MajalahKribo.com merupakan salah satu media online yang lahir dari semangat pemuda-pemuda Papua untuk menghadirkan informasi tentang Tanah Papua di ruang digital. Media ini didirikan pada tahun 2013 oleh sejumlah pemuda Papua yang saat itu sedang menempuh pendidikan di Pulau Jawa, khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya. Minimnya informasi dan pemberitaan mengenai Papua di dunia online menjadi latar belakang berdirinya Majalah Kribo sebagai media alternatif.
Salah satu pendiri MajalahKribo.com adalah Dami Zanambani, jurnalis muda Papua, anak asli Suku Moni, yang dikenal tekun, berintegritas, dan konsisten menyuarakan isu hak asasi manusia, masyarakat adat, serta kepentingan kaum kecil dan masyarakat miskin—kelompok yang kerap tidak memiliki ruang untuk bersuara.
Pada periode 2013 hingga 2016, MajalahKribo.com sempat tumbuh dan berkembang cukup baik. Namun seiring berjalannya waktu, para pengelola dan wartawan media ini menyelesaikan pendidikan dan kembali ke daerah asal masing-masing. Sebagian besar kemudian memiliki pekerjaan tetap dan tidak lagi aktif, sehingga Majalah Kribo perlahan mengalami kevakuman.
Pada tahun 2019, Dami Zanambani, yang saat itu menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Papua.Kabardaerah.com, menggagas kembali pengaktifan MajalahKribo.com. Gagasan tersebut terwujud setelah ia bertemu dengan Ronaldo Josef Letsoin, jurnalis muda Papua.
Pertemuan keduanya terjadi secara sederhana di sebuah warnet di Jalan Merdeka, Nabire, sekitar tahun 2018. Saat itu, Dami Zanambani kerap menghabiskan waktu di warnet untuk bekerja dan menulis berita. Sementara itu, Ronaldo Josef Letsoin masih aktif sebagai kontributor di salah satu media online, Nabira Net, setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari perkenalan singkat dan diskusi-diskusi intens tentang dunia jurnalistik dan kondisi Papua, keduanya menyadari bahwa mereka memiliki visi yang sama. Dari sanalah muncul kesepakatan untuk kembali menghidupkan MajalahKribo.com.
Sejak diaktifkan kembali, MajalahKribo.com hadir dengan gaya pemberitaan yang berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan, pembelaan terhadap masyarakat adat, serta keberpihakan pada kelompok masyarakat kecil dan mereka yang tidak bersuara. Media ini berjalan aktif dengan pengelolaan editorial yang melibatkan Dami Zanambani dan Ronaldo Josef Letsoin.
Dalam perjalanannya, Dami Zanambani kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak lagi dapat aktif secara penuh dalam pengelolaan media. Hal tersebut terjadi setelah ia dinyatakan lolos dan resmi menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Intan Jaya. Atas dasar tanggung jawab dan komitmen terhadap jabatan publik yang diembannya, Dami Zanambani memutuskan untuk mengundurkan diri dari aktivitas jurnalistik aktif.
Kepercayaan selanjutnya diberikan kepada Ronaldo Josef Letsoin untuk menjabat sebagai Pimpinan Redaksi sekaligus Pimpinan Umum MajalahKribo.com. Sejak saat itu, seluruh urusan pemberitaan, pengelolaan kru wartawan, serta aktivitas redaksi Majalah Kribo berada di bawah tanggung jawab Ronaldo Josef Letsoin.
Sementara itu, urusan teknis website dan dukungan lainnya tetap dikerjakan secara bersama, dengan Dami Zanambani masih berperan sebagai bagian penting dalam sejarah MajalahKribo.com, termasuk dalam pengelolaan web dan dukungan keberlanjutan media.
Bagi Ronaldo Josef Letsoin dan banyak jurnalis muda Papua, Dami Zanambani bukan hanya pendiri media, tetapi juga guru, mentor, senior, dan sosok panutan. Banyak tulisan Dami—khususnya tulisan figur dan isu kemanusiaan—menjadi inspirasi dan rujukan dalam dunia jurnalistik Papua. Hubungan keduanya tidak hanya profesional, tetapi juga personal dan kekeluargaan, dengan komunikasi yang terus terjaga meski terpisah jarak.
Lima hari sebelum wafat, Dami Zanambani dan Ronaldo Josef Letsoin masih sempat berkomunikasi. Dalam percakapan tersebut, Dami menyampaikan kesibukannya mengurus pekerjaan, sementara Ronaldo menyampaikan sejumlah rencana pengembangan MajalahKribo.com ke depan, termasuk penguatan konten visual dan media digital. Percakapan tersebut menjadi komunikasi terakhir di antara keduanya.
Pada 4 Februari, kabar duka datang melalui media sosial Facebook yang dibagikan oleh KPU Provinsi Papua Tengah, yang menyampaikan bahwa Dami Zanambani telah berpulang ke rahmat Tuhan.
Atas nama seluruh kru dan keluarga besar MajalahKribo.com, disampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian almarhum. Kepergian Dami Zanambani menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalisme Papua.
Ia dikenang sebagai pendiri, penggerak, dan bapak media Majalah Kribo—seorang jurnalis yang setia pada nurani, kebenaran, dan kemanusiaan.
Selamat jalan, Dami Zanambani. Warisan nilai dan perjuanganmu akan terus hidup.
Oleh: Ronaldo Josef Letsoin