Share

Oksibil, majalahkribo.com – Suasana penuh haru dan sukacita menyelimuti Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, dengan kehadiran Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, putra asli Oksibil, yang kembali ke tanah kelahirannya untuk melaksanakan Misa Perdana bersama umat Katolik setempat.

Kehadiran Pastor Charles di Oksibil merupakan momen bersejarah bagi umat Katolik Pegunungan Bintang. Ia baru saja ditahbiskan menjadi imam dan resmi dilantik sebagai pastor di Keuskupan Manokwari–Sorong oleh Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, dalam Perayaan Ekaristi Pentahbisan Imam di Gereja Katedral Kristus Raja Sorong, pada 8 Desember 2025.

Setelah tahbisan tersebut, Pastor Charles kembali ke Oksibil untuk pertama kalinya sebagai seorang imam dan memimpin Misa Syukur atau Misa Perdana, yang disambut antusias oleh ribuan umat dari berbagai paroki dan kampung di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Penyambutan berlangsung meriah sejak kedatangannya di Bandar Udara Oksibil. Umat mengenakan busana adat dari berbagai suku di Pegunungan Bintang dan menampilkan tarian-tarian tradisional sebagai ungkapan syukur dan kebanggaan atas hadirnya imam pertama putra daerah dari wilayah tersebut. Arak-arakan adat mengiringi perjalanan Pastor Charles menuju Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Mabilabol, tempat Misa Perdana dilangsungkan.

Kehadiran Pastor Charles dinilai sebagai buah iman umat yang telah dinantikan selama puluhan tahun. Setelah penantian panjang, Gereja Katolik di Pegunungan Bintang kini memiliki imam dari kalangan mereka sendiri, yang diharapkan mampu memperkuat iman umat serta menjadi teladan bagi generasi muda.

Profil Singkat Pastor RD. Charles Singpanki, Pr

Pastor Charles Singpanki lahir di Kabiding, wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada 11 April 1992. Ia merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara, dari pasangan Yanki Singpanki dan Ytina Ur. Mabin.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD YPPK Santo Vincensius Mabilabol, kemudian melanjutkan ke SMP YPPK Bintang Timur Oksibil. Benih panggilan imamat mulai bertumbuh ketika ia melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Santo Fransiskus Asisi Waena.

Perjalanan formasi imamatnya dilanjutkan melalui tahun orientasi rohani di Jayanti Nabire, studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Jayapura, serta berbagai pengalaman pastoral di antaranya di Seminari Menengah Petrus Van Diepen Aimas dan masa diakonat di Pra-Paroki Santo Wilhelmus Sausapor, Kabupaten Tambrauw.

Pada tahun 2025, Pastor Charles menyelesaikan studi Magister Teologi Pastoral. Ia kemudian ditahbiskan menjadi imam pada 8 Desember 2025 oleh Mgr. Hilarion Datus Lega, dan resmi bertugas sebagai imam di Keuskupan Manokwari–Sorong.

Moto imamat yang ia pilih adalah:
“Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi” (Lukas 22:42), yang mencerminkan sikap penyerahan diri dan ketaatan total kepada kehendak Allah dalam pelayanan imamat.

Editor: Ronaldo Josef Letsoin

About Author

Comments are closed.