sektor migas sangat terbuka bagi masyarakat lokal. Ia mencontohkan, di proyek LNG Tangguh saat ini sekitar 70 persen tenaga kerja merupakan orang Papua, dan sekitar 26 persen di antaranya berasal dari Fakfak.
“Ini menunjukkan bahwa putra daerah sebenarnya mampu bersaing,” kata Bupati.
Terkait aspirasi pemuda, Bupati mengakui bahwa kendala utama memang terletak pada kurangnya sertifikasi, meskipun kemampuan dasar sudah dimiliki. Untuk itu, pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan Kementerian guna menghadirkan program pelatihan kerja di Fakfak.
Pelatihan tersebut akan mencakup berbagai bidang yang dibutuhkan industri migas, seperti operator alat berat hingga tenaga keamanan. Ke depan, program pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar peserta dapat langsung terserap ke dunia kerja.
Selain itu, Bupati juga menargetkan pada tahun 2027 Fakfak dapat menjadi daerah penghasil migas. Dengan status tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.