Share

Fakfak, majalahkribo.com — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Dewan Adat Mbaham Matta bersama anggota DPR Provinsi Papua Barat pada Kamis (26/2/2026) di Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Kabupaten Fakfak.

Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut tidak hanya menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara lembaga adat dan para wakil rakyat dalam memperkuat persaudaraan masyarakat Fakfak yang dikenal dengan filosofi hidup “Satu Tungku Tiga Batu.”

Acara dihadiri Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Apnel Hegemur, Anggota DPR Provinsi Papua Barat Fraksi PDI Perjuangan Fahcry Tura, serta Anggota DPR Provinsi Papua Barat Fraksi Otonomi Khusus Badarudin Heremba, bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Mbaham Matta.

Dalam kehidupan masyarakat Fakfak, filosofi Satu Tungku Tiga Batu menjadi simbol persatuan dan keseimbangan hidup. Seperti tungku yang berdiri kokoh di atas tiga batu penyangga, masyarakat percaya bahwa kehidupan hanya akan berjalan baik apabila seluruh unsur hidup berdampingan secara seimbang dan saling menopang.

Filosofi ini melambangkan persaudaraan lintas agama, adat, dan masyarakat yang hidup dalam satu keluarga besar. Perbedaan bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan yang menjaga harmoni sosial. Nilai inilah yang selama ini menjadikan Fakfak dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi dan kebersamaan yang kuat di Papua Barat.

Dalam sambutannya, Apnel Hegemur menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum memperkuat silaturahmi serta menjaga etika sosial dan persatuan masyarakat.

Menurutnya, komunikasi dan musyawarah harus terus dijaga agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana dalam semangat kekeluargaan.

Sementara itu, Fahcry Tura menyampaikan harapannya agar Kantor Dewan Adat Mbaham Matta tidak hanya menjadi simbol lembaga adat, tetapi benar-benar hidup melalui aktivitas sosial dan budaya yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tempat ini harus menjadi rumah bersama yang menjaga nilai budaya dan persaudaraan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Badarudin Heremba mengajak seluruh keluarga besar adat dan paguyuban etnis untuk terus menjaga rumah besar adat sebagai identitas bersama, serta tidak melupakan akar budaya meskipun berada dalam berbagai jabatan dan lembaga pemerintahan.

Ia menekankan bahwa pembangunan lembaga adat merupakan tanggung jawab bersama seluruh anak negeri.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta duduk bersama tanpa sekat sosial maupun perbedaan latar belakang. Suasana tersebut mencerminkan praktik nyata filosofi “Satu Tungku Tiga Batu,” di mana persaudaraan dan toleransi menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Fakfak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, ramah tamah, serta dialog santai antara tokoh adat dan anggota legislatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Dewan Adat dan pemerintah daerah semakin kuat dalam menjaga harmoni sosial, budaya, serta pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai adat dan kebersamaan.

Editor: Ronaldo Josef Letsoin

http://youtube.com/post/Ugkx_E-fk9MibVxI3L0qQVAZ1fF182UJHce1?si=EsYYjvQLsZXV65Ds

Comments are closed.