WAGHETE – Bupati Deiyai, Melkianus Mote menaruh harapan besar untuk membangun sumber daya manusia di bidang kesehatan. Hal tersebut selalu disampaikan sejak awal dilantik
“Selain Pendidikan dan ekonomi kerakyatan berbasis daba (miskin), dobiyo (yatim piatu) dan miyaa (janda/duda), kesehatan ini menjadi fokus utama kita,” kata Bupati Melkianus Mote dalam berbagai kesempatan di Deiyai
Keseriusan Bupati Mote terhadap dunia kesehatan itu dimulai awal tahun 2026. Dalam apel perdana bersama seluruh ASN, 4 Januari kemarin, Melkianus Mote perintahkan kepada dinas kesehatan untuk fokus pelayanan di lapangan
“Di kantor mau bikin apa? Saya minta selain dinas pendidikan, Dinas Kesehatan harus lebih banyak waktu di lapangan,” perintah Mote
Ia meminta seluruh kekuatan dari Dinas Kesehatan dikerahkan untuk membantu 10 Puskesmas yang ada di seluruh wilayah Deiyai
“Puskesmas-Puskesmas yang ada ini, kita mesti hidupkan. Kita juga akan dorong akreditasi, terutama yang ada wilayah danau Tigi, mulai dari Puskesmas Waghete,” ujar Mote
Pelayanan di Puskesmas, lanjut Mote, harus dihidupkan karena masyarakat lebih banyak ada di sana.
“Selain itu, Posyandu yang ada di kampung-kampung, harus dihidupkan. Karena, itu pelayanan bersentuhan langsung ke Ibu dan anak-anak. Ini penting skali,” tambah politikus Partai PDIP ini
Pos pelayanan terpadu (Posyandu) di setiap kampung harus sejalan dengan PAUD dan Sekolah Minggu di setiap kampung
“Anak harus sehat melalui Posyandu, anak juga harus pintar melalui PAUD atau Sekolah Minggu. Ini dasar. Harus kita kerja,” tambah Bupati Deiyai yang selalu ada di Deiyai ini
Dengan dasar yang kuat, tambah Mote, maka generasi muda Deiyai ke depan akan bersaing dengan orang lain di masa mendatang. Dan, Deiyai tidak akan kekurangan intelektual yang handal di atas tanah Papua
(PK/Deiyai)