Maybrat, majalahkribo.com – Insiden kontak tembak antara aparat TNI dan kelompok bersenjata terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Minggu (22/3/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIT.
Peristiwa bermula dari penyerangan pos militer yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap IV Sorong Raya. Dalam kejadian tersebut, terjadi baku tembak yang mengakibatkan korban jiwa di pihak aparat.
Berdasarkan keterangan resmi TNI, dua prajurit TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satgas Operasi Habema gugur dalam tugas. Keduanya diketahui merupakan prajurit Marinir, yakni Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10. Sementara satu prajurit lainnya, Kopda Marinir ES, dilaporkan dalam kondisi kritis dan telah dievakuasi ke RSAL dr. R. Oetojo Sorong untuk mendapatkan penanganan medis.
Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, mengatakan pasca-insiden pihaknya langsung meningkatkan kewaspadaan di wilayah tersebut.
“Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan,” ujarnya di Sorong, Minggu (22/3/2026).
Ia menambahkan, TNI juga memperkuat koordinasi antar-satuan, termasuk dengan Satgas Operasi Habema, guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan. Selain itu, langkah penguatan intelijen serta rencana penambahan dan pergeseran pasukan tengah dipertimbangkan.
“Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid,” tambahnya.
Di sisi lain, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua prajurit tersebut. Ia berharap tidak ada lagi kekerasan yang menimbulkan korban jiwa di wilayah itu.
“Kita turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa. Ke depan kita berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, dari pihak TPNPB melalui juru bicara Sebby Sambom, mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi bersenjata yang dilakukan oleh Kodap IV Sorong Raya di bawah pimpinan Brigjen Denny Moos.
Dalam siaran persnya, TPNPB menyebut satu anggota TNI tewas akibat tembakan di bagian dada dan dua lainnya mengalami luka-luka. Mereka juga mengklaim berhasil merampas dua pucuk senjata api beserta logistik militer dari lokasi kejadian.
“TPNPB juga merampas dua pucuk senjata,” ujar Sebby dalam keterangannya.
Lebih lanjut, TPNPB menyebut situasi di lapangan masih mencekam. Warga sipil dilaporkan kembali mengungsi ke hutan karena khawatir akan adanya operasi balasan dari aparat keamanan.
Hingga saat ini, aparat TNI terus melakukan pengamanan dan pendalaman informasi di lokasi kejadian, sementara kondisi di wilayah Maybrat dilaporkan masih dalam status siaga.
Editor: Ronaldo Josef Letsoin