Kepergian Dami Zanambani, Cahaya MajalahKribo.com Tak Pernah Padam
Dami Zanambani sosok Anak Papua Hebat
Dami Zanambani sosok Anak Papua Hebat
Oleh : Nomen Douw CERPEN – Kehidupan telah modern setelah Pemekaran Provinsi Papua (DOB). Masyarakat Papua tidak mungkin lagi hidup dari hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Sejak tahun 2022, kehidupan modern membuat Masyarakat Papua bahagia dengan kebutuhan tukar tambah uang dan material. Masyarakat Papua menjual tanah kampung kepada pemodal lokal yang menjadi kaki tangan pusat…
Oleh : Nomen Douw PROSA LIRIS – Sabtu hampir sore, lapisan awan di atas langit Kampung Harapan seakan menahan panas matahari. Rasanya bahagia bertemu ribuan manusia di depan Stadium Lukas (LE) setelah hidup lama dalam Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Ini seperti saya baru keluar penjara setelah terkurung sekian tahun karena kasus makar, mungkin perasaan…
MEMOAR PERJALANAN – Terbangun kembali dari perjalanan mimpi setelah melewati malam yang panjang. Pagi saya memulai beraktivitas seperti biasa. Ada manusia yang bangun lebih cepat dan ada yang tidak, tergantung cara manusia melihat kehidupannya. Masyarakat tradisional di Papua, misalnya, sebagian harus bangun pagi untuk berkebun di wilayah yang jauh dari rumah, begitupun juga para nelayan…
CERPEN – Melewati Bukit Pintu Angin, Okto bertemu pohon-pohon hijau bertumbuh lebat. Okto baru sampai di atas bukit, sorot matanya tertuju pada pintu pagar besi yang sudah tertutup. Apakah Okto bisa masuk, belum tentu. Okto mengecek jam di layar telepon genggam, sudah pukul 18.12 sore, hampir malam. Okto membuka aplikasi Google untuk cek jam operasional…
MEMOAR – Senin, 15 Desember 2025, pukul 19.02, saya baru sampai di KediAMan Indonesia Art Movement untuk menyaksikan pemutaran kompilasi film pendek yang akan ditayangkan dengan nama program “Layar Tumbuh Papua”. Saya turun perlahan dengan langkah santai ke rumah putih yang hampir menempel pada Tugu Theys Eluay. Dari jalan utama saya turun dari ojek, jarak…
Oleh: Epan Petege CERPEN: Pukul 21 : 00 malam, sa de diminta oleh mama untuk beli sate di Ampera, tempat pusat bisnis di kota Jayapura. Namanya Ampera, ya! Ampera adalah salah satu pusat perbelanjaan yang paling lama di kota ini, di sini banyak sekali jenis-jenis usaha barang atau jasa yang dagangkan: mulai dari alat-alat elektronik…
MEMOAR PERJALANAN – Pukul 13:12, setelah saya mandi dan ganti baju di Hotel Dahlia, saya berangkat ke Swiss-Belhotel Cendrawasih untuk mengikuti kegiatan kami di hari ketiga di Biak. Pagi di hari keempatnya kami kembali ke kota Jayapura. Tiga hari empat malam. Setelah duduk tenang dalam ruangan AC yang hampir sama dengan kebanyakan hotel di Nabire,…
MEMOAR PERJALANAN – Saya terbangun pukul 07:12, di luar kamar hotel hujan gerimis sudah jatuh di atas daun pepohonan dan tanah. Saya duduk di ujung tempat tidur dan berpikir, hari ini saya harus pergi ke mana setelah kemarin di hari kedua saya di Biak pergi ke Goa Jepang di kampung Binsai. Hujan sudah berhenti kami…
MEMOAR PERJALANAN – Malam kedua datang dengan sesuatu yang saya masih melihat berbeda, masih sama dengan malam pertama yang saya sudah cerita kemarin, mungkin karena baru pertama kali ke kota Biak sehingga saya masih melihat kota Biak dengan mata yang berbeda dengan kota lain yang saya perna berkunjung. Saya baru satu hari setelah tiba kemarin…