Share

FAKFAK – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Fakfak resmi mengumumkan awal pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Fakfak, Karim Abdul Rohman, mengacu pada hasil penetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Kami pada prinsipnya tetap mengikuti keputusan pimpinan Muhammadiyah pusat, karena kami di daerah merupakan satu kesatuan,” ujar Karim di Fakfak, Selasa (10/2/2026).

Karim menjelaskan, penentuan awal Ramadan berada dalam ranah ijtihad, sehingga potensi perbedaan dengan metode penetapan pihak lain sangat mungkin terjadi.

“Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini secara konsisten kami gunakan setiap tahun,” jelasnya.

Ia menegaskan, metode tersebut berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam ajaran Islam, umat diperintahkan melakukan rukyat untuk menentukan awal bulan. Namun, apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari.

“Memang berpotensi berbeda, karena sudut pandang dan tolok ukur yang digunakan juga berbeda,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Karim mengimbau seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Fakfak agar tetap berpegang pada pedoman organisasi serta menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh kesungguhan.

Selama bulan suci Ramadan, Muhammadiyah Fakfak juga akan mengagendakan sejumlah kegiatan keagamaan dan sosial, di antaranya buka puasa bersama serta pembagian bingkisan kepada masyarakat. **(Ronaldo Josef Letsoin)

About Author

Comments are closed.