Film Anaktana dan Spirit Layar Tumbuh Papua

MEMOAR – Senin, 15 Desember 2025, pukul 19.02, saya baru sampai di KediAMan Indonesia Art Movement untuk menyaksikan pemutaran kompilasi film pendek yang akan ditayangkan dengan nama program “Layar Tumbuh Papua”. Saya turun perlahan dengan langkah santai ke rumah putih yang hampir menempel pada Tugu Theys Eluay. Dari jalan utama saya turun dari ojek, jarak…

Semangat yang Tak Padam di Balik Gemerlap Malam Kota Jayapura

Oleh: Epan Petege CERPEN: Pukul 21 : 00 malam, sa de diminta oleh mama untuk beli sate di Ampera, tempat pusat bisnis di kota Jayapura. Namanya Ampera, ya! Ampera adalah salah satu pusat perbelanjaan yang paling lama di kota ini, di sini banyak sekali jenis-jenis usaha barang atau jasa yang dagangkan: mulai dari alat-alat elektronik…

Bila Ingat Akan Kembali : Refleksi Singkat Empat Malam di Biak

MEMOAR PERJALANAN – Pukul 13:12, setelah saya mandi dan ganti baju di Hotel Dahlia, saya berangkat ke Swiss-Belhotel Cendrawasih untuk mengikuti kegiatan kami di hari ketiga di Biak. Pagi di hari keempatnya kami kembali ke kota Jayapura. Tiga hari empat malam. Setelah duduk tenang dalam ruangan AC yang hampir sama dengan kebanyakan hotel di Nabire,…

Hari Ketiga di Biak: Monumen Perang ke Mimpi Insos

MEMOAR PERJALANAN – Saya terbangun pukul 07:12, di luar kamar hotel hujan gerimis sudah jatuh di atas daun pepohonan dan tanah. Saya duduk di ujung tempat tidur dan berpikir, hari ini saya harus pergi ke mana setelah kemarin di hari kedua saya di Biak pergi ke Goa Jepang di kampung Binsai. Hujan sudah berhenti kami…

Hari Pertama di Biak: Sunyi yang Menggugah

MEMOAR PERJALANAN – Kami sudah duduk dalam pesawat Lion Air menuju kota Biak yang belum pernah saya injak sekalipun. Saya hanya sering mendengar orang-orang bicara tentang Daun Bungkus, Amroben, Insos, Goa Jepang, dan keindahan pantainya. Okey, saya akan bertemu dan melihat semua itu dengan mata kepala sendiri. Apakah benar kata mereka? Mari ikuti dan lihat…

Boaz Masih Hidup di Tribun Timur

ESAI NARATIF – “Jimi yang bawa pickup hitam itu, ikut dia dari belakang saja,” ajak Marinus pada Balfi yang duduk di belakang kemudi mobil putih kami. Semua orang menunggu di bawah terik matahari, kebanyakan berkostum Persipura: hitam dan putih—dua warna yang menyatukan eksistensi orang Papua, darah dan kulit. Stadion Lukas Enembe kembali ramai seperti pertandingan…

Nyanyian Imanuel Waromi : Dari Pasir ke Puncak

REFLEKSI – Saya hanya kenal suaranya melalui lagu-lagu yang Imanuel Waromi nyanyikan. Tidak pernah saya duduk berdiskusi atau sekedar kenal. Bagi saya, hal yang luar biasa ketika melihat anak Papua membawakan lagu-lagu Papua dengan vokal internasional, apapun lagunya  yang Imanuel Waromi sampaikan, selalu enak didengar. Foto Imanuel Waromi di teluk Port Numbay, terlihat mereka sedang…

Lagu Papua Modern Mendominasi Pikiran Wanita

OPINI – Saya sudah tidak banyak dengar lagu-lagu yang diproduksi dari Papua dengan alasan, lebih banyak lagu dibuat hanya untuk cinta pada seorang wanita. Sedikit tentang kehidupan keluarga, sahabat dan komunitas. Saya ketemu hanya 1,0% topik lagu tentang keluarga, sahabat dan komunitas. Mungkin inilah era romantik yang pernah ada setelah di mulainya sejak era revolusi…