Jakarta, majalahkribo.com – bp Indonesia menegaskan bahwa aktivitas kapal seismik di wilayah Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, merupakan bagian dari program eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (migas) yang dilaksanakan sesuai peraturan pemerintah.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Selasa (16/2/2026), bp Indonesia menyampaikan bahwa seluruh kegiatan eksplorasi telah mendapatkan persetujuan Pemerintah Republik Indonesia dan dijalankan dengan standar keselamatan, keamanan, serta perlindungan lingkungan yang ketat.
Perusahaan menyatakan memahami adanya perhatian publik terkait aktivitas seismik tersebut. Namun, bp menegaskan bahwa kegiatan dilakukan sesuai tata kelola industri hulu migas yang berlaku.
Sebagai perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia selama 60 tahun dan lebih dari dua dekade di Papua Barat, bp Indonesia menyatakan komitmennya untuk menjalankan operasi secara bertanggung jawab serta menjaga komunikasi terbuka dengan pemerintah daerah, masyarakat sekitar wilayah operasi, dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Kami percaya bahwa keberhasilan kegiatan energi harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat,” demikian keterangan resmi perusahaan.
Terkait aktivitas seismik di Arguni, bp Indonesia menyebut sebelum kegiatan dimulai pihaknya telah melaksanakan rangkaian sosialisasi dan upacara adat di sejumlah distrik di Fakfak dan Sorong Selatan bersama pemerintah daerah.
Di antaranya doa bersama di Arguni pada Oktober 2025 serta rapat sosialisasi pada 23 Desember 2025 di Kokas yang dihadiri Bupati Fakfak, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan pimpinan tujuh suku asli Kabupaten Fakfak.
Perusahaan menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menghormati hak dan adat masyarakat setempat serta memastikan keselamatan warga yang beraktivitas di laut.
Selain menjelaskan aktivitas eksplorasi, bp Indonesia juga memaparkan sejumlah program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan sejak 2006 melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM).
Beberapa program di Fakfak antara lain pemberian beasiswa kepada lebih dari 1.400 pelajar Papua, kegiatan Rumah Pintar di Kokas, Goras dan Arguni, pembangunan fasilitas laboratorium IPA dan pengembangan STEM di SMU Negeri 1 Kokas, hingga pendampingan koperasi dan pengusaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok proyek Tangguh LNG.
Khusus di Arguni, bp menyebut sejak 2010 produk perikanan masyarakat diserap untuk kebutuhan katering Tangguh LNG. Dalam periode 2010–2025 tercatat sekitar 850 ton ikan atau setara Rp37 miliar telah disuplai melalui koperasi setempat. Untuk 2025, serapan disebut mencapai 95 ton ikan.
Selain itu, perusahaan juga menyebut telah membantu pembangunan gedung koperasi, penyediaan genset, lemari pendingin, long boat, mesin tempel, hingga pelatihan UMKM dan pendampingan guru.
bp Indonesia menegaskan bahwa kegiatan di Kabupaten Fakfak dan Teluk Bintuni merupakan bagian dari kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional, dengan komitmen menjalankan operasi secara aman dan transparan serta membuka ruang komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Editor: Ronaldo Josef Letsoin