Fakfak, majalahkribo.com – Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama Pengurus Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI) menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang melibatkan ASN, TNI-Polri, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Kembali ke Fitrah, Mempererat Ukhuwah dalam Harmoni dan Keragaman untuk Fakfak Membara” ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan pasca perayaan Idul Fitri.
Acara tersebut berlangsung pada Selasa malam (24/3/2026) di Gedung KONI, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, dalam suasana penuh kekeluargaan.
Turut hadir Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik bersama istri Sri Voni Notanubun, Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Ketua PHBI Mohjak Rengen, serta Ketua FKUB Kabupaten Fakfak Ali Hindom.
Ketua FKUB Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas tingginya semangat toleransi yang terus terjaga di tengah masyarakat. Ia bersyukur umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri dengan lancar, sekaligus melaksanakan halal bihalal dalam suasana kebersamaan.
Ia juga menyinggung perayaan Natal umat Kristiani yang sebelumnya berlangsung dengan penuh antusias dan partisipasi lintas masyarakat.
“Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak berjalan sangat baik, harmonis, dan penuh saling menghormati,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PHBI Mohjak Rengen menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan program keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Ia juga menyampaikan adanya dukungan bantuan sebesar Rp150 juta sebagai bentuk kontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberagaman di Fakfak merupakan kekuatan besar yang harus dijaga melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kita harus terus berpartisipasi aktif, menjaga kebersamaan, serta melanjutkan program-program yang telah berjalan demi kemajuan bersama,” katanya.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengajak masyarakat menjadikan Halal Bi Halal sebagai sarana saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Fakfak, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali ke fitrah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama dalam membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan Fakfak yang maju, sejahtera, dan religius.
Bupati juga menyoroti pentingnya refleksi pasca Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri, kepedulian sosial, serta semangat membangun daerah. Ia menegaskan bahwa filosofi Satu Tungku Tiga Batu harus terus diperkuat melalui kebijakan nyata dan berkelanjutan.
“Nilai ini bukan sekadar simbol, tetapi sudah menjadi cara hidup masyarakat Fakfak. Karena itu, kita ingin memperkuatnya melalui peraturan bupati,” ujar Samaun.
Peraturan tersebut tidak hanya mengatur toleransi antarumat beragama, tetapi juga memuat keberpihakan terhadap kelompok yang membutuhkan, seperti anak yatim piatu dan panti asuhan, serta dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah lintas agama.
Sebagai bagian dari implementasi program sosial, Bupati mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Fakfak untuk berpartisipasi secara sukarela dengan menyisihkan Rp50 ribu setiap bulan.
“Ini bukan paksaan, tetapi ajakan. Kalau dilakukan bersama-sama, hasilnya akan sangat membantu banyak orang,” katanya.
Ia menyebutkan, dengan jumlah sekitar 6.000 ASN dan PPPK, potensi dana yang dapat dihimpun mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Dana tersebut akan disalurkan secara adil kepada anak yatim piatu dan panti asuhan melalui lembaga resmi masing-masing agama.
“Penyalurannya akan disesuaikan agar semua pihak bisa merasakan manfaat secara adil,” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan, Bupati juga mengakui keterbatasan APBD menjadi tantangan, sehingga diperlukan dukungan investasi yang diimbangi dengan kondisi daerah yang aman dan kondusif.
“Kehadiran investor menjadi penting, dan masyarakat memiliki peran besar dalam menciptakan suasana yang nyaman agar pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan membuka lembaran baru dengan semangat yang lebih baik.
Kehadiran seluruh unsur dalam kegiatan ini menjadi bukti kuatnya toleransi kehidupan antarumat beragama di Fakfak. Nilai tersebut tercermin dalam filosofi Satu Tungku Tiga Batu, yakni tradisi kerukunan khas yang menyatukan Islam, Protestan, dan Katolik dalam satu ikatan kekeluargaan.
Filosofi ini menegaskan bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang saling menopang, sehingga harmoni dan persatuan di Kabupaten Fakfak tetap terjaga dengan baik.