Fakfak, majalahkribo.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 6,46 persen secara kumulatif tahunan (c-to-c). Angka ini mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 20,80 persen (c-to-c).
Kepala BPS Papua Barat, Merry, di Manokwari, Selasa (5/2/2026), menjelaskan bahwa industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 dengan kontribusi 3,91 persen terhadap perekonomian daerah. Sektor tersebut disusul pertambangan dan penggalian sebesar 1,62 persen, serta administrasi pemerintahan sebesar 0,27 persen.
“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat atas dasar harga berlaku (ADHB) pada 2025 tercatat sebesar Rp81,807 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp52,683 triliun,” kata Merry.
Ia menambahkan, struktur ekonomi Papua Barat masih didominasi oleh industri pengolahan dengan kontribusi 39,82 persen terhadap PDRB. Selanjutnya diikuti sektor pertambangan dan penggalian sebesar 25,61 persen, serta administrasi pemerintahan sebesar 8,57 persen.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan andil 7,15 persen (c-to-c). Komponen ini juga menjadi salah satu penyumbang utama dalam struktur PDRB Papua Barat, bersama konsumsi rumah tangga.
“Kinerja sebagian besar lapangan usaha sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif, kecuali jasa perusahaan yang mengalami kontraksi sebesar 1,59 persen (c-to-c),” ujar Merry.
Secara spasial, Provinsi Papua Barat memberikan kontribusi sebesar 12,86 persen terhadap total perekonomian wilayah Maluku dan Papua sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan penguatan aktivitas produksi dan perdagangan meskipun laju pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada triwulan IV-2025, ekonomi Papua Barat tumbuh 4,73 persen (year-on-year) dibandingkan triwulan IV-2024. Dari sisi produksi, jasa keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,61 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 3,91 persen.