Maybrat, majalahkribo.com – Tim bola voli putra Stasi Santa Monika Bori berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan tim Lingkungan Fransiskus Xaverius Ayawasi Selatan dengan skor telak 3–0 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Voli Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Kamis (12/3/2026).
Pertandingan final yang menjadi puncak rangkaian kegiatan perayaan 70 tahun Paroki Santo Yoseph Ayawasi itu berlangsung meriah dan dipadati para pendukung dari kedua tim. Dalam tiga set pertandingan, tim Stasi Santa Monika Bori tampil solid hingga memastikan kemenangan tanpa balas.
Dengan kemenangan tersebut, Stasi Santa Monika Bori sukses merebut piala bergilir dari Lingkungan Fransiskus Xaverius Ayawasi Selatan.
Laga final dipimpin oleh wasit nasional Stevanus Kocu dan disaksikan berbagai unsur pimpinan daerah dan gereja, di antaranya Ketua DPRK Maybrat beserta sejumlah anggota, Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Ketua Dewan Paroki, Pastor Rekan Stasi Santo Paulus Kumurkek, Kepala Distrik Aifat Utara, para biarawati, serta ratusan pendukung yang memadati lapangan.
Suasana pertandingan semakin semarak ketika para pendukung Stasi Santa Monika Bori turun ke lapangan sambil mengangkat piala bergilir usai tim mereka memastikan kemenangan. Partai final ini juga menarik perhatian masyarakat yang ikut memeriahkan pertandingan dengan berbagai dukungan, termasuk taruhan antarpendukung kedua tim.
Pastor Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Felix Janggur, OSA, dalam sambutannya menilai seluruh tim yang bertanding telah menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menegaskan kemenangan sejati dalam kompetisi ini adalah kebersamaan umat dalam merayakan hari ulang tahun paroki.
“Semua tim ini adalah tim yang hebat, baik dari Santo Fransiskus maupun dari Stasi Santa Monika Bori. Bagi saya, penilaian bukan hanya dari segi fisik tetapi dari segi rohani. Karena itu yang menang hari ini adalah seluruh umat Paroki Santo Yoseph Ayawasi yang berhasil merayakan 70 tahun paroki kita dengan sukacita,” ujar Pastor Felix.
Saat ditanya tim mana yang dijagokan pada pertandingan final tersebut, ia menegaskan tidak memihak salah satu tim.
“Saya tidak bisa menentukan. Dari segi rohani, keduanya menang dan kalah demi paroki kita,” katanya.
Ketua DPRK Maybrat, Silas Frasawi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat sejak awal hingga puncak kegiatan pertandingan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memulai rangkaian kegiatan ini hingga mencapai puncaknya hari ini dengan baik. Kami juga berterima kasih kepada semua yang telah memberi dukungan, baik finansial, tenaga maupun pikiran sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pendukung kedua tim untuk tetap menjaga suasana kebersamaan hingga akhir kegiatan.
“Kita sudah memulai pertandingan dengan baik. Karena itu, mari kita akhiri juga dengan baik. Semoga Tuhan memberkati kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Aifat Utara, Philipus Fanataf, mengaku pertandingan final berlangsung sangat seru karena kedua tim memiliki kekuatan yang seimbang.
“Pertandingan hari ini sangat seru karena dua tim yang bermain sama-sama kuat. Di luar jabatan saya sebagai Kepala Distrik, saya juga Ketua Lingkungan Fransiskus. Kemarin saya bilang dengan berat hati melepas piala ini, tetapi hari ini piala itu kembali lagi kepada kami,” ujarnya.
Ketua Dewan Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Apolos Taa, juga mengapresiasi jalannya kompetisi yang menampilkan permainan berkualitas.
“Pertandingan hari ini menampilkan permainan yang bagus dan memuaskan penonton. Kami senang menyaksikan permainan yang baik. Menang atau kalah bukan persoalan utama, yang penting kebersamaan dan sportivitas tetap terjaga,” katanya.
Turnamen bola voli ini menjadi salah satu kegiatan yang paling meriah dalam rangka perayaan 70 tahun Paroki Santo Yoseph Ayawasi, sekaligus mempererat persaudaraan antarlingkungan dan stasi di wilayah tersebut.
Pewarta: Charles Fatie